
(Untuk percakapan selanjutnya, saya tidak pakai bhs Inggris teman". Soalnya panjang ceritanya jadi lebih pendek kalau pakai bhs. Inggris jadi langsung bhs. Indonesia yang saya pakai)
Sore harinya sekitar pukul 3 Keyrani, Ray, Lisa dan Rani kini berada di lobi hotel menunggu kedatangan Sean.
"Pak Ray kalau ketemu Sean ekspresinya bagaimana yah?" Bisik Lisa penasaran pada Rani yang duduk disampingnya
"Ada-ada saja kamu" Tegur Rani menggelengkan kepalanya
"Emang kamu nggak penasaran gitu?" Bisik Lisa kembali
"Penasaran sih.. Hehehe.. " Balas Rani cengengesan
Tak berselang lama kemudian, Sean pun datang setelah mengganti pakaian formalnya menjadi pakaian santainya.
"Maaf membuat kalian menunggu lama" Ujar Sean saat tiba di dekat keempatnya
"Sadar diri juga kamu" Ujar Ray bangkit dari duduknya masih dengan wajah masamnya sembari menatap tajam ke arah Sean
Mendapat tatapan seperti itu dari Ray, tentunya membuat Sean balik menatap Ray tajam dan tidak berniat mengalah
Melihat keduanya Keyrani sontak ikut bangkit dari duduknya sembari mencubit pelan pinggang Ray "ayo berangkat" Ujar Keyrani segera
Sementara Ray kini mengusap pinggangnya yang tadi dicubit oleh Keyrani "Kamu kenapa malah cubit aku?" Tanya Ray mengekori Keyrani dari belakang
"Habis sikap kamu kayak bocah" Balas Keyrani
"Kok bocah?" Timpal Ray tidak terima
"Ray.. " Ucap Keyrani berbalik tepat sebelum dirinya masuk ke dalam mobil
"Ok.. Ok.. Aku paham" Ujar Ray pasrah mengikuti keinginan Keyrani kemudian ikut masuk ke dalam mobil
Sementara itu Lisa dan juga Rani yang sedari tadi memperhatikan hanya bisa diam tanpa berniat menyela pembahasan mereka.
"Lama-lama jadi iri sama Keyrani" Ujar Lisa tiba-tiba
"Kenapa jadi iri?" Tanya Rani tidak mengerti
"Gimana nggak iri, Keyrani selalu dikelilingi cowok ganteng disekitarnya. Kita aja belum cukup 1 minggu disini tapi dia sudah buat Sean jatuh hati padanya" Ujar Rani
"Hah? Sean suka sama Keyrani? Kamu tahu dari mana?" Tanya Rani keheranan
Rani memang sadar akan perhatian Sean yang menurutnya berlebihan pada Keyrani. Meski begitu Rani masih dengan polosnya menganggap jika semua itu murni karena Sean menganggap Keyrani teman.
Lisa menggelengkan kepalanya "Bicara sama kamu panjang" Imbuh Lisa kemudian masuk ke dalam mobil sebelum Keyrani meneriaki mereka
Rani menggaruk kepalanya bingung kemudian ikut masuk ke dalam mobil.
...***...
"Ngomong-ngomong kamu ingin membawa kami kemana?" Tanya Lisa penasaran karena Sean hanya mengatakan akan membawa mereka jalan-jalan tanpa mengatakan lokasi fiks nya
"Oh aku belum bilang?" Tanya Sean mengingat kembali yang kemudian diangguki Keyrani
"Maaf, sepertinya aku lupa. Aku berniat membawa kalian ke salah satu wahana baru di kota ini. Wahananya dekat dengan Namsan Tower jadi kalian bisa kesana sebentar" Ujar Sean
"Demi apa? Kita ke Namsan Tower? Nggak sabar nih aku" Ujar Lisa semakin antusias
Meskipun bukan penggemar Kpop, Lisa masih sering menonton drama bersama dengan Keyrani. Jadi bukan sesuatu hal yang baru jika Lisa mengetahui tentang Namsan Tower yang seringkali muncul di drama Korea.
"Tapi lebih bagus lagi kalau kesana bareng pacar" Ujar Lisa menghela nafasnya panjang meratapi dirinya yang jomblo
"Kan ada aku sahabat kamu" Balas Rani tiba-tiba
Mendengar ucapan Rani, seketika Lisa merasa terharu karena memiliki Rani sebagai sahabatnya dan sontak memeluknya erat.
"Bagaimana denganku?" Tanya Keyrani menyela keduanya
"Tapi kamu punya pacar" Timpal Lisa menoleh kearahnya
"Ciihh.. " Keyrani berdecih kemudian mengabaikan keduanya
...***...
