Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Keinginan Ray


"Ray" Panggil Keyrani berusaha membangunkan Ray yang masih terlelap


"Ngghh" Gumam Ray membuka perlahan matanya yang masih begitu berat karena semalam begadang


"Antar aku ke kampus" Pinta Keyrani masih menggoyang tubuh Ray agar segera bangun


"Bukannya kamu ngga ada kuliah?" Tanya Ray dengan suara baritonnya


"Aku mau ketemu Aaron sama Rian. Buruan banguuunnn" Jawab Keyrani menarik tubuh Ray


Dengan terpaksa Ray bangun menatap Keyrani yang kini sudah berpakaian rapi "Lama banget, buruan sana mandi" Pinta Keyrani mendorong tubuh Ray masuk ke dalam kamar mandi


"Key" Panggil Ray membuka kembali pintu kamar mandi membuat Keyrani berbalik kembali ke arahnya "Morning Kiss" Ucap Ray memanyunkan bibirnya dengan manja


Keyrani hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya kemudian menghampiri Ray dan mengecup bibirnya singkat kemudian segera berlari keluar kamar sembari memegang kedua wajahnya malu.


Sementara Ray hanya bisa tersenyum kemudian masuk kembali ke dalam kamar mandi.


Sejak keduanya berpacaran, sifat Ray semakin manja dan bahkan tidak segan melakukan kontak fisik kepada Keyrani meski hanya sekedar mencium dan memeluk Keyrani. Selebihnya Ray tetap menjaga batasannya mengingat keduanya masih dalam status berpacaran. Dan tidak ingin berbuat lebih sebelum keduanya menikah.


Karena menurutnya seorang pria sejati tidak akan pernah menyentuh ataupun melukai wanita yang disukainya hanya untuk memuaskan nafsu mereka semata.


...***...


Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi saat Keyrani tiba di kampus yang diantar oleh Ray yang juga tidak memiliki jadwal hari ini begitu pun dengan Keyrani.


Ray memilih berdiam diri di mobil menunggu Keyrani sembari memejamkan matanya. sementara Keyrani kini berjalan menuju ke fakultas hukum mencari Aaron maupun Rian di kelasnya.


"Maaf. Apa Aaron dan Rian ada?" Tanya Keyrani pada salah seorang mahasiswa yang baru saja berniat keluar dari kelas 


"Tidak ada. Sedari tadi keduanya belum datang" Jawab mahasiswa tersebut kemudian beranjak pergi meninggalkan Keyrani


Selama di perjalanan menuju kelas tadi, beberapa pasang mata menatap sinis ke arah Keyrani. Yang tentunya Keyrani sudah paham akan maksud dari tatapan mereka. Tatapan sinis sekaligus iri karena membuat dua orang yang bisa dibilang most wanted jurusan ilmu hukum berkelahi memperebutkan nya.


Tak kunjung mendapati keduanya, Keyrani yang berniat untuk pergi segera di cegat oleh Dafa yang kini memegang pundaknya menghentikan langkahnya.


"Key.. " Panggilnya kemudian


"Oh Dafa. Aaron sama Rian mana?" Tanya Keyrani saat berbalik menghadap Dafa


"Kita bicara di tempat lain" Tutur Dafa sebelum berjalan pergi diikuti oleh Keyrani dari belakang


Keduanya kemudian berhenti di taman belakang kampus dan duduk di kursi yang ada disana.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Dafa memulai pembicaraan


"Ini salahku. Aku benar-benar tidak tahu jika keduanya ternyata menaruh rasa kepadaku" Jawab Keyrani lirih


"Rian menyukaimu?" Tanya Rian sontak kaget karena pernyataan tersebut yang bahkan dirinya tidak menyadari akan perasaan Rian


"Itu benar. Kemarin saat aku membawanya ke UKS untuk mengobatinya. Rian mengakuinya kepadaku. Aku benar-benar syok dan bingung harus bereaksi seperti apa. Karena Aku hanya menganggap keduanya sebagai teman tidak lebih dan tidak akan pernah bisa lebih" Tutur Keyrani


Dafa menghela nafasnya bingung karena ternyata kedua sahabatnya menyukai orang yang sama. Yang bahkan sampai saat ini tidak ada dari keduanya yang membalas pesannya bahkan mengangkat telponnya.


