
2 jam berlalu...
Setelah tertidur begitu pulasnya selama 2 jam, Keyrani akhirnya membuka kedua matanya perlahan, kemudian bangun terduduk berusaha menormalkan pikirannya.
Sementara di sudut lain ruangan, terdapat Ray yang masih fokus pada laptopnya dan sesekali melirik ke arah Keyrani yang dilihatnya sudah terbangun.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyrani perlahan menghampiri Ray dan menatap ke arah laptopnya
"Aku sedang.. " Jawaban Ray sontak terpotong saat Keyrani dengan cepat menarik kepalanya menjauh
"Meeting?" Tanya Keyrani berbisik masih dengan raut wajah terkejutnya sekaligus malu karena ia tiba-tiba memunculkan wajahnya di layar
Ray hanya mengangguk pelan kemudian menutup laptopnya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Kenapa di tutup?" Tanya Keyrani panik khususnya setelah mendengar suara kaget dari orang-orang tersebut
"Tidak apa-apa. Sebentar lagi juga selesai" Jawab Ray masih dengan raut wajah santainya dan sesekali tersenyum karena tingkah malu Keyrani
"Ini tidak akan akan berpengaruh untuk reputasimu kan?" Tanyanya kembali berprasangka
"Tidak masalah. Aku bisa mengatakan, kalau kamu istriku" Jawab Ray menarik Keyrani ke pangkuannya
"Yang mau jadi istri kamu siapa.. " Imbuh Keyrani kembali berdiri
"Jadi nggak mau nih?" Tanya Ray dengan smirk namun masih di abaikan oleh Keyrani yang masih berpaling darinya
"Yaudah, aku cari yang lain kalau gitu.. " Ujar Ray iseng
Keyrani sontak berbalik dan menatap Ray tajam "berani?" Ancam Keyrani
Ray terkekeh kecil melihat tingkah menggemaskan Keyrani saat berenggut seperti ini. Ia lalu kembali menarik Keyrani ke pangkuannya dan mengecup pelan pipinya "tidak berani.. "jawab Ray kemudian
Sudut bibir Keyrani sedikit naik ke atas, membuat wajahnya terlihat berbunar karena bahagia. Hingga tiba-tiba pandangannya terhenti pada jarum jam yang kini menunjukkan pukul 12 siang.
"Jam 12?" Kaget Keyrani sontak berdiri
"Ada apa?" Tanya Ray bingung
"Berapa lama aku tertidur?"
"Dua jam?" Ujar Ray sedikit tidak yakin karena fokus pada meetingnya tadi
"Hah... Aku melewatkan kelasku" Ujar Keyrani lirih
"Oh.. Jadi karena ini kamu memasang alarm" Ucap Ray mengerti karena tadi ia sempat mematikan alarm Keyrani
"Kenapa tidak membangunkanku.."
"Sudah. Tapi kamu tidak bangun. Jadi aku mematikannya" Jawab Ray sembari memasang wajah polos dan tidak bersalahnya
Keyrani menghela nafasnya pasrah. Rani bahkan menitip absen padanya dan sekarang ia bahkan tidak masuk.
"Sebaiknya aku ke kantin.. " Ucap Keyrani lesu sembari mengambil tasnya
"Kamu mau pergi?" Tanya Ray
"Hmm.. Aku akan ke kantin" Jawab Keyrani tidak peka akan maksud Ray
Ray hanya bisa menghela nafasnya pelan "hubungi aku nanti" Pinta Ray merangkul bahu Keyrani
Keyrani mengangguk pelan kemudian berlalu pergi keluar dari ruangan, meninggalkan Ray yang hanya bisa pasrah dan kembali membuka laptopnya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi dihentikannya.
...***...
Sementara itu Keyrani yang sudah tiba di kantin, mendapati Dafa dan Alana bersama di tempat biasanya ia makan bersama yang lainnya.
"Ada apa dengan wajahmu itu?" Tanya Dafa ketika melihat wajah lesu Keyrani
Keyrani duduk di samping Dafa lalu meraih minumannya dan meneguknya beberapa kali.
"Yah.. Sisakan untukku" Tegur Dafa saat Keyrani hampir menghabiskan minumannya
"Pelit banget.. " Gerutu Keyrani mengembalikan minuman Dafa yang hanya tersisa tidak cukup setengahnya saja
"Kamu belum menjawab pertanyaanku" Ucap Dafa kembali
"Aku bolos karena ketiduran" Jawab Keyani
"Ketiduran?"
