Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Perlahan Berubah


Waktu menunjukkan pukul 9 malam saat mobil Ray tiba di depan rumah Keyrani.


"Mungkin sebaiknya aku ikut denganmu" Ujar Ray khawatir jika saja ayah Keyrani memarahinya


"Tidak perlu, pulangah istirahat. Biar aku yang menjelaskan pada Papa" Ujar Keyrani mencoba menenangkan


"Baiklah. Kabari aku jika terjadi sesuatu"


"Iya. Kamu hati-hati pulangnya" Ujar Keyrani sebelum akhirnya turun dari mobil


Ray kembali melajukan mobilnya saat Keyrani masuk ke dalam rumah. Sementara Keyrani sesuai dengan prediksinya, Ayahnya kini berada di ruang tamu menunggu kedatangannya.


"Pa.." Panggil Keyrani menghampiri ayahnya terlebih dahulu


"Kamu dari mana?" Tanya Ayahnya to the point


"Rumah Ray" Jawab Keyrani jujur


"Jujur sama Papa, kamu ada hubungan kan sama dia?"


"Aku sama Ray cuma temenan, tapi untuk kedepannya Keyrani belum tahu"


"Maksud kamu?" Tanya Ayah Keyrani kemudian menatap putrinya


"Aku menyukainya"


"Kamu yakin?" Tanya Ayah Keyrani memastikan perasaan putrinya


"Iya. Aku yakin" Ujar Keyrani yakin "Papa tidak marah?" Bingung Keyrani karena yang apa yang dipikirannya saat ini ayahnya akan memarahinya karena berani bermalam di rumah seorang pria


"Untuk apa Papa marah. Papa percaya kamu tahu batasan dan tidak akan berbuat hal yang mempermalukan Papa" Jawab Ayah Keyrani


Perasaan Keyrani terenyuh mendengar penuturan ayahnya. Seorang ayah yang selama ini dibencinya karena tidak pernah percaya dengan perkataannya kini mengatakan kata percaya pada dirinya.


Jika bukan karena kedatangan Ibu tirinya mungkin saat ini hubungannya dengan ayahnya akan baik-baik saja tidak seperti saat ini.


"Bagaimana jika ayah juga meninggalkanku karena Ibu tiriku" Batin Keyrani mengingat kembali perkataan Ray tentang ibu tirinya yang tega mencelakai ayahnya Namun Keyrani segera menggelengkan kepalanya, berusaha membuyarkan lamunannya itu.


"Kalau begitu Aku naik dulu Pa" Ujar Keyrani kemudian beranjak pergi menuju ke kamarnya


Keyrani yang baru saja tiba di kamarnya, Tiba-tiba dihadang oleh Devi di pintu kamarnya.


"Dari mana saja kamu?" Tanya Devi penasaran


"Bukan urusan kamu, minggir sana" Jawab Keyrani dengan sinis kemudian mendorong tubuh Devi menjauh dari kamarnya "Don't Disturb" Tekan Keyrani sembari menunjuk tulisan pada pintu kamarnya


"Huh..." Geram Devi kemudian beranjak pergi sembari menghentakkan kakinya karena kesal


Sementara itu, Keyrani yang baru saja masuk langsung melempar tubuhnya di kasur. Kemudian meraih ponselnya berniat menghubungi Ray.


Keyrani:


Kamu sudah sampai?


^^^Ray:^^^


^^^Iya. Bagaimana denganmu? Apakah ayahmu memarahimu?^^^


Keyrani:


Tidak. Ayahku tidak marah sama sekali


^^^Ray:^^^


^^^Baguslah. Istirahatlah! Besok aku akan menjemputmu ke kampus^^^


Keyrani:


Setelah percakapannya berakhir Keyrani segera bangkit kemudian berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sebelum tidur.


Tak berselang lama, Keyrani keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama hitamnya. Awalnya ia berniat tidur, namun tiba-tiba ia meraih ponselnya dan mengecek instagramnya.


Sudah lama sejak ia membuka instagram, Ia sedikit penasaran dengan kabar idol-idol kesukaannya. Sepertinya ia benar-benar melupakannya akhir-akhir ini.


Keyrani meng scroll layar ponselnya. Membaca setiap berita terkini yang muncul hingga kemudian nama Ray tiba-tiba muncul di layar berandanya. Ray baru saja memposting foto kalung dengan lambang kunci. Yang merupakan kalung pemberian dari Keyrani saat kecil dulu.


