Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Undangan


Setelah pertemuannya dengan Jeri tadi, Ray menghentikan pekerjaannya dan memilih pulang karena ia tiba-tiba saja ingin bertemu dengan Keyrani yang sudah pulang sejak tadi karena sudah tidak memiliki jadwal perkuliahan lagi.


"Oh Pak Ray.. " Sapa Rani yang baru saja menuruni tangga dan berpapasan dengan Ray yang berniat ke lantai atas setelah tidak mendapati Keyrani di kamar bawah


"Keyrani mana?" Tanya Ray


"Key.. Hmm.. Diatas.. " Jawab Rani terbata membuat Ray heran seolah ada sesuatu yang terjadi dan tidak ingin diketahui olehnya


"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Ray cemas kemudian berlari naik ke lantai atas tanpa mendengar jawaban dari Rani


"Itu.. Aduh.. Selamatkan dirimu sendiri Key" Ujar Rani menghela nafasnya pasrah kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuruni tangga


Sementara itu, Ray yang sudah tiba di lantai atas segera mencari keberadaan Keyrani. Hingga kemudian, Samar-samar ia mendengar suara Keyrani tengah berbicara. Namun ada yang berbeda, pendengarannya bukan hanya menangkap suara Keyrani tapi terdapat juga suara seorang pria..


"Key.. " Panggilnya dengan cepat menghampiri Keyrani yang saat itu masih berada di balkon


"Ray.. " Ucap Keyrani kaget sembari menutup ponselnya di meja seolah menyembunyikan sesuatu


"Siapa? Kenapa kamu kaget begitu?" Tanya Ray mulai curiga dan perlahan mendekati Keyrani


"Itu.. " Belum sempat Keyrani menjawabnya, Ray sudah dengan cepat merebut ponsel Keyrani


"Sean?" Ucap Ray dengan rahang mengeras karena ternyata orang yang tengah ditemani Keyrani berbicara adalah Sean


Tak lain adalah pria yang membuatnya begitu cemburu karena kedekatakannya dengan Keyrani selama berada di Negara K dulu.


"Kalian masih sering berhubungan?" Tanya Ray yang kini perlahan mulai emosi


"Bagaimana kalau kamu duduk dulu" Pinta Keyrani berusaha membujuk Ray sebelum emosinya memuncak


"Sekarang jelaskan" Ucap Ray tegas setelah duduk di kursi mengikuti permintaan Keyrani


"Aku dan Sean memang masih saling berhubungan"


Mendengar hal itu, Ray kembali berdiri dengan tangan di pinggangnya dan raut wajah kesal.


"Dengar dulu oke?" Pinta Keyrani berusaha menenangkan Ray meski dirasanya percuma karena Ray sudah terlanjur emosi


"Sean akan menikah" Ujar Keyrani pada akhirnya membuat Ray seketika merubah raut wajahnya


"Menikah?"


"Iya. Sejak kembali dari negara K. Aku dan dia memang sering berhubungan karena dia tiba-tiba menghubungiku bahwa dia akan menikah"


"Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Bukankah dia menyukaimu, bagaimana bisa dia tiba-tiba menikah"


"Aku nggak tau, dia janji akan menceritakan semuanya padaku saat kita bertemu"


"Bertemu?"


"Iya. Pernikahannya akan berlangsung 1 minggu lagi, untuk itu dia mengundang kita kesana" Ujar Keyrani menjelaskan


Mendengar hal itu, raut wajah Ray seketika berubah. Meski dalam hatinya masih terdapat kejangalan karena Sean tiba-tiba saja menikah.  Masih dengan begitu jelas tertanam di ingatannya, tatapan dari Sean saat keduanya bertengkar dulu. Hanya dengan tatapan itu, Ray sudah paham jika Sean benar-benar menaruh hati pada Keyrani.


Meski begitu, Ray tetap merasa senang. Salah satu saingannya menghilang satu meski ia sudah tidak terlalu perduli lagi karena hubungannya dengan Keyrani sudah membaik.


