
Jam di dinding menunjukkan pukul 8 pagi saat Ray perlahan membuka kedua matanya. Tangannya bergerak meraba di sekitarnya, kemudian menoleh dan mendapati Keyrani sudah tidak berada di sampingnya lagi.
Ray sontak bangun dari tidur nya dengan mata yang kini membulat memperhatikan sekitar kamar mencari keberadaan Keyrani. Kemudian segera berjalan ke arah kamar mandi jika saja Keyrani mandi.
Namun ternyata Keyrani sama sekali tidak berada di kamar tersebut. Dengan langkah terburu-buru tanpa mencuci wajahnya ataupun menggosok gigi, Ray segera berjalan ke kamar Lisa dan Rani jika saja Keyrani berada di sana.
Ting...
Ray menekan bel kamar mereka berulang kali. Hingga kemudian pintu terbuka dari dalam, memperlihatkan Rani dengan penampilan acaknya karena baru saja terbangun akibat ulah Ray.
"Keyrani ada disini?" Tanya Ray cepat
Mendengar suara Ray, Rani yang tadinya mengucek matanya sontak membulatkan matanya kaget karena melihat Ray di pagi hari.
"Pak Ray ngapain kesini?" Tanya Rani heran
"Keyrani tidak ada di kamar, apa dia ada disini?" Tanya Ray kembali
"Nggak ada. Dari tadi dia belum kesini" Jawab Rani
Mendengar jawaban Rani, sontak membuat Ray semakin gusar dan panik.
"Ohh.. Mungkin dia ke kafe pak. Soalnya selama disini, Key selalu ke kafe kalau pagi" Tutur Rani mengingat kembali kebiasaan Keyrani selama mereka berada di negara tersebut
"Kafe?" Tanya Ray mengerutkan dahinya
"Iya Pak. Kafenya tepat di samping hotel ini" Ujar Rani
"Kalau begitu aku pergi dulu" Pamit Ray segera berbalik
Sementara Rani segera menutup kembali pintu kamarnya, karena merasa malu dengan penampilannya yang masih acak-acakan.
Di sisi lain Ray kini berada di kamarnya, mencuci mukanya terlebih dahulu kemudian mengambil jaketnya karena cuaca yang dingin sebelum akhirnya keluar menuju ke hotel yang disebut oleh Rani tadi.
Ray keluar dari hotel dan mengedarkan pandangannya mencari kafe yang disebut oleh Rani tadi. Tampak di seberang jalan, terdapat sebuah kafe yang masih terlihat sepi yang mungkin karena masih pagi.
Tanpa berlama-lama Ray segera berjalan ke kafe tersebut untuk mengecek keberadaan Keyrani dengan kedua tangan sengaja ia masukkan ke dalam saku jaketnya karena dingin yang merasuk ke dalam kulitnya.
Ting...
Lonceng pintu kafe berbunyi tepat setelah Ray membuka pintu kafe. Ia mengedarkan pandangannya ke seisi kafe mencari Keyrani.
Hingga kemudian, sorot matanya berhenti pada seseorang yang mengenakan hoodie. Meski ia membelakanginya, Ray bisa dengan mudah mengenalinya karena hoodie yang dikenakannya.
Pandangan Ray berganti pada seseorang yang juga duduk di depannya "Bukannya dia pria yang di foto itu" Batin Ray mengingat kembali foto Keyrani saat di pesta
Tanpa berpikir panjang lagi, Ray segera menghampiri keduanya "Key.. " Panggil Ray setibanya di meja keduanya
Keyrani menoleh dan menatap Ray dengan raut wajah kaget karena Ray tiba-tiba datang menghampirinya.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Keyrani bangkit dari duduknya
"Aku mencarimu sedari tadi" Jawab Ray sedikit sinis karena tidak suka dengan keberadaan Sea n
Keyrani yang sadar akan pandangan Ray kepada Sean segera memperkenalkan Sean "Oh iya, ini Sean teman aku. And he is Ray... My boyfriend (dan ini Ray... Pacar aku) " Ujar Keyrani memperkenalkan keduanya bergantian
"Sean.. " Ucap Sean mengulurkan tangannya
"Ray.. " Balas Ray menerima uluran tangan Sean
Genggaman Keduanya perlahan semakin erat diikuti tatapan keduanya yang saling mengintimidasi satu sama lain.
