Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Risih


Setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam di taman belakang, Ray kembali masuk ke dalam rumah. Dengan pakaian yang kini sudah basah karena keringat yang kini membasahi tubuhnya.


Ray kemudian berjalan menuju kulkas dan membukanya. Setelah itu meraih salah satu botol air dan meminumnya sembari berjalan, berniat naik ke kamarnya untuk mandi.


Hingga kemudian, langkahnya berhenti di dekat tangga saat melihat Keyrani bersama dengan Jeri duduk di tepi kolam.


Meski penasaran dengan apa yang dibicarakan keduanya. Ray memutuskan untuk tidak mengganggu keduanya dan melanjutkan langkahnya naik ke atas kamarnya.


...***...


Sementara itu Keyrani dan Jeri seperti yang dilihat Ray masih dengan posisi yang sama yakni duduk bersandar di depan kolam renang.


Keduanya membahas berbagai macam hal tanpa berhenti hingga kemudian Jeri berpindah pada topik saat dirinya pergi ke Negara S.


"Apa yang terjadi saat aku pergi?" Tanya Jeri kemudian


"Hm? Maksud kamu?" Tanya Keyrani tidak mengerti


"Bukankah kamu ke Negara K. Kamu tidak berfikir aku tidak mengetahuinya bukan?"


Keyrani menghela nafasnya pasrah. Apa yang dikatakan Jeri benar, tidak mungkin bagi dirinya untuk tidak mengetahui apa yang dilakukannya. Mengingat ia menggunakan cara yang diajarkan oleh Jeri untuk memblokir akses Ray.


"Aku hanya liburan, tidak ada yang spesial" Jawab Keyrani bersikap santai


"Yakin?" Tanya Jeri tidak percaya begitu saja


"Sebenarnya aku kesal dengan Alana pada awalnya dan kebetulan ada konser. Jadinya aku memilih pergi sekaligus menenangkan pikiran, taunya malah tambah rumit masalahnya" Jawab Keyrani pada akhirnya


Jeri tersenyum kecil mengejek sifat Keyrani yang ternyata bisa cemburu juga.


"Kenapa kamu tertawa? Kamu mengejekku?" Tanya Keyrani mencubit lengan Jeri yang kini semakin tertawa mengejeknya


"Akkhh.. Sakit Key.. " Ringis Jeri karena cubitan Keyrani yang terasa menyengat mengingat ia hanya mengambil sedikit kulitnya saja


"Ngeselin sih jadi orang.. " Imbuh Keyrani melepas cubitan nya


"Lagian kamu tidak berhak menertawai kisah asmara aku, karena kamu lebih parah yang bahkan tidak punya pacar apalagi gebetan" Sindir Keyrani to the point


"Siapa bilang aku tidak punya gebetan.. " Imbuh Jeri tidak terima


"Emang punya? Siapa coba?"


"Ada lah pokoknya, kamu nggak usah tahu" Jawab Jeri sedikit tergagap membuat Keyrani semakin tertawa mengejeknya


"Ohh.. Kalau jadian, jangan lupa pajak jadiannya" Celetuk Keyrani menepuk pundak Jeri


Mendengar penuturan Keyrani, Jeri tiba-tiba saja teringat "Bukannya kamu juga belum memberiku pajak jadian?" Tanya Jeri menunjuk Keyrani


"Ahhh.... " Kedua mata Keyrani bergetar mendengar penyataan Jeri, niatnya untuk mengerjainya malah berbalik pada dirinya


"Iyakan..? Hahahahaha.. Bisa-bisanya aku lupa" Balas Jeri dengan smirk nya


"Iya-iya. Besok aku traktir" Putus Keyrani tidak ingin berlarut-larut dengan ejekan Jeri


"Oke... Tempatnya aku yang nentuin" Ujar Jeri kegirangan


"Tempatnya harus tahu diri.. " Imbuh Keyrani mengingatkan jika dirinya masih seorang mahasiswa dan belum memiliki pekerjaan jika saja Jeri memilih restoran mewah mengingat sifatnya yang selalu mengerjainya


"Apa yang kamu khawatirkan, bahkan jika kamu ingin membeli restorannya. Ray akan langsung mengabulkannya" Ujar Jeri santai tidak perduli dengan peringatan Keyrani


"Harus tahu diri, oke?"


"Hmmm.. " Angguk Jeri kemudian


...***...


Di sisi lain, Ray yang baru saja selesai mandi dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya dan tangan mengusap rambutnya yang basah berjalan ke arah jendela saat mendengar suara tertawa dari Keyrani dan Jeri.


"Apa yang mereka bahas begitu heboh seperti itu?" Gumam Ray sedikit risih melihat kedekatan keduanya meski keduanya memiliki hubungan paman dan ponakan tapi tetap saja ia masih sering merasa cemburu akan kedekatan keduanya


Khususnya saat keduanya melakukan skinsip dengan begitu santainya seperti berpelukan, yang benar-benar membuat Ray risih akan hal itu.


