Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Manager hotel?


"Jadi dia siapa?" Tanya Lisa dengan alis terangkat sesaat setelah Keyrani menutup panggilannya dengan Sean


"Teman baru.. " Jawab Keyrani setengah berfikir


"Maksud kamu?" Tanya Lisa dengan dahi mengkerut


"Hmm, tadi nggak sengaja kenalan" Jawab Keyrani santai sembari mengenakan pakaiannya


"Dia orang sini?" Tanya Lisa kaget yang hanya dibalas anggukan oleh Keyrani


"Kita bahkan baru sehari disini dan kamu sudah punya kenalan baru" Imbuh Rani ikut terheran-heran


"Sebenarnya tadi pagi aku sempat ke kae buat sarapan. Ehh, taunya ketemu sama dia. Yaudah kenalan" Ujar Keyrani


Lisa menepuk tangannya kagum dengan Keyrani. Sejak kapan Keyrani jadi mudah berteman seperti ini, ia bahkan selalu bersikap dingin meski bertemu dengan orang yang dikenalnya dulu. Namun sekarang, ia benar-benar terbuka berbeda dengan dirinya yang tertutup dulu.


"Ganteng gak?" Tanya Lisa penasaran


Keyrani berfikir sejenak, mengingat wajah Sean yang masih terukir jelas dipikirannya.


"Ganteng sih.. " Jawab Keyrani


"Nggak sakit kan kamu?" Tanya Rani menempelkan tangannya pada jidat Keyrani untuk memeriksa yang sontak membuat Keyrani menepis tangan Rani


"Nggak. Lagian orangnya emang ganteng banget" Ujar Keyrani kemudian membaringkan tubuhnya di kasur setelah meraih ponselnya yang disimpan di meja tadi


Lisa maupun Rani ikut merebahkan tubuhnya di kasur, memperhatikan Keyrani yang kini sibuk menyimpan kontak Sean. Keduanya tidak berhenti menyenggol bahu Keyrani dengan senyum menggoda Keyrani di wajah masing-masing.


"Entah apa reaksi Pak Ray saat tahu kamu dapat teman cowok baru" Ujar Rani tiba-tiba membuat jari-jari Keyrani terhenti


"Mungkin langsung mengganti kontak Keyrani" Canda Lisa mencoba menebak


Keyrani tidak merespon ocehan keduanya selain bangkit dari tidurnya "Mau keluar kan?" Tanya Keyrani tiba-tiba mengalihkan pembahasan


"Oh iya lupa.. " Timpal Lisa segera terduduk berbeda dengan Rani yang hanya bersikap santai


"Buruan ganti baju" Pinta Keyrani


Dengan sigap keduanya berjalan ke arah koper masing-masing dan memilih pakaian yang akan digunakan.


...***...


Setelah menghabiskan waktu hampir satu hari di Mall, ketiganya kini kembali lagi hotel dengan tas belanjaan yang begitu banyak di taman masing-masing.


"Cardlock-nya nggak ada" Ujar Rani tiba-tiba membuat keduanya sontak berbalik ke arahnya


"Hah? Serius? Kamu cari baik-baik, siapa tahu keselip" Ujar Lisa


"Sudah.  Aku nggak bawa banyak barang kecuali dompet sama HP dan cardlock-nya memang nggak aku simpan di dompet tapi di tas" Imbuh Rani mengeluarkan dompet dan hpnya sembari memperlihatkan tasnya yang kosong


"Hmm.. Gini deh kalian tunggu disini sembari mencari cardlock-nya. Biar aku ke pihak managemen hotel" Ujar Keyrani memberi solusi


"Iya-iya" Ujar Rani dan Lisa bersamaan sembari menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Keyrani


Keyrani kemudian menaruh tas belanjaannya, kemudian berjalan dengan terburu-buru meninggalkan keduanya yang masih sibuk mencari cardlock di tas masing-masing.


Setibanya di lantai bawah, Keyrani segera menghampiri resepsionis yang ada disana.