Keyrani menatap keduanya bergantian, kemudian melepas jabatan keduanya karena terlalu lama berjabat tangan.
"Tidak ada. Aku memang selalu datang kesini tiap pagi" Jawab Keyrani santai
"Dan dia?" Tanya Ray kembali sembari melirik Sean yang tampak cuek
"Oh, dia juga sering datang kesini. Makanya sekalian aja aku bareng dia" Jawab Keyrani
"then I first key (kalau begitu aku duluan key)" Ujar Sean bangkit dari duduknya karena tidak ingin menganggu keduanya
"Oh oke" Balas Ray mengangguk sembari membalas senyum Sean
"Pergi yah pergi aja, gak usah pake acara senyum kayak gitu. Maksudnya apa coba.. " Gerutu Ray pelan setelah menyaksikan keduanya
"Hmm.. Apa yang kamu katakan?" Tanya Keyrani karena sama-sama mendengar Ray berbicara
"Tidak ada. Sebaiknya kamu segera makan, agar kita bisa kembali ke hotel" Ujar Ray menggelengkan kepalanya
Jika bukan karena perkataan Keyrani semalam, mungkin Ray sudah menarik tangan Keyrani pergi dari kafe tersebut. Dari sejak ia melihatnya duduk bersama dengan seorang pria sembari bercanda bersama.
...***...
Setelah menghabisi makanannya Keyrani dan Ray memutuskan kembali ke hotel.
Namun sekali lagi, keduanya kembali bertemu dengan Sean di lift hotel. Dimana saat ini, Sean sudah mengenakan pakaian kemeja lengkap karena ia masih bekerja sebagai manager hotel.
"We meet again (kita bertemu kembali)" Ujar Sean saat melihat Keyrani dan Ray masuk ke dalam lift
"Hmmm" Gumam Keyrani mengangguk sembari tersenyum
"what will you do after this? (Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?)" Tanya Sean
"I don't have any plans yet (aku belum memiliki rencana apapun)" Jawab Keyrani mengangkat bahunya
"Want me to take you for a walk? (Mau ku ajak jalan-jalan?)" Tanya Sean menawarkan
"What do you mean? (Apa maksud kamu?)" Sela Ray kaget dengan pertanyaan Sean
"Ray.. " Tegur Keyrani menahan Ray
"I just took Keyrani for a walk. if you like you can come too (aku hanya mengajak keyrani jalan-jalan. jika kamu berkenan kamu juga bisa ikut)" Timpal Sean
Ray terdiam namun tatapannya tetap tertuju dengan tajam kepada Sean yang masih terlihat santai seolah tidak perduli dengan status Ray sebagai pacar Keyrani.
"OK. I will come with you. Lisa and Rani would be happy to hear this (baiklah. aku akan ikut denganmu. Lisa dan Rani pasti senang jika mendengar hal ini)" Ujar Keyrani menyetujui ajakan Sean yang sontak membuat Ray menatapnya kaget
Namun Keyrani tidak perduli, karena ia memang merasa bosan jika hanya menghabiskan waktu di kamar seharian tanpa berbuat apa-apa.
"then agree. I will call you later (kalau begitu sepakat. Aku akan menghubungimu nanti)" Ujar Sean bersamaan dengan lift yang kini terbuka
"I'll wait (aku tunggu)" Ujar Keyrani sebeum akhrinya keluar dari Lift begitu pun dengan Ray yang tidak berhenti menatap wajah Sean yang menurutnya begitu menyebalkan karena terlalu sering tersenyum khususnya kepada Keyrani
"Aku belum setuju kamu pergi dengannya" Ujar Ray tiba-tiba
"Kalau begitu tidak perlu ikut" Balas Keyrani
"Key.. "
"Aku serius Ray. Menghabiskan waktu di kamar seharian itu membosankan, makanya aku menyetujui ajakannya" Ujar Keyrani menjelaskan alasannya
Ray menghela nafasnya pasrah, karena sepertinya Keyrani tidak akan mau mendengarkannya sekeras apapun ia membujuknya. Jadi solusi terbaiknya adalah ikut dengan mereka.