
"Kalian tidak akan makan?" Tanya Keyrani melihat kelimanya yang sedari tadi memperhatikannya dengan tangan menopang dagu
"Aku tidak lapar" Jawab kelimanya secara bersamaan membuat Keyrani mengerutkan dahinya takjub
"Apaan sih, barengan gitu. Jadi ngapain ke kantin kalau nggak mau makan?" Tanya Keyrani kemudian
"Key.... " Sebut Lisa yang sedari tadi berusaha sabar menunggu penjelasan dari Keyrani
"Iya-iya. Tahu aku, ini udah habis nih" Jawab Keyrani mengerti akan keinginan dari kelima sahabat-sahabatnya ini
Keyrani mengunyah bakso terakhirnya kemudian meneguk minuman di depannya.
"Jadi.... " Ujar Keyrani menjeda ucapannya membuat kelimanya semakin memajukan kepalanya karena penasaran
"Jelasinnya di rumah aja. Aku capek mau balik" Sambung Keyrani segera meraih tasnya berniat pergi
"Keyrani.. " Teriak kelimanya secara bersamaan karena ulah Keyrani
"Aku tunggu, Lisa tau kok rumahnya" Ujar Keyrani yang kini berbalik dan beranjak pergi meninggalkan kelimanya yang hanya bisa berenggut
Sementara Keyrani kini menuju ke parkiran tempat mobilnya Ray berada. Yang mana Ray sudah berada disana dari sejak tadi menunggu kedatangan Keyrani.
"Lama.. " Keluh Ray memanyunkan bibirnya karena sedari tadi menunggu
"Maaf deh.. Maaf.. Nggak usah cemberut lagi" Balas Keyrani memperbaiki posisi duduknya
"Ini kenapa jadi kayak bocah.. Tapi gemesin.. " Batin Keyrani memperhatikan wajah Ray yang terlihat begitu menggemaskan
"Udah yah? " Tanya Keyrani memalinkan wajah Ray ke arahnya
Ray kembali memalinkan wajahnya ke arah samping berusaha menolak bujukan Keyrani.
Keyrani menghela nafasnya singkat kemudian menarik tengkuk kepala Ray, dan mengecupnya singkat. Membuat Ray tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya karena hal inilah yang ditunggu nya sedari tadi.
"Udah kan. Sekarang jalan gih" Pinta Keyrani kembali menyandarkan tubuhnya di kursi
Hingga kemudian, Ray menyandarkan kepalanya pada bahu Keyrani "Tadi terlalu cepat, aku belum sempat bereaksi. Bagaimana jika sekali lagi" Ujar Ray kembali dengan wajah datarnya
Sementara Keyrani yang mendengar penuturan Ray sontak menolehkan wajahnya seolah tidak percaya dengan pendengarannya.
Ray menaikkan alisnya saat Keyrani menoleh ke arahnya kemudian memajukan bibirnya. Keyrani yang melihatnya mengangkat tangannya dan menaruhnya di bahu, dan sepersekian detik kemudian Keyrani mengusap wajah Ray, membuatnya sekali lagi berenggut kesal sementara Keyrani kini tertawa setelah mengerjai kekasihnya itu.
Dengan wajah cemberut, Ray akhirnya menyalakan mesin mobilnya kemudian melajukannya keluar dari kampus dan masuk ke jalan raya setelah gagal mendapatkan apa yang diinginkannya.
...***...
Mobil Ray perlahan memasuki pekarangan rumahnya setelah jam 2 siang. Karena keduanya yang memutuskan untuk singgah di restoran untuk mengisi perut kosong mereka.
"Loh, ini bukannya motor Rian yah?" Batin Keyrani mengingat kembali motor yang sering digunakan Rian ke kampus
"Ada apa?" Tanya Ray saat melihat Keyrani berhenti
"Oh tidak apa-apa" Jawab Keyrani tidak perduli karena mungkin saja hanya mirip belaka
"Ayo masuk" Ajak Ray segera merangkul pinggang rampung Keyrani dan masuk ke dalam rumah
Keduanya berbincang saat memasuki rumah, mengingat kembali saat Ray salah memasuki ruangan saat berada di restoran tadi. Alhasil dirinya harus menanggung malu karena mengganggu orang yang ada di ruangan tersebut yang ternyata sedang berpacaran.
