Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Menyesal?


"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa mereka menarik semua investasinya?" Bentak ayah Keyrani sembari melempar berkas yang ada ditangannya


Perusahaannya mengalami krisis, para investor menarik investasi mereka diikuti oleh para karyawan yang perlahan mulai mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.


"Apa mungkin bapak berselisih dengan seseorang?" Tanya karyawan tersebut ragu-ragu karena masalah seperti ini hanya akan terjadi karena ulah dari seseorang


Ayah Keyrani terdiam. Dirinya sama sekali tidak merasa bersiteru dengan orang lain dekat-dekat ini. Kecuali satu.. Ia bersiteru dengan anaknya Keyrani yang kini entah ada dimana sekarang karena ulah dirinya.


Ia kemudian mengangkat tangannya menyuruh karyawan tersebut keluar dari ruangannya sementara diringan duduk di kursi sembari memijit pelipisnya memikirkan semua masalah yang terjadi secara berurutan ini.


...***...


Setelah seharian di kantor mengurusi masalah investasi, Ayah Keyrani pulang ke rumah dengan harapan akan ada kabar dari Keyrani. Namun yang didapatnya justru bertolak belakang dengan apa yang dipikirkannya.


"Perusahaan kamu kenapa?" Tanya Ibu Tiri Keyrani menghampiri ayahnya saat tiba di rumah


"Semua investor menarik investasi mereka. Perusahaan aku terancam bangkrut" Jawab Ayah Keyrani sembari meletakkan tasnya di meja


"Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?" Tanyanya dengan nada kesal


"Berhenti bertanya terus, kepalaku pusing" Balas Ayah Keyrani memegang pelipisnya


"Tidak bisa. Kamu harus berfikir, perusahaan kamu tidak boleh bangkrut" Ujar Ibu tiri Keyrami dengan nada yang lebih ditinggikan


"Cukup" Teriak Ayah Keyrani berdiri dari duduknya dan menatap tajam kepada istrinya itu "Keyrani masih belum pulang kerumah dan kamu hanya memikirkan perusahaan saja" Bentaknya kemudian menunjuk istrinya itu


"Dia sudah dewasa, jadi tidak ada gunanya kamu mengkhawatirkannya. Seharusnya yang kamu khawatirkan itu perusahaan kamu. Mau hidup dari apa kalau perusahaan kamu bangkrut" Balas Ibu tiri Keyrani tak kalah dari suara ayahnya


"Tossy! Dia anak kandung aku. Seharusnya kamu lebih peduli terhadapnya" Emosi ayah Keyrani


"Dia sudah bukan anak kecil lagi Darel. Siapa yang tahu saat ini dia tengah bersama dengan laki-laki diluaran sana" Umpat Tossy balas menatap tajam ke arah suaminya itu


PLAK...


Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Tossy. Perkataan Tossy benar-benar membuat ayah Keyrani merasa emosi.


"Sepertinya aku salah karena mempercayai semua ucapanmu selama ini dan menyakiti putri kandungku sendiri" Geram ayah Keyranj menunjuk istrinya itu kemudian pergi meninggalkannya


Sementara itu, Devi yang sedari tadi hanya diam memperhatikan segera menghampiri ibunya yang kini memegang pipinya yang terasa berdenyut karena tamparan keras yang didapatnya.


"Apa yang terjadi Ma?" Tanya Devi kenapa Papa menampar Mama


"Ini semua gara-gara anak sialan itu. Ini pertama kalinya dia berani meninggikan suaranya dan bahkan menampar Mama" Tutur Tossy dengan nada kesal


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa anak sialan itu tidak pulang ke rumah?" Tanya Tossy kemudian kepada anaknya


"Sebenarnya dua hari yang lalu, Keyrani menamparku dan Papa melihatnya. Mereka bertengkar hebat sampai Papa menampar nya juga. Setelah itu, Keyrani pergi dari rumah. Aku pikir dia pergi ke rumah Ray namun ternyata Ia tidak ada disana. Mungkin karena itu Papa jadi marah" Jawab Devi mengingat kembali kejadian tempo hari yang merupakan salah dirinya


