Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Wanita Pertama


Sejak kejadian pagi tadi, Keyrani masih belum pernah turun ke bawah karena merasa malu akan kejadian tadi. Bagaimana tidak, dirinya kedapatan tengah berciuman dengan begitu ganasnya oleh seseorang. Membayangkannya saja sudah membuat Keyrani merinding.


"Sungguh memalukan" Gerutu Keyrani menutup wajahnya dengan selimut


Sementara Ray sedari tadi hanya tersenyum seolah tidak perduli.


"Bagaimana jika Bi Lastri menganggapku wanita gampangan" Celetuk Keyrani membuka selimutnya


"Kita hanya berciuman, bukan melakukan hal yang melewati batas" Balas Ray kemudian membaringkan tubuhnya tepat di samping Keyrani


"Melewati batas?" Ulang Keyrani menatap Ray yang kini memperlihatkan smirknya "Dasar mesum" Imbuh Keyrani memukul dada Ray dan berniat bangkit dari tidurnya namun segera di cegah oleh Ray yang kini menarik tubuh Keyrani masuk ke dalam dekapannya


"A..ku tidak bi..sa bernapas" Ronta Keyrani saat Ray memeluknya begitu erat


"Begini bisa?" Tanya Ray yang hanya melonggarkan sedikit pelukannya yang kemudian dibalas anggukan oleh Keyrani


Karena berada dalam posisi ini, Keyrani bisa mencium dengan jelas aroma tubuh Ray yang beraroma mints.


"Tidurlah, aku akan membangunkanmu saat makan malam nanti" Pinta Ray mengusap rambut Keyrani


...***...


Keyrani terbangun dari tidurnya mendapati Ray sudah tidak berada di dekatnya. Ia kemudian melirik ke arah jam di dinding yang kini menunjukkan pukul 7 malam.


Keyrani merentangkan kedua tangannya kemudian turun dari kasur. Dan berjalan keluar kamar mencari Ray.


Aroma lezat perlahan tercium dari arah dapur. Keyrani yang sudah berada di ruang tamu segera berjalan ke dapur karena aroma lezat yang masuk ke indra penciuman nya itu.


Terlihat dari kejauhan punggung kekar milik Ray yang saat ini sibuk memasak dengan lengan baju yang dilipat hingga ke sikunya.


Tanpa berlama-lama, Keyrani langsung berlari menubruk tubuh Ray dari arah belakang dan memeluknya erat.


"Kamu bangun?" Tanya Ray dengan tangan yang masih sibuk mengaduk masakannya


"Hmmm" Keyrani mengangguk masih dengan posisi memeluk tubuh Ray menikmati aroma tubuh Ray yang berbau mintz yang sangat disukainya itu


Karena ulah dari Keyrani. Tubuh Ray sedikit menegang. Tangannya terhenti dan meletakkan spatula tersebut. Kemudian mengurai tangan Keyrani yang sedari tadi melingkar di pinggangnya dan berbalik ke arahnya. Cup..


Ray mengecup singkat bibir Keyrani dan menatap dalam bola mata hazel milik kekasihnya itu. Hingga kemudian Keyrani meraih dagu Ray dan menyatukan bibir keduanya.


Namun belum sempat Keyrani melepasnya, Ray sudah meraih tengkuk Keyrani kembali dan menciumnya dengan lebih dalam lagi. Sementara tangan yang satunya sengaja di letakkan di kepala Keyrani untuk lebih menekan bibir Keyrani.


Hingga kemudian, Indra penciuman Keyrani yang tadinya menangkap aroma lezat kini berganti dengan aroma hangus. Dengan cepat Ia melepas pautan keduanya dan melihat ke arah masakan Ray yang kini sudah tidak tertolong lagi.


"Gimana nih? Hangus kan jadinya" Gerutu Keyrani segera mematikan kompor dan tanpa sengaja menyentuh wajan karena terlalu terburu-buru hingga lupa bahwa wajannya masih panas


"Aww..." Ringis nya mengipas-ngipasi jarinya yang sontak membuat Ray khawatir dan segera meraih tangan Keyrani dan membasuh nya dengan air.