"Berhenti menertawai ku" Cibir Ray karena sejak di mobil tadi Keyrani tidak berhenti menertawainya
Karena geram, Ray meraih kedua pipi Keyrani dan mencubit nya "Aakkhhh.. " Teriak Keyrani
"Nggak ketawa lagi janjii.. Lepasin" Pinta Keyrani mengangkat tangannya membentuk V
Setelah dilepas, Keyrani menyentuh dan mengusap pipinya dan berniat untuk duduk di sofa ruang tamu saat tiba-tiba pandangannya bertemu dengan seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi dirinya.
"Rian..? " Tanya Keyrani mengerjapkan matanya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya
"Key.. " Sahut Rian bangkit dari duduknya dan menatap Keyrani sebelum berpindah pada Ray yang juga sedikit terkejut dengan kehadiran Rian, adik sepupunya itu.
"Loh, kok kamu disini? Yang lain mana?" Tanya Keyrani masih menunjuk Rian sembari mengedarkan pandangannya mencari sahabatnya yang lain
"Aku datang sendiri" Jawab Rian
"Sendiri?" Tanya Keyrani bingung "Kok kamu tahu rumah ini?" Tanyanya kembali memandang Rian dan Ray bergantian
Ray menghela nafasnya singkat kemudian mendudukkan Keyrani di sofa begitu pun dengan dirinya yang kini duduk di samping Keyrani.
"Dia adik sepupu aku, anak dari bibi Khanza" Ujar Ray menjelaskan hubungan keduanya
"Sepupu?" Tanya Keyrani kembali
"Iya. Dia sepupu aku" Balas Ray
Keyrani memegang pelipisnya mencoba mencerna semua iniini "Tapi kenapa kamu ngga bilang?" Tanya Keyrani kemudian
"Untuk apa juga aku kenalin dia sama kamu" Jawab Ray datar karena ia tahu perasaan Rian pada kekasihnya itu
Keyrani kembali memijit pelipisnya, bingung harus bereaksi seperti apa karena ternyata Rian merupakan sepupu dari kekasihnya Ray. Yang mana Rian juga menaruh hati padanya.
Mungkin inilah sebabnya keduanya memiliki sifat yang sama yakni dingin dan juga kaku yang selama ini selalu dibandingkan oleh Keyrani.
"Aku akan tinggal disini mulai dari sekarang" Sela Rian tiba-tiba membuat keduanya kembali menoleh ke arahnya secara bersamaan
"Hah?" Kaget Keyrani
"Tidak bisa" Tolak Ray tidak terima jika ada orang ketiga di rumahnya
"Kakak tidak bisa menolakku, karena aku sudah memberitahu Mama, kalau aku akan tinggal di rumah Kakak" Timpal Rian tidak ingin mengalah dan tetap ingin tinggal di rumah tersebut khususnya setelah mengetahui bahwa Keyrani juga tinggal disana
"Tapi aku tidak setuju" Tolak Ray kembali yang juga tidak ingin mengalah
"Aku tidak perduli. Kakak setuju atau tidak, aku akan tetap tinggal di sini. Kalau keberatan, Kakak bisa berbicara pada Mama" Balas Rian
"Ini pada kenapa sih? Kan cuma tinggal bareng. Kamar di rumah kamu banyak kan?" Tanya Keyrani tidak terlalu peduli
Ray menghela nafasnya panjang. Bukan karena tidak ada kamar atau apa. Hanya saja, pria di hadapannya ini sudah tidak dianggapnya sebagai Adik Sepupu lagi melainkan saingannya semenjak dirinya tahu bahwa Rian juga menyukai Keyrani.
"Kalau begitu aku naik dulu, karena kamarku sudah aku bereskan dari sejak 2 jam yang lalu sebelum kalian pulang" Tutur Rian bangkit dari duduknya
"Oh iya, Kamar ku urutan ketiga tepat berada di samping kamar kedua" Sambung Rian menoleh ke arah keduanya memberitahu lokasi kamarnya yang juga tepat berada di samping kamar yang digunakan Keyrani maupun Ray yang artinya kamar Keyrani diapit oleh kedua kamar tersebut
"Dasar kurang ajar" Umpat Ray berdiri karena geram melihat tingkah Rian
"Ray.. " Tegur Keyrani bingung dengan sifatnya yang sedari tadi emosi padahal Rian merupakan adik sepupunya "Kamu kenapa sih? Kan dia sepupu kamu, wajar kalau mau tinggal disini" Ujar Keyrani
"Tapi dia menyukaimu" Jawab Ray cepat membuat Keyrani segera mengerti jika ternyata kekasihnya ini cemburu karena saingannya berada di rumah yang sama dengannya meski sebenarnya hal itu bukanlah masalah karena keduanya sudah berpacaran jadi tidak ada gunanya juga meski Rian berada di sekitar mereka