Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Surprise


"Memperbarui janji?" Gumam Keyrani bingung dengan maksud perkataan Ray yang saat ini sibuk berbicara dengan karyawan toko tersebut


Keyrani memperhatikan sekitar toko yang dipenuhi berbagai alat, salah satunya alat ukir logam pada masing-masing meja yang ada di ruangan tersebut.


Setelah memperhatikan seisi ruangan, Keyrani kembali menghampiri Ray yang kini memegang kotak perhiasan di tangannya.


"Apa itu?" Tanya Keyrani penasaran sembari menunjuk kotak dengan ukuran unik di luarnya


Ray tidak menjawab namun menarik tangan Keyrani duduk di salah satu meja yang ada di ruangan. Kemudian membuka kotak tersebut yang ternyata berisi dua cincin berwarna perak. Mengeluarkan salah satu cincin dan menyerahkannya pada Keyrani.


Keyrani memiringkan kepalanya bingung sembari memperhatikan cincin polos di tangannya itu.


"Ini cincin ukir, Kamu bisa mengukir nama atau apapun di atasnya dengan menggunakan alat ini" Tutur Ray yang akhirnya menjelaskan maksud dan tujuannya mendatangi toko tersebut


"Jadi ini namanya Engrave It Pen, kamu bisa menekan tombol ini untuk mulai mengukir pada cincin" Sambung Ray menjelaskan alat berwarna putih biru yang terlihat seperti pulpen itu


"Oh, ternyata untuk mengukir" Ujar Keyrani paham dan meraih alat tersebut "Kalau begitu Aku akan mengukir di bagian dalam cincin ini" Ujar Keyrani sembari menghidupkan alat tersebut dan memulai mengukir


Begitu pun dengan Ray yang juga sudah mulai mengukir, mengingat dirinya sudah mengerti cara kerjanya.


Keduanya sibuk mengukir cincin masing-masing hingga tidak berbicara bahkan menoleh ke arah yang lain.


Hingga tak berselang lama kemudian, Keyrani menoleh dan mengintip cincin Ray penasaran dengan apa yang diukirnya. Namun dengan sigap Ray menyembunyikannya dari Keyrani. Membuat Keyrani berenggut dan memanyunkan bibirnya karena penasaran.


Keyrani memperhatikan kembali cincin yang baru saja di ukirnya itu, tak butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikannya karena nama yang di ukirnya hanya terdiri dari tiga huruf saja.


Meski Keyrani tidak mengetahui nama siapa yang diukir Ray pada cincinnya, Ia tetap memutuskan untuk mengukir nama Ray pada cincinnya dan berniat untuk menghadiahkan nya padanya.


"Belum selesai?" Tanya Keyrani kembali penasaran


"Sudah" Jawab Ray sembari meniup cincin tersebut membersihkannya dari sisa-sisa ukirannya


Hingga kemudian tanpa aba-aba apapun Keyrani menyerahkan cincin yang di ukirnya tadi pada Ray.


"Untukmu" Ujar Keyrani


"Untukku?" Ujar Ray menunjuk dirinya


"Iya. Aku bahkan mengukir namamu disini" Tutur Keyrani memperlihatkan ukiran nama Ray pada cincin tersebut


Ray kemudian meraih cincin tersebut memperhatikan ukiran yang dibuat Keyrani. Sebuah nama dan tak lupa ia menambahkan sebuah bentuk love setelahnya membuat Ray segera menatap ke arah Keyrani berniat untuk bertanya namun segera terpotong karena Keyrani mendahuluinya berbicara.


"Aku menyukaimu" Tutur Keyrani to the point dan menatap Ray dengan wajah seriusnya


"Key.. " Sebut Ray balas menatap Keyrani


"Apa? Aku serius. Aku benar-benar menyukaimu bukan sebagai seorang sahabat atau teman. Aku menginginkan lebih" Tutur Keyrani memperjelas maksudnya


Ray menghela nafasnya panjang sembari menatap gadis di hadapannya ini. Ia tidak menyangka akan mendapat pengakuan mengejutkan dari Keyrani.


Dengan segera Ia meraih tangan Keyrani dan menariknya keluar dari toko tersebut dan masuk ke dalam mobil.


"Loh? Kita mau kemana?" Tanya Keyrani bingung saat berada di dalam mobil namun tidak mendapat jawaban apapun dari Ray


"Apa jangan-jangan dia marah karena pengakuan mendadak ku? Atau karena dia tidak suka denganku?" Batin Keyrani memikirkan sikap Ray yang sedari tadi diam dan tidak merespon pengakuannya


Sementara Ray fokus mengemudikan mobilnya yang kini melaju dengan cepat di jalanan.