"Lain kali kamu harus hati-hati. Kalau bisa nggak perlu masuk dapur lagi" Ujar Ray posesif menghampiri Keyrani dengan kotak P3K di tangannya


Ray kemudian meraih tangan Keyrani dan meniupnya sembari mengoleskan salep dengan pelan namun masih dengan raut wajah khawatirnya. Rasa nyeri yang tadinya dirasakan Keyrani kini berganti dengan rasa dingin dari salep.


Keyrani sedikit terkekeh melihat raut wajah Ray. Luka ini sama sekali bukan masalah bagi Keyrani mengingat dirinya yang dulu lebih sering mendapat luka yang bahkan lebih serius saat dirinya masih sering melakukan balap motor yang tak jarang membuatnya luka jika terjatuh dari motor.


Tangan Ray menjentik jidat Keyrani yang sedari tadi terkekeh sementara dirinya diliputi rasa khawatir "Aww" Ringis Keyrani mengusap jidatnya


"Tau rasa kamu, tangan sudah melepuh begini masih bisa tertawa" Omel Ray


"Ini bahkan bukan luka yang serius, mengapa raut wajahmu begitu cemas" Ejek Keyrani


"Bagaimana bisa ini bukan luka serius, lihatlah jari-jarimu melepuh seperti ini" Cetus Ray mengangkat tangan Keyrani


"Oke-oke. Sudah yah. Aku lapar" Cetus Keyrani mengalihkan pembahasan sembari memegang perutnya yang sedari tadi berbunyi menuntut hak


"Kita makan di luar saja" Putus Ray segera melirik ke arah wajan yang kini menghitan kemudian menarik tangan Keyrani naik ke kamar


...***...


Keduanya kini berada di sebuah restoran dengan Keyrani memakai hoodie yang cukup besar di tubuhnya karena permintaan dari Ray. Yang katanya agar pria lain tidak jatuh hati pada Keyrani, seperti halnya dengan kedua temannya.


Tentunya bukan hanya Keyrani yang mengenakan hoodie, Ray juga mengenakan hoodie karena permintaan Keyrani. Masih dengan alasan yang sama. Karena Ray memiliki wajah yang tampan, dan sangat mustahil bagi perempuan yang melihatnya untuk tidak tergoda.


"Kita berpakaian seperti ini, apa tidak di anggap pengemis" Cetus Keyrani saat keduanya masuk ke dalam restoran melihat sekeliling mereka yang mengenakan pakaian terbaik mereka


"Ada apa denganmu, sejak kapan kamu mulai memperhatikan pandangan orang lain. Seseorang tidak bisa dinilai dari luarnya saja. Bahkan Bill Gates yang merupakan orang terkaya di dunia hanya mengenakan pakaian biasa saja meski memiliki kekayaan yang tak terhitung jumlahnya" Balas Ray


Mendengar hal tersebut, dengan sigap Keyrani menutup rapat mulutnya. Karena apa yang dikatakan Ray benar adanya. Sejak kapan dirinya memperhatikan pandangan orang lain.


Tak berselang lama seorang pelayan menghampiri meja keduanya sembari membawa makanan pesanan mereka. Sebuah steak yang dipadukan dengan saus pilihan dan salad ditambah anggur merah yang memang sudah menjadi pasangan paling cocok untuk steak.


Ray memotong-motong steak yang ada dihadapannya menjadi potongan kecil kemudian menukarnya dengan milik Keyrani.


"Sekarang aku paham, perasaan pemeran wanita dalam drama saat diperlakukan istimewa oleh pasangan mereka" Tutur Keyrani kemudian memakan steak tersebut tak lupa memadukannya dengan saus dan salad yang membuatnya terasa lebih enak khususnya karena potongan dagingnya yang tidak terlalu tebal dan pastinya lembut dan juicy saat dikunyah


"Jadi, Aku wanita yang keberapa yang kamu perlakukan seperti ini?" Tanya Keyrani tiba-tiba setelah meneguk anggur merah di depannya


"Pertama" Jawab Ray singkat


"Eyy.. Aku tidak percaya. Wajahmu yang setampan ini bagaimana bisa kamu anggurin begitu saja" Tutur Keyrani


"Aku serius. Kamu pacar pertama dan sekaligus orang pertama yang aku perlakukan seperti ini" Ujar Ray dengan raut wajah seriusnya membuat Keyrani terdiam dan bingung harus bereaksi seperti apa karena saat ini dirinya benar-benar terkejut lebih ke arah senang karena ternyata dirinya adalah wanita pertama yang diperlakukan seperti itu.