"Waahh.. Nggak nyangka banget tempatnya bisa sebesar ini" Ujar Lisa kagum
"Iya. Udah lama banget nggak ke wahana seperti ini" Timpal Rani
Keduanya kemudian segera berlari masuk ke dalam dengan girangnya meninggalkan Keyrani, Ray dan Sean di pintu masuk.
"Apa yang ingin kamu naiki?" Tanya Sean pada Keyrani yang hanya terdiam memperhatikan sekitar wahana
"Aku tidak tahu, aku ingin melihat-lihat terlebih dahulu" Jawab Keyrani masih belum tahu
"Ayo" Sela Ray merangkul pundak Keyrani kemudian masuk ke dalam berusaha mengabaikan Sean
Keyrani memperhatikan sekitar, hingga kemudian pandangannya tertenti pada sebuah wahana.
"Aku mau naik itu" Tunjuk Keyrani pada wahana di depannya
"Komedi putar?" Tanya Ray menatap wahana komedi putar yang berada tepat di hadapan mereka
Keyrani menggelengkan kepalanya dan memperjelas arah tunjukan jarinya "Aku mau naik wahana halilintar" Ucap Keyrani
"Tidak.. Tidak.. Itu terlalu berbahaya untukmu. Aku tidak setuju" Ujar Ray tidak menyilangkan tangannya
"Aku tidak perduli, aku mau naik itu. Kamu kalau nggak setuju mending ke pintu keluar nunggu aku selesai" Ujar Keyrani kekeh
"Itu benar kamu kalau tidak setuju biar Keyrani sama aku yang naik" Sela Sean tersenyum kecil
"Jadi?" Tanya Keyrani kembali
"Kamu serius mau naik itu?" Tanya Ray kembali dan menunjuk wahana itu yang terlihat begitu besar dan panjang khususnya putaran melingkar nya itu
"Iya" Jawab Keyrani mengangguk
Dengan terpaksa Ray mengikuti keinginan Keyrani untuk naik wahana itu. Ketiganya segera menaiki tangga yang bisa terbilang cukup tinggi untuk bisa mencapai titik start wahana.
Ray menoleh ke sekitar yang sontak membuat dirinya merinding seketika dengan ketinggiannya.
"Kamu yakin kan mau naik?" Tanya Keyrani memperhatikan raut wajah Ray yang tampak pucat
"I..Iya aku yakin" Jawab Ray cepat
Tanpa berlama-lama lagi, ketiganya kemudian naik dengan Ray dan Keyrani duduk berdampingan sementara Sean di belakang.
Hanya ada suara teriakan yang terdengar tepat setelah permainan di mulai. Semuanya berteriak semakin keras beriringan dengan kecepatan permainan yang semakin cepat.
Ray menutup matanya erat-erat dengan tangan menggenggam erat tangan Keyrani yang memang sudah dipegangnya sebelum permainan dimulai.
...***...
Permainan selesai, Ray menghela nafasnya dengan lega kemudian duduk di sebuah kursi yang ada di sana sembari mengatur nafasnya yang kini tidak beraturan.
"Tunggu disini, biar aku membawakanmu sebuah minuman" Ujar Keyrani segera berlari ke salah satu penjual diikuti oleh Sean dari belakang
"Mengapa dia selalu tersenyum seperti itu.. " Gerutu Ray tidak suka dengan senyuman Sean yang saat ini mengobrol dengan Keyrani. Ray berniat bangkit dari duduknya namun tiba-tiba saja ponselnya bergetar
Drrtt.. Drrtt...
"Ray... " Panggil seseorang dari arah seberang dengan lantangnya
"Ada apa Alana?" Tanya Ray yang ternyata berasal dari Alana
"Kapan kamu akan pulang? Kamu tidak berniat meninggalkanku sendiri seperti ini kan?" Tanya Alana sedikit merajuk
"Bukan seperti itu Alana, aku akan usahakan untuk pulang secepatnya" Jawab Ray
"Baiklah. Aku akan menunggumu" Sahut Alana kemudian memutus panggilan teleponnya begitu dengan Ray yang kini memasukkan kembali ponselnya kedalam saku
"Siapa?" Tanya Keyrani menghampiri Ray karena sempat melihat Ray menjawab panggilan teleponnya
"Itu.. Alana" Jawab Ray sedikit ragu menyebut nama Alana
"Ohh.. Ini minuman kamu" Imbuh Keyrani menyodorkan minuman yang dibelinya namun raut wajah yang tiba-tiba datar tepatnya setelah mendengar nama Alana disebut Ray