Devi hanya mengangguk mengikuti keinginan Ibunya. Kemudian naik ke kamarnya dan membereskan barang-barangnya. Begitu pun dengan Ibunya yang kini masuk ke dalam kamar dan meraih kopernya untuk membereskan barang-barangnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Ayah Keyrani saat keluar dari kamar mandi mendapati istrinya mengemasi barang-barangnya


"Pergi. Untuk apa aku tinggal dengan seseorang yang sudah hampir bangkrut sepertimu" Ujar Tossy sinis


"Jadi selama ini kamu tidak benar-benar mencintaiku dan hanya mencintai hartaku?" Geram Ayah Keyrani menarik tangan Tossy


"Apa lagi yang bisa diandalkan darimu jika perusahaanmu bangkrut! Aku tidak ingin hidup susah denganmu!" Ujar Tossy tajam kemudian menairk kopernya keluar dari rumah begitu pun Devi yang kini menunggu ibunya di dalam mobil


Mengetahui hal itu, kaki ayah Keyrani melemas. Dirinya masih belum tahu keadaan anak kandungnya dimana dan sekarang istrinya memutuskan pergi meninggalkannya disaat perusahaannya mengalami krisis.


Dirinya benar-benar menyesal karena tidak pernah memperdulikan perkataan Keyrani sedari dulu. Seketika ia tersadar, mengingat kembali saat Keyrani datang menghampirinya mengeluh akan sifat keras Tossy terhadapnya namun ia sama sekali tidak mempercayainya.


Apa ini yang dinamakan Karma. Karma karena telah melepas buah hatinya hanya untuk seorang wanita luar.


Penyesalan selalu datang terlambat dan inilah yang dirasakan ayah Keyrani sekarang. Dirinya keluar dari rumah menjalankan mobilnya menuju ke rumah Ibu Keyrani. Rumah yang selama belasan tahun ini tidak pernah diurusnya dan dibiarkan terlantar.


Sesampainya disana, Ayah Keyrani mendapati seorang pria duduk di depan rumah bersidekap.


"Ray?" Panggilnya ragu-ragu saat menghampirinya


Merasa di panggil, Ray bangkit dari duduknya dan menatap naas laki-laki yang ada dihadapannya itu. Laki-laki yang telah membuatnya berpisah dengan wanita yang dicintainya.


Tangannya seketika mengepal karena emosi, jika bukan karena melihat hubungan darah, mungkin Ray sudah melayangkan pisaunya ke arah laki-laki ini dan membunuhnya seperti yang dilakukannya selama ini.


"Dimana Keyrani?" Tanya Ayah Keyrani lengan Ray


"Kenapa kamu mencarinya? Dari mana saja kamu selama ini? Belum puas kamu menyakiti Keyrani, anak kandung kamu sendiri" Bentak Ray dengan sorot mata memerah karena emosi


"Apa maksud kamu?" Tanya ayah Keyrani mulai panik


"Dari sejak Keyrani melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu, Kamu sudah tidak pantas disebut sebagai seorang ayah" Ujar Ray tajam kemudian masuk ke dalam mobil meninggalkan ayah Keyrani yang kini terperanjak kaget dengan ucapan Ray barusan


...***...


Sementara itu disisi lain, Keyrani masih belum sadarkan diri. Akibat kecelakaan yang dialaminya, Keyrani mengalami benturan keras pada bagian kepalanya hingga menyebabkan pendarahan dan penggumpalan darah di bagian otaknya. sehingga menyebabkannya terbaring di rumah sakit karena mengalami gangguan kesadaran yakni koma. Kondisi disaat pasien sadar namun tidak responsif.


Hal ini membuat Jeri semakin cemas karena Keyrani tak kunjung sadar. Dirinya diliputi rasa takut akan kehilangan gadis kecilnya itu.


Semua dokter terbaik telah ia kerahkan sejauh ini, dirinya sengaja membawa Keyrani untuk melakukan operasi di luar negeri, mempercayakan gadis kecilnya itu pada dokter yang dipercayainya. Namun kondisi Keyrani masih belum dapat dipastikan jika Keyrani masih dalam keadaan koma.


"Seharusnya aku tidak membiarkanmu tinggal dengan orang egois itu Key" Ujar Jeri lirih sembari menggenggam tangan gadis kecilnya itu erat