"Apa yang harus aku lakukan Dafa. Aku menghancurkan persahabatan kalian. Aku bersalah. Tolong maafkan aku" Tutur Keyrani merasa bersalah sembari menundukkan kepalanya


"Tidak Key. Ini bukan salah kamu, berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Untuk sekarang mari pikirkan cara untuk membuat keduanya bertemu dan membicarakan baik-baik masalah ini" Ujar Dafa bersikap dewasa


"Tapi bagaimana? Keduanya bahkan tidak bisa dihubungi" Ujar Keyrani menghela nafasnya bingung


"Untuk sementara biarkan saja, keduanya tidak mungkin bolos untuk waktu yang lama" Tutur Dafa "Kamu tidak perlu khawatir aku akan segera menghubungimu jika ada kabar" Sambung Dafa bangkit dari duduknya sembari menepuk pundak Keyrani mencoba menghiburnya. Sebelum akhirnya Dafa beranjak pergi meninggalkan Keyrani yang kini masih menundukkan wajahnya.


...***...


"Bagaimana?" Tanya Ray membuka matanya saat Keyrani masuk ke dalam mobil


"Mereka tidak ada" Ujar Keyrani lirih


"Benar-benar bocah" Tukas Ray sedikit geram dengan sikap kekanak-kanakan keduanya


"Sudahlah. Antar aku pulang" Pinta Keyrani menyandarkan tubunya di kursi


"Pulang? Ini masih jam setengah 9 pagi dan kamu mau pulang" Celetuk Ray


"Terus mau kemana?" Tanya Keyrani


"Kamu sadar nggak sih, kita ini belum pernah kencan selama pacaran" Jawab Ray sedikit menuntut karena selama berpacaran keduanya belum pernah kencan sekali pun layaknya pasangan di luar sana yang setiap hari akan menghabiskan waktu berduaan di luar


Keyrani terkekeh mendengar penuturan Ray yang tidak terduga itu. Dirinya bahkan tidak pernah sekali pun memikirkan hal tersebut karena berfikir Ray tidak membutuhkan dan menyukai hal-hal seperti itu.


Karena saat pertama kali berpacaran, Keyrani sangat jarang melakukan kontak fisik dan sedikit cuek dengan hubungannya yang mungkin menjadi salah satu alasan mantannya memilih selingkuh dengan Saudara Tirinya Devi.


"Apa yang lucu?" Tanya Ray mengeryit kan dahinya bingung melihat Keyrani terkekeh


"Kamu" Jawab Keyrani kembali terkekeh "Jadi kamu ingin kencan?" Tanyanya kemudian yang membuat Ray mengangguk ke arahnya


"Oh My God. Mengapa dia begitu lucu. Kemana perginya dosen cuek dan kaku yang aku lihat dulu" Batin Keyrani gemes dengan sikap Ray


"Memang kamu pernah kencan?" Tanya Keyrani iseng


"Ehem" Ray berdehem sembari menoleh ke arah samping "Belum pernah" Ujarnya sedikit malu


"Sudah kuduga"  Sahut Keyrani


"Tapi kita bisa tetap berkencan. Dan lagi bukankah seharusnya kamu merasa senang karena orang pertama yang aku ajak kencan kamu" Imbuh Rian menoleh kembali ke arah Keyrani yang sedikit terkejut


"Iya-iya. Aku hanya bercanda. Jadi kita mau kemana? Nonton? Makan? Jalan-jalan?" Tanya Keyrani antusias


"Nonton?"


"Oke. Tapi kita makan dulu. Aku lapar tapi pagi belum sarapan kan" Pinta Keyrani memegang perutnya


"Baiklah" Ujer Ray setuju kemudian menyalakan mesin mobil dan melajukannya keluar dari parkiran kampus dan masuk ke jalan raya menuju ke sebuah kafe terdekat untuk mengisi perut kosong mereka


Mobil Ray berhenti di sebuah Kafe yang tak jauh dari kampus yang merupakan salah satu kafe langganan Keyrani.


"Aku Spaghetthi bolognese. Kamu?" Tutur Keyrani kemudian berbalik ke arah Ray


"Samain aja"


"Spaghetthinya sama ice lychee tea dua " Pesan Keyrani kepada karyawan kafe tersebut sebelum akhirnya duduk di kursi bersama dengan Ray


"Kamu sering kesini?" Tanya Ray memperhatikan sekitar yang tampak masih sepi


"Iya. Dulu sering bareng Jason"


Kening Ray seketika mengeryit mendengar nama pria lain yang juga merupakan  mantan Keyrani yang dulu pernah makan bersamanya di kafe tersebut "kamu mengajakku makan disini bukan karena dia kan?"


"Aku bukan orang yang hidup di masa lalu, jadi berhenti berfikir yang berlebihan, oke?" Tutur Keyrani meyakinkan Ray yang selalu saja cemburu


Padahal sudah jelas, Keyrani tidak akan bisa berpaling dari dirinya terutama memikirkan pria lain seperti Jason yang seorang buaya. Sementara dirinya memiliki pacar yang begitu tampan dan perhatian seperti Ray meski terkadang sifatnya terlalu posesif karena cemburu.