"Oh iya, Rani kemana?" Tanya Dafa yang sedari tadi mencari keberadaan Rani yang selama seharian ini belum memperlihatkan batang hidungnya sama sekali
"Oh.. Dianya ada urusan" Jawab Keyrani masih dengan alasan yang sama sedari pagi
Alana yang sedari tadi memperhatikan hanya diam tidak berniat menyela pembicaraan keduanya. Dan memilih fokus pada makanannya sendiri.
"Kamu nggak ada kelas?" Tanya Keyrani kemudian pada Alana
"Pagi ini nggak ada" Jawab Alana karena meskipun ia berada di jurusan yang sama dengan Rian namun di beberapa pelajaran keduanya mengambil kelas yang berbeda
"Trus kenapa datang pagi?"
"Aku mau ke perpus nyari materi"
"Bagaimana denganmu?"
"Aku? Nyari makan. Sekalian nyari cewek kalau ada.. " Gurau Dafa
"Bukannya kamu punya banyak?"
"Nggak ada yang cocok. Aku maunya yang sederhana, gak banyak maunya, gak manja, kalau bisa yang mirip Lisa Blackpink. Atau kalau gak langsung Lisa-nya aja gak papa kok, langsung ke KUA" Jawab Dafa dengan semua ke haluannya
Keyrani yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah karena Dafa yang sekarang tidak jauh beda dengan Keyrani yang dulu yang juga selalu halu akan member EXO.
Sementara Alana yang bisa memasang wajah datar. Sedikit syok dengan sifat teman-teman Keyrani yang menurutnya sangat berbeda dengan penampilannya.
"Sekarang terang-terangan yah pacarannya.. " Ujar Dafa tiba-tiba saat Aaron dan Lisa datang bersamaan
"Ini pesanan aku?" Tanya Keyrani saat Lisa memberinya nampan yang baru di bawahnya
"Iya" Jawab Lisa sebelum akhirnya duduk di samping Alana
"Rani sama Rian mana? Kok cuma bertiga?" Ucap Lisa menanyakan hal yang sama seperti Dafa tadi
"Rian masih ada kelas. Kalau Rani lagi ada urusan" Jawab Keyrani kembali
"Tumben banget dia ada urusan" Imbuh Lisa memiringkan kepalanya heran karena ini pertama kalinya
...***...
Di sisi lain, Rani yang sedari tadi tidak keluar dari kamar memutuskan keluar setelah semuanya berangkat ke kampus.
Rani langsung turun dan berjalan menuju ke dapur karena ia masih belum makan sedari pagi tadi karena tertidur.
Setibanya di dapur, Rani ternyata mendapati Jeri yang saat ini sibuk menyiapkan makanan.
"Kamu sudah bangun.. " Ujar Jeri saat Rani menghampirinya
"Hmm.. Kak Jeri masak?" Tanya Rani sembari duduk di meja makan dan menatap ke arah Jeri
"Aku hanya memanaskan nya. Tadi Bi Siti yang masak" Jawab Jeri jujur
Rani tidak membalas lagi dan memilih diam memperhatikan Jeri. Dirinya masih belum sepenuhnya percaya akan dirinya sendiri, yang bahkan tanpa berpacaran ataupun pdkt bisa langsung melakukannya dengan sosok pria yang tidak pernah ia sangka sebelumnya.
"Sampai kapan kamu akan menatapku? Aku juga bisa malu jika di tatap terus menerus" Ujar Jeri tiba-tiba yang ternyata menyadari tatapan Rani
Sementara Rani, sontak memalingkan wajahnya malu karena tertangkap basah.
Jeri hanya tersenyum singkat kemudian menghampiri Rani sembari membawa dia piring berisi makanan yang baru dipanaskan nya.
"Makanlah.. " Pinta Jeri menyerahkan makanan tersebut
"Iya.. " Jawab Rani sedikit menunduk karena malu
"Kamu tidak perlu meras malu seperti itu, di depan pacar sendiri"
"Uhuukk.. Uhukkk.. " Rani yang tengah mengunyah makanannya sontak tersedak mendengar kata pacar keluar dari mulut Jeri
Dengan cepat Jeri segera mengambil air dan menyerahkannya pada Rani "Pacar?" Tanya Rani setelah dirasanya baikan
"Iya. Bukannya sekarang kita pacaran? Kenapa? Kamu tidak mau?"
"Bukan begitu.... " Ucap Rani bingung harus berkata apa
"Bukankah sudah kukatakan aku akan bertanggung jawab, jadi mulai sekarang kita berpacaran" Ujar Jeri pasti