Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Berbuat Baik


Setelah semalam di antar oleh Rian. Kini Keyrani kembali dijemput olehnya dan ini atas permintaan Rian semalam yang akan menjemput Keyrani ke kampus.


Keyrani keluar dari rumah sembari menenteng tasnya menghampiri Rian yang sudah tiba sedari tadi dengan setelan All-Black nya.


Tanpa berlama-lama lagi, Keyrani memakai helmnya dan naik ke motor Rian "Pegangan" Pinta Rian sembari menoleh ke arah Keyrani


Keyrani pun memajukan tangannya memegang jaket pada bagian pinggang Rian. Setelah itu, Rian menghidupkan motornya kemudian melajukannya menuju ke jalan raya.


Hingga kemudian Rian menghentikan motornya saat tiba di jalan Raya. Keyrani yang duduk di belakang tiba-tiba saja turun dari motor saat pandangan matanya tertuju pada seorang Ibu-ibu yang tengah di bentak oleh seorang pria.


Rian yang menyadari hal tersebut, segera menepikan motornya dan menghampiri Keyrani.


"Bapak kok kasar banget sama Ibu ini?" Bentak Keyrani setibanya disana kemudian membantu Ini tersebut berdiri


"Ini Ibu saya, Kamu ada urusan apa?" Bentak pria tersebut melotot ke arah Keyrani


"Justru karena dia Ibunya Bapak. Bapak tidak bisa bersikap kejam seperti itu" Balas Keyrani


Pria perlahan mulai kesal karena Keyrani yang tiba-tiba ikut campur. Tangannya naik dan mendorong Keyrani ke samping memisahkannya dengan Ibunya "Saya nggak butuh ceramah disini. Udah sini cepat uangnya" Ujar Bapak itu kepada Keyrani kemudian beralih kepada Ibunya yang kini mulai menangis


Keyrani yang didorong oleh pria tersebut hampir terjatuh di tanah, untung Rian dengan sigap menangkap tubuhnya sehingga Keyrani tidak sampai terjatuh di tanah.


Rian membantu membetulkan tubuh Keyrani kemudian berjalan ke arah Bapak tersebut "Bapak tahu kan ini ditempat umum, ada banyak saksi mata. Bapak bisa saya laporkan ke polisi karena melakukan penganiayaan terhadap Ibu kandung bapak" Tekan Rian dengan tangan naik menunjuk pria tersebut "Dan lagi saya adalah mahasiswa jurusan ilmu hukum. Jadi saya bisa dengan mudah melaporkan Bapak" sambung Rian dengan penuh penekanan


"Huh.. " Pria itu menghenpaskan tangan wanita tersebut kemudian pergi setelah mendengar ancaman dari Rian


Sementara Keyrani langsung bergegas membantu Ibu tersebut yang hampir terjatuh karena hempasan dari anaknya.


"Terima kasih banyak nak" Ujar Ibu tersebut dengan suara yang sedikit bergetar


"Ibu duduk dulu disini. Tunggu aku sebentar" Ujar Keyrani membantu Ibu tersebut duduk kemudian beranjak pergi menuju ke sebuah warung untuk membeli air dan juga roti.


Tak berselang lama Keyrani kembali sembari membawa sebuah kantong kresek hitam dan air minum di tangannya. Kemudian menyodorkan air tersebut kepada Ibu itu untuk memperbaiki perasaannya.


"Kalau begitu kami pergi dulu Bu" Pamit Keyrani setelah Ibu tersebut meminun minumannya


"Iya. Sekali lagi Terima kasih yah nak" Ujar Ibu tersebut memegang tangan Keyrani


"Iya bu. Sama-sama" Ujar Keyrani sebelum akhirnya beranjak pergi bersama dengan Rian kembali ke motornya yang tadi ditinggal dipinggir jalan


Setelah keduanya berada di atas motor, Rian kembali melajukan motornya.


"Apa yang kamu berikan pada Ibu itu?" Tanya Rian sedikit menoleh ke belakang


"Hanya sebuah hadiah kecil" Jawab Keyrani sembari menghela nafasnya singkat karena kantongan hitam yang dibawanya tiadi sengaja ia isi dengan uang untuk membantu Ibu tersebut. Karena selama ini Keyrani selalu tidak suka jika ada anak yang tidak menghargai orang taunya khususnya Ibunya mengingat Keyrani kehilangan sosok Ibu dari sejak dirinya kecil dulu


"Sepertinya aku tidak salah pilih orang" Gumam Rian sembari tersenyum yang entah apakah didengar Keyrani atau tidak karena terhalang dengan suara dari motor maupun pengendara lain


Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di kampus. Keyrani segera turun dari motor sembari melepas helm yang digunakannya.


"Terima kasih" Ujar Keyrani kepada Rian yang kini juga melepas helmnya


"Iya, pulang nanti bagaimana? Kamu mau ke bengkel?" Tanya Rian kemudian.