"Ini kenapa malah pulang?" Batin Keyrani semakin bingung dengan Ray saat ini


Mobil Ray berhenti tepat di depan rumah. Dengan sigap Ray turun dari mobil diikuti Keyrani dengan segala pertanyaan di pikirannya saat ini.


Ray segera meraih tangan Keyrani dan menariknya berjalan menuju ke arah dapur dan keluar melewati pintu ke halaman belakang.


Tangan Keyrani naik menutup mulutnya tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya saat ini. Sementara Ray menggaruk gusar rambutnya karena rencananya yang tidak berjalan dengan lancar.


"Kamu menyiapkan semua ini?" Tanya Keyrani berjalan mengikuti terowongan bunga yang dilengkapi dengan lampu kerlap-kerlip yang mengelilingi


Ray hanya mengangguk pasrah dan menuntun Keyrani menuju ke ujung terowongan tersebut. Sebuah meja yang dilengkapi dengan lilin dan bunga mawar merah di atas meja dengan piring dan sendok yang tertata dengan rapi.


"Kamu sudah tahu salah kamu dimana?" Tanya Ray


"Salah?" Tanya Keyrani kembali karena dirinya tidak merasa punya salah


Ray menghela nafasnya panjang kemudian duduk di salah satu kursi "Hari ini aku sengaja mengajakmu mengukir cincin, karena aku berniat mengutarakan perasaanku padamu malam ini. Tapi apa yang terjadi? Kamu justru dengan polosnya menyatakan cinta terlebih dahulu membuat semua rencanaku gagal" Ujar Ray cemberut


Keyrani kembali menutup mulutnya tidak percaya dengan pendengarannya saat ini. Ia tidak tahu jika ternyata Ray bisa se romantis ini padanya.


"Kalau begitu anggap aku tidak pernah mengatakannya" Seru Keyrani sembari memegang lengan Ray mencoba bersikap manis


"Bisa gitu?" Tanya Ray memandang Keyrani


"Iya. Ayo kembali ke dalam" Ujar Keyrani antusias karena tidak menyangka bahwa Ray sudah menyiapkan kejutan untuknya


Keduanya kemudian kembali ke dapur "Tutup mata kamu" Pinta Ray sembari menutup mata menggunakan tangannya meski Keyrani sudah menutup sendiri matanya.


Ray menuntun Keyrani keluar melewati terowongan-terowongan bunga yang dibuatnya. Hingga kemudian tiba di meja makan, Ray membuka tangannya, meraih sebuah kotak dari sakunya dan berjongkok di depan Keyrani.


"Aku mencintaimu, Keyrani Theresia Putri" Tutur Ray sembari membuka kotak cincin yang tadi dibuatnya


Keyrani membuka matanya, memandang Ray yang kini berlutut di hadapannya. Tangannya kembali naik menutup wajahnya yang kini merona karena perlakuan Ray yang begitu romantis meski sudah bukan menjadi kejutan lagi.


Ray kemudian meraih tangan Keyrani dan memakaikan cincin perak tersebut "Aku mencintaimu Key" Ujar nya kembali


"Aku juga mencintaimu" Jawab Keyrani senang


Mendengar ucapan Keyrani, Ray segera berdiri memeluk tubuh Keyrani. Meski ada sedikit rasa kecewa karena Keyrani mencuri start yang seharusnya dilakukannya.


"Jadi sekarang kita berpacaran" Tutur Keyrani masih dengan sifat to the pointnya


"Lagi-lagi kamu mendahuluiku" Ujar Ray kemudian melepas pelukannya dan meraih tengkuk wajah Keyrani mengecup pelan Kening dan Hidung Keyrani membuat wajah Keyrani memerah seketika karena malu


"Ayo duduk" Pinta Ray menarik kursi untuk Keyrani kemudian berpindah ke sisi sebelah dan duduk


Ray menepuk tangannya memberi isyarat pada pelayannya untuk menyajikan makanan yang telah di siapkannya.


"Wooaahhh..." Kagum Keyrani memperhatikan makanan yang disajikan pelayan tersebut


Keduanya kemudian mengangkat gelas anggur dan menyatukannya "Cherrss" Ujar keduanya bersamaan kemudian mencicipi anggur tersebut


Meski surprise yang dibuat Ray gagal, namun makan malam keduanya tetap berjalan dengan begitu romantis dan so sweet tanpa adanya kecanggungan yang tidak berarti diantara keduanya.