"Baiklah. Kita akan kesana, sesuai dengan keinginanmu" Putus Ray pada akhirnya mengiyakan ajakan Keyrani


"Karena kamu sudah setuju, aku akan pergi sekarang" Ujar Keyrani bangkit dari duduknya


"Pergi?" Tanya Ray mencegah Keyrani


"Hmm.. Aku ingin ke kampus dan memberitahu yang lainnya" Jawab Keyrani


"Tapi kan bisa lewat telepon"


"Tidak. Aku ingin bertemu langsung. Lagi pula, aku bosan tinggal di rumah" Imbuh Keyrani memelas


"Kalau begitu aku ikut denganmu" Putus Ray ikut berdiri dan merangkul pundak Keyrani


"Nggak. Ayo" Balas Ray dengan smirk kemudian berjalan sembari merangkul Keyrani turun ke bawah


...***...


Setelah 20 menit perjalanan, Keyrani dan Ray kini tiba kembali di kampus untuk yang kedua kalinya.


"Aku akak ke kantin, sepertinya yang lainnya berada disana. Bagaimana denganmu?" Tanya Keyrani merasa tidak enak karena meninggalkan Ray sendiri


"Aku akan menunggumu di ruangan" Jawab Ray meraih tengkuk Keyrani kemudian mengecup pelan keningnya


"Tapi jangan lama. Kalau sudah selesai, langsung temui aku" Sambung Ray memperingati


"Iya.. Iya.. Aku pergi" Ucap Keyrani tersenyum singkat kemudian turun dari mobil


Ray hanya menghela nafasnya pasrah. Kemudian ikut turun dari mobil bersiap menuju ke ruangannya.


Sementara Keyrani kini berjalan santai menuju ke kantin, dengan harapan yang lainnya masih berada disana. Mengingat waktu sekarang masih waktu istirahat.


"Key? Bukankah kamu sudah pulang?" Tanya Dafa heran melihat Keyrani


"Hmm... Aku balik lagi" Jawab Keyrani sembari duduk di kursi


"Balik? Kenapa? Kamu ada kuliah?" Tanyanya kembali


"Ada yang ingin ku bicarakan. Yang lain mana?" Tanya Keyrani mencari keberadaan Aaron dan Lisa


"Oh, itu disana. Dari tadi muak banget liat kelakuan mereka berdua" Kesal Dafa menunjuk ke arah meja yang tak jauh dari tempatnya berada tanpa menoleh sedikitpun


Keyrani hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum singkat karena ia tahu dirinya tak jauh berbeda dengan kebucinan Aaron dan Lisa.


Keyrani kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri keduanya.


"Bucinnya bisa ditunda dulu nggak? Ada yang mau aku bicarakan" Ucap Keyrani menyela keduanya


"Key? Kamu balik?" Tanya Lisa kaget melihat Keyrani


Keyrani tidak menjawab dan hanya menghela nafasnya kemudian melekang pergi menuju ke mejanya kembali diikuti oleh Aaron dan Lisa dari belakang.


"Jadi apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Dafa kembali penasaran


"Sean akan menikah" Jawab Keyrani singkat


"Menikah? Serius? Bukannya dia?" Kaget Lisa tidak percaya


"Iya dia akan menikah dan dia ingin kita hadir di nikahannya" Sambung Keyrani


"Tunggu.. Tunggu.. Sean? Dia siapa?" Tanya Aaron tidak mengerti dengan pembahasan keduanya begitupun dengan Dafa


"Kemarin kita bertiga ke negara K dan selama disana dia yang membantu mengurus semua keperluan kita" Jawab Keyrani


"Lebih tepatnya dia menyukaimu" Ejek Lisa membuat Keyrani sontak memukul lengannya


"Intinya dia akan menikah dan dia mau kita hadir disana. Aku juga sudah bicara sama Ray dan Rani. Mereka setuju untuk ikut"


"Tidak perlu ditanya lagi. Aku pasti akan datang" Jawab Lisa tanpa basa basi


"Kalian?" Tanya Keyrani menatap Aaron dan Dafa bergantian


"A..aku juga akan ikut" Putus Aaron karena Lisa juga ikut


"Hmm.. Kalau dia teman kamu. Berarti dia juga teman aku. Aku akan ikut" Jawab Dafa kemudian "


"Kalau begitu, persiapkan keperluan kalian. Besok kita akan berangkat. Untuk keperluan selama disana, kalian tidak perlu khawatir karena Sean yang akan menyiapkannya" Ucap Keyrani


"Besok? Secepat itu?" Kaget ketiganya yang hanya diangguki oleh Keyrani


"Kalau begitu aku pergi. Aku juga harus mengajak Rian dan Alana" Imbuh Keyrani bangkit dan berjalan pergi meninggalkan ketiganya yang masih duduk mematung di meja kebingungan