"Kenapa dia begitu romantis? Kami bahkan belum berpacaran" Gumam Keyrani malu-malu. Rasanya saat ini dirinya akan melompat kegirangan hanya karena postingan dari Ray


"Tapi apa kami akan berpacaran? Kami bahkan tidur seranjang kemarin" Gumam Keyrani menutup wajahnya dengan tangan sembari mengingat kembali dirinya yang tidur bersama Ray "Astaga.. Apa yang aku pikirkan" Ujar Keyrani sadar sembari memukul kepalanya


"Sebaiknya aku segera tidur" Ujar nya kemudian menarik selimut menutupi dirinya untuk tidur sebelum dirinya berfikir yang tidak-tidak


...***...


Keesokan harinya, Keyrani berangkat ke kampus dengan dijemput oleh Ray. Karena dirinya memang tidak ingin mengendarai mobil. Sementara motornya masih berada di bengkel.


"Bagaimana aku harus memanggilmu? Ray? Brian?" Tanya Keyrani menoleh menatap ke arah Ray yang saat ini tengah sibuk mengemudikan mobilnya


"Terserah kamu, tapi jika bisa aku menyarankan untuk tetap memanggilku Ray" Jawab Ray


"Baiklah. Kalau begitu aku akan tetap memanggilmu Ray" Tutur Keyrani antusias


Ray hanya tersenyum melihat tingkah Keyrani yang kini kembali seperti semula. Ada rasa lega dalam hatinya karena kini ia tidak harus berbohong lagi kepada sahabat kecilnya.


Tak berselang lama, keduanya tiba di kampus "Aku pergi dulu, pulang nanti tidak perlu menungguku karena aku ingin ke bengkel" Ujar Keyrani sebelum turun dari mobil


"Baiklah" Jawab Ray


Keyrani turun terlebih dahulu dari mobil sebelum akhirnya Ray. Karena identitas keduanya yang merupakan seorang dosen dan mahasiswa.


Pagi ini, Keyrani tidak langsung menuju ke kelas. Karena masih ada 1 jam sebelum kelasnya dimulai. Jadi ia memutuskan pergi ke kantin untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.


Selama di perjalanan menuju kantin, ada yang berbeda dari mahasiswa lainnya khususnya teman kelasnya. Sudah ada beberapa mahasiswa yang tersenyum ke arahnya. Dan tentu saja Keyrani hanya membalas mereka dengan senyumnya meski sedikit dipaksakan.


"Sepertinya ada yang aneh" Batin Keyrani memiringkan kepalanya bingung


Tak berselang lama, Keyrani kemudian tiba di kantin dan segera memesan nasi goreng dan satu es teh. Setelah itu berjalan menuju ke sebuah meja yang kosong.


Sekali lagi seorang mahasiswa tersenyum ke arahnya menambah rasa bingung Keyrani. Hingga kemudian, Rani teman sekelas Keyrani yang juga merupakan wakil ketua kelasnya datang menyapanya.


"Key.." Sapa Rani sembari tersenyum


"Ohh.. Rani?" Sebut Keyrani kurang yakin


"Iya. Ternyata kamu mengingat namaku" Ujar Rani senang karena Keyrani tidak melupakan dirinya "Aku perhatikan sedari tadi terlihat bingung, apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Rani yang kini duduk di depan Keyrani


"Tidak. Hanya saja aku merasa aneh dengan mahasiswa lainnya. Aku baru saja tiba di kampus dan mereka tiba-tiba tersenyum kepadaku" Tutur Keyrani memperhatikan mahasiswa lainnya "Apa mungkin ada sesuatu di wajahku?" Sambung Keyrani mengerutka dahinya


Rani tertawa kecil mendengar perkataan Keyrani yang begitu lucu "Tida ada yang aneh dengan wajahmu Key. Hanya saja aku menceritakan kepada yang lainnya tentang dirimu" Ujar Rani


"Tentangku?" Ujar Keyrani heran sembari menunjuk dirinya


"Iya. Mahasiswa lainnya beranggapan kalau sifat kamu dingin dan tidak suka bergaul. Jadi aku mengatakan bahwa kamu tidak sedingin yang terlihat. Mungkin karena hal itu, mereka mencoba tersenyum dan akrab denganmu" Tutur Rani menjelaskan


"Oh ternyata karena itu. Sepertinya citra ku akan berubah setelah ini" Ujar Keyrani yang entah harus merasa senang atau tidak "Hanya saja aku sudah lelah tersenyum hari ini" Sambung Keyrani


"Sepertinya kamu harus terbiasa, karena mungkin banyak mahasiswa lainnya yang ingin dekat denganmu"


Keyrani menghela nafasnya pasrah. Kemudian kembali fokus pada makanannya begitu pun dengan Rani. Mungkin ini hal baik bagi Keyrani untuk lebih akrab dengan mahasiswa lainnya.