"Wait a momen (tunggu sebentar) " Balas Resepsionis perempuan itu kemudian meraih telepon yang ada di depannya menghubungi seseorang yang mungkin dari pihak managemen karena Keyrani tidak memahami bahasanya


5 menit kemudian resepsionis itu menutup panggilan teleponnya.


"Please wait a moment, you can talk to the hotel manager (Mohon tunggu sebentar, kamu bisa berbicara dengan manajer hotelnya) " Ujarnya kemudian


"Ok" Balas Keyrani menangguk kemudian duduk di sofa yang ada disana


Sembari menunggu, Keyrani mengecek tas yang digunakannya juga jika saja cardlock-nya ada di tasnya.


"Keyrani?" Sapa seseorang tiba-tiba menghampiri Keyrani


Keyrani mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah orang tersebut "Sean?" Balas Keyrani heran melihat Sean berada di hotel tersebut


"You lost the cardlock? (Kamu yang kehilangan cardlock?) " Tanya Sean kemudian


"How do you know? (Bagaimana kamu tahu?) " Tanya Keyrani bingung


Sean kemudian menunjuk tanda nama Manager di sisi kanan bajunya.


"oh, it turns out you're the manager here. So what should I do? my room cardlock is missing (oh, ternyata kamu manager disini. jadi apa yang harus aku lakukan? cardlock kamar aku hilang) " Ujar Keyrani sedikit terkejut


"Follow me (ikut aku) " Pinta Sean kemudian


Keyrani kemudian mengikuti Sean dari belakang tak lupa ia tersenyum sembari menundukkan kepalanya singkat pada resepsionis tadi.


Sean membawa Keyrani naik kembali ke kamarnya, Keyrani hanya diam tanpa berniat bertanya lagi.


"Key.... " Panggil Lisa saat melihat Keyrani menghampiri mereka namun seketika pandangannya segera teralihkan pada Sean yang kini tersenyum kepada mereka


"Dia Sean, Manager hotel disini" Ujar Keyrani saat Lisa menyenggol lengannya


"Dia... " Tebak Rani namun segera terhenti saat Keyrani menganggukkan kepalanya membenarkan jika orang yang menelponnya kemarin adalah Sean yang saat ini berdiri di hadapan mereka


"temporarily you can only stay in another room, until the cardlock for this room is replaced (untuk sementara kalian hanya bisa tinggal di kamar yang lain, hingga cardlock untuk kamar ini diganti) " Tutur Sean kemudian


Keyrani menghela nafasnya panjang tidak menyangka akan mendapat masalah seperti ini.


"come with me i have booked a room for you guys (ikutlah denganku aku sudah memesan kamar untuk kalian)" Pinta Sean meraih tas belanjaan mereka untuk membantu membawanya


"Cepat katakan. Apa yang kamu lakukan hingga membuatnya memesan kamar untuk kita seperti ini?" Tanya Lisa pemasaran


"Tidak ada" Bantah Keyrani segera menggelengkan kepalanya namun tetap saja Lisa tidak percaya dan masih melihatnya dengan tatapan mengejek


Tak berselang lama kemudian, mereka tiba di lantai atas. Sean membuka pintu kamar dengan vardlock yang tadi diambilnya kemudian masuk ke dalam diikuti oleh ketiganya.


"Woahhh.. Kamar ini bahkan lebih besar dari kamar kita" Ujar Lisa takjub


"isn't this too much? just let me pay for it (bukankah ini terlalu berlebihan. Biarkan aku membayarnya saja)" Ujar Keyrani merasa sungkan karena ia bisa memperkirakan harga dari kamar ini


"no need. You don't have to worry because your room cardlock will be finished tomorrow (tidak perlu. kamu tidak perlu khawatir karena cardlock kamar kamu akan selesai besok) " Tolak Sean karena harga untuk kamar ini sama sekali tidak memberatkan nya


Keyrani menghela nafasnya panjang kemudian mengangguk menyetujui keinginan Sean. Meski dalam hati ia masih merasa tidak enak karena menyulitkan seseorang yang baru dikenalnya tak cukup dari satu hari.


"then rest. contact me if there is a problem (kalau begitu istirahatlah, hubungi aku jika ada masalah) " Ujar Sean sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan ketiganya