"Iya. Maaf merepotkan" Ujar Keyrani sengaja membungkuk karena pulang nanti akan kembali merepotkan Rian


Tanpa sepengetahuan keduanya, sebuah sorot mata sedari tadi memperhatikan keduanya. Dia adalah Ray yang kini duduk di mobilnya dan baru saja ingin keluar namun tertahan saat melihat Keyrani datang bersama dengan pria lain.


Ray turun dari mobil setelah melihat Keyrani pergi meninggalkan Rian, kemudian berjalan dengan cepat mengejar langkah Keyrani dan berusaha menghentikannya.


"Key" Panggilnya saat mendekati Keyrani


Keyrani berbalik ke arah sumber suara "Ray?" Bingung Keyrani saat melihat Ray berjalan menghampirinya


"Ikut aku ke ruangan" Pinta Ray berjalan melalui Keyrani kemudian pergi menuju ke ruangannya masih dengan raut wajah kesalnya


Keyrani memperhatikan kepergian Ray sejenak karena merasa kebingungan, hingga kemudian Ia memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.


"Oh dia Rian" Jawab Keyrani mengerti akan arah pembicaraan mereka


"Ngapain dia jemput kamu?"


"Lagi malas nyetir, motor aku lagi di bengkel tempat dia bekerja" Ujar Keyrani menjelaskan


"Dia kenapa sih? Kok kayak orang cemburu" Batin Keyrani memperhatikan Ray yang sedari tadi tidak melihat ke arahnya


"Kamu panggil Aku ke ruangan cuma buat nanya ini?" Tanya Keyrani kemudian


"Bibi ingin bertemu denganmu" Jawab Ray yang kini mulai menatap ke arah Keyrani


Keyrani menoleh bingung ke arah Ray "Hah? Kenapa?" Herannya


"Kan Bibi tahunya kamu pacar aku"


Keyrani memukul jidatnya mengingat kembali saat dirinya berada di pesta "Oh iya. Jadi bagaimana?"


"Terserah Kamu, kalau tidak setuju Aku bisa mencari alasan untukmu" Ujar Ray


"Tidak perlu. Aku akan ikut denganmu"


"Kalau begitu sebentar malam Aku akan menjemputmu" Ujar Ray kemudian


"Tidak perlu datang ke rumah, jemput Aku di Bengkel J'One. Pulang nanti Aku akan kesana"


"Bengkel J'One?"


"Kamu tidak tahu? Hm kalau begitu nanti Aku share location saja" Ujar Keyrani kemudian diangguki oleh Ray "Masih ada yang lain?" Tanya Keyrani kembali


"Tidak ada. Aku hanya ingin memberitahumu hal ini" Jawab Ray


"Kalau begitu Aku ke kelas" Pamit Keyrani kemudian beranjak pergi meninggalkan Ray di ruangan


Selama di perjalanan menuju ke kelas, Keyrank tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


"Apa mungkin dia juga menyukaiku? Tapi ekspresinya tadi benar-benar terlihat seperti sedang cemburu. Aku akan menggodanya sekali lagi nanti" Batin Keyrani yang kini berbelok masuk ke kelas


Keyrani kemudian duduk di kursi tempatnya biasa berada. Hingga kemudian seorang mahasiswa perempuan datang menghampiri mejanya


"Key" Panggilnya membuat Keyrani menoleh ke arahnya "Tolong maaf kan Aku soal kemarin, Aku benar-benar lupa memasukkannmu dalam group" Ujarnya sembari menundukkan kepala


"Tidak masalah, Aku tidak terlalu memperdulikan nya" Jawab Keyrani karena dirinya memang tidak mempermasalahkan dirinya yang datang ke kampus meskipun ada sedikit rasa kesal yang dirasakannya


"Lain kali Aku akan berusaha untuk lebih teliti lagi" Ujar mahasiswa tersebut karena merasa bersalah "Bisa aku menyimpan kontakmu?" Tanyanya kemudian


"Tentu saja" Jawab Keyrani


"Sebenarnya aku selalu takut berbicara denganmu karena kamu selalu memasang wajah dingin. Tapi setelah aku berbicara justru kamu tidak sedingin yang terlihat" Tutup mahasiswa tersebut memperhatikan raut wajah Keyrani


"Kamu orang kedua yang berkata seperti itu padaku"


"Orang kedua?"


"Iya. Orang pertamanya sedang berdiri di belakang kamu" Ujar Keyrani menunjuk Kris yang kini berdiri di belakang mahasiswa tersebut


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Kris kemudian


"Aku hanya meminta maaf karena lupa memasukkan Keyrani ke dalam group" Ujar mahasiswa tersebut. Dia adalah Rani yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua kelas mendampingi Kris


"Sudahlah. Aku tidak mempermasalahkannya" Ujar Keyrani santai


Mendengar penuturan Keyrani keduanya pun menghentikan pembicaraan dan kembali ke kursi masing-masing sebelum dosen masuk ke kelas