Ray kemudian berbalik dan berjalan ke arah lemarinya dan mengambil sepasang piyama untuk digunakannya.


"Di luar pasti dingin, bagaimana bisa dia mengajak Keyrani duduk di luar saat dia belum benar-benar sembuh" Ujar Ray merutuki Jeri sembari mengenakan celana dan bajunya


Setelah mengenakan piyama dengan terburu-buru, Ray kembali berdiri di jendela memperhatikan keduanya.


"Apa tempat duduk itu memiliki lem, kenapa mereka begitu betah disana" Gerutu Ray kembali sembari berjalan mondar mandir dengan pandangan yang tidak teralihkan


"Sebaiknya aku menghampiri mereka, ini tidak baik untuk kesehatan Keyrani" Putus Ray pada akhirnya kemudian berjalan keluar dari kamar


Namun tepat saat Ray berbalik, Keyrani dan Jeri ternyata juga ikut berdiri. Membuat ketiganya secara tanpa sengaja bertemu di tangga saat Ray menuruni tangga.


"Kamu mau kemana?" Tanya Keyrani saat ketiganya berpapasan


"Hmm, aku mencarimu dari tadi" Ujar Ray beralasan


"Oh.. Aku di kolam renang bersama Jeri" Balas Keyrani berbalik menunjuk kolam renang


"Aku duluan" Ujar Jeri menepuk pundak Keyrani kemudian berjalan naik menuju ke kamarnya


"Ayo" Ajak Keyrani kemudian sembari merangkul lengan Ray naik ke atas


"Tidurlah denganku" Pinta Ray mencegah Keyrani saat berniat masuk ke kamarnya


"Bagaimana dengan Alana?" Tanya Keyrani menunjuk kamarnya


"Kamu bisa kembali saat pagi. Oke?" Bujuk Ray bersikap manja sembari memeluk Keyrani dari belakang dengan kepala bersandar di pundak Keyrani


Keyrani kemudian membuka pintu kamarnya sedikit untuk melihat apakah Alana sudah tertidur atau tidak. Dan ternyata Alana sudah tertidur, yang bahkan lampu di kamarnya juga sudah dimatikan.


"Baiklah" Putih Keyrani pada akhirnya setelah menutup pelan pintu kamarnya


Keduanya kemudian masuk ke dalam kamar Ray. Dengan Ray yang kini tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena Keyrani menyetujui ajakannya.


Ray mematikan lampu di kamarnya kemudian ikut naik berbaring di kasur dekat Keyrani.


"Apa yang kamu bicarakan dengan Jeri?" Tanya Ray tiba-tiba


Keyrani kemudian memutar tubuhnya berhadapan dengan Ray "Sebenarnya tidak ada yang spesial. Kami hanya berbicara random" Jawab Keyrani bingung harus menjawab apa karena memang ia dan Jeri hanya berbicara random


"Kamu terlihat begitu bahagia saat bersama dengannya" Ujar Ray cemburu


"Iya. Aku memang sangat nyaman bersamanya" Imbuh Keyrani mengingat lama persahabatannya dengan Jeri sebelum ia menjadi pamannya tiba-tiba


Raut wajah Ray seketika berubah mendengar penuturan Keyrani. Yang sepertinya tidak bisa dilihat oleh Keyrani karena ruangan yang gelap.


"Kamu tidak sedang cemburu kan?" Tanya Keyrani yang sudah sangat mengenal sifat Ray


"Jadi kenapa kalau kamu nyaman dengannya. Pada akhirnya kamu akan bersama denganku" Imbuh Ray berusaha menenangkan diri sendiri


Keyrani hanya tersenyum kemudian semakin mendekatkan dirinya pada Ray. Keyrani berhenti tepat di dada Ray. Tangannya kini naik mengusap dan bermain di dada Ray.


"Key.. Aku ini seorang pria" Ujar Ray tiba-tiba


"Hmmm.. " Gumam Keyrani tidak perduli dan kembali bermain di dada Ray dan sesekali menciumnya


Hingga kemudian Ray membawa tubuh Keyrani berada di bawahnya. Ray menatap wajah Keyrani yang tampak remang, sementara Keyrani masih sama seperti tadi yakni mengelus dada Ray.


Ray menghela nafasnya gusar dengan mata tertutup berusaha mengontrol diri sendiri. Hingga sepersekian detik kemudian, Keyrani naik mengecup bibirnya.


Dengan satu tarikan nafasnya, Ray akhirnya membalas kecupan Keyrani dengan mencium bibir Keyrani liar yang sudah sedari tadi ditahannya saat Keyrani menggodanya.