Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Bermalam


Keyrani mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Ray. Karena saat ini Ia duduk sendiri setelah kepergian tante Ray karena harus menjamu tamu undangan lainnya.


Karena tak kunjung menemuinya, Keyrani kembali menyandarkan punggungnya di kursi dan sesekali meneguk minumannya. Hingga kemudian seorang gadis tiba-tiba datang menghampirinya dan duduk di kursi sebelahnya.


"Hi! Aku Stella. Dan kamu?" Sapanya sembari memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya


"Keyrani" Balas Keyrani menerima uluran tangannya


"Dari tadi aku lihat kamu sendiri disini" Ujarnya kemudian


"Iya. Aku menunggu pacarku yang entah kemana meninggalkanku disini" Ujar Keyrani mencari alasan dan kembali memainkan perannya


"Siapa?" Tanya Stella penasaran


"Oh itu dia" Ujar Keyrani saat sorot matanya menangkap sosok yang sedari tadi dicarinya kemudian melambaikan tangannya berusaha memanggilnya


Ray yang melihat lambaian tangan Keyrani segera berjalan kearahnya kemudian duduk di sampainya.


"Ray?" Ujar Keyrani kaget karena ternyata pacar wanita yang baru saja di sapanya merupakan pria yang selama ini disukainya


"Kalian saling kenal?" Tanya Keyrani menunjuk keduanya


Ray menatap ke arah Stella dengan kening yang dikerutkan. Karena gadis yang ada dihadapannya sama sekali tidak dikenali nya.


"Aku Stella, kamu tidak ingat? Dulu aku pernah datang ke perusahaan kamu bersama  ayahku, Direktur H&J Group" Ujar Stella berusaha memperkenalkan dirinya yang ternyata telah dilupakan oleh Ray


"Oh Stella" Ujar Ray dengan wajah datarnya meski sebenarnya Ia tidak mengingatnya sama sekali karena selama ini Ia tidak pernah memperhatikan wanita di sekitarnya kecuali Keyrani >_<


Keyrani memperhatikan keduanya, dengan cepat Ia tersadar bahwa gadis yang ada di depannya ini merupakan salah satu gadis yang menyukai Ray. Sejak Ray tiba, pandangannya sama sekali tidak berpaling dari Ray meski orang yang ditatap nya sama sekali tidak mengenalnya.


Ray melirik Jam tangannya, yang menunjukkan pukul 10 malam "Ayo pulang" Ajak Ray kemudian berdiri karena sudah terlalu malam bagi Keyrani


"Tapi kan belum selesai pestanya.." Ujar Keyrani memegang lengan Ray menghentikannya karena pesta masih berlangsung. Bagaimana bisa mereka pergi begitu saja, khususnya karena ini pesta ulang tahun tantenya


"Tidak masalah, Nanti aku jelaskan. Dia akan mengerti" Ujar Ray


Dengan terpaksa Keyrani bangkit dari duduknya "Kami duluan" Ujar Keyrani pamit sebelum beranjak pergi kepada Stella yang kini memasang wajah yang seakan cemburu melihat Ray begitu perhatian dengan seorang gadis


Keduanya kemudian berjalan pergi meninggalkan pesta dengan Ray yang memegang tangan Keyrani, menuntunnya keluar dari gedung kemudian masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Sepertinya dia menyukaimu" Ujar Keyrani menatap Ray yang tengah fokus memperhatikan ponselnya


"Stella?"


"Iya. Dari tadi aku perhatikan pandangannya tidak pernah berpaling seinci pun dari kamu" Ujar Keyrani antusias


"Oh"


"Oh? Mengapa respon kamu seperti itu? Dan lagi apa kamu tidak tertarik dengannya, wajahnya cantik ditambah kedua lesung pipinya. Selain itu dia berasal dari keluarga yang kaya"


"Jadi bagaimana seharusnya aku merespon. Seperti ini?" Ujar Ray Iseng kemudian berpaling ke arah Keyrani. Mendekatkan wajahnya dan menatap mata Keyrani dalam.


"A.. Apa yang kamu lakukan?" Gugup Keyrani kemudian segera menjauhkan wajahnya karena malu


Ray hanya tersenyum melihat reaksi Keyrani saat malu. Sementara Keyrani kini memegang kedua pipinya yang terasa panas dan mungkin sudah memerah karena malu.


"Ini bukan arah ke rumahku" Ujar Keyrani masih memperhatikan jalan


"Iya. Ini sudah jam 10. Lebih baik kamu bermalam di rumahku" Jawab Ray


"Hah? Tapi... "


"Besok pagi aku akan mengantarmu pulang dan menjelaskannya pada ayah kamu"


"Yasudah kalau begitu" Ujar Keyrani setelah memikirkannya sejenak


Tak berselang lama, mobil memasuki kediaman Ray dan berhenti di depan rumah. Keduanya segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Ayo naik" Pinta Ray kemudian berjalan naik ke lantai dua "Kamu bisa tidur disini" Ujar Ray membuka pintu sebuah kamar


Tanpa berlama-lama Keyrani masuk ke dalam kamar tersebut memperhatikan sekeliling "kamar kamu dimana?" Tanyanya penasaran


"Kamar di sebelah. Kalau ada keperluan kamu ketuk saja" Jawab Ray menunjuk kamar sebelah "Di lemari ada baju ganti, kamu pakai saja" Ujarnya kembali menunjuk ke lemari sebelum akhirnya pergi dan masuk ke kamar sebelah


Keyrani kemudian memeriksa lemari yang ditunjuk oleh Ray. Lemari yang berisi beberapa pasang baju tidur dan handuk. Keyrani meraih salah satunya kemudian berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut.


Tak berselang lama, Keyrani keluar dari kamar mandi memakai piyama yang diraihnya tadi dengan handuk melilit di kepalanya. Ia berjalan ke meja rias dan mengambil Hairsprayer untuk mengeringkan rambutnya karena jika tidak ia akan terkena flu esok hari.


Setelah di rasanya kering, Keyrani menyimpannya kembali kemudian beranjak dari duduknya dan merebahkan tubuhnya di kasur bersiap untuk tidur.


Hampir 20 menit berlalu namun Keyrani tak kunjung bisa tidur karena perutnya yang sedari tadi berbunyi mengingat saat di pesta tadi Ia hanya mencici beberapa dessert saja. Ia pun bangun kemudian beranjak pergi meninggalkan kamar menuju ke dapur.


Keyrani menuruni tangga memperhatikan di sekitar yang terlihat sepi karena sekarang sudah jam 11 dan semua orang pastinya sudah tidur. Dengan segera Ia berjalan ke dapur untuk mencari beberapa makanan atau cemilan yang bisa mengisi perut kosongnya.


Sesampainya di dapur, Keyrani membuka kulkas. Namun tidak ada satupun makanan jadi disana selain bahan masakan mentah. Yang artinya ia harus memasak. Dengan terpaksa Keyrani hanya meraih air yang ada di kulkas karena tidak mungkin baginya memasak di jam tengah malam begini.


"Aaakkkhhh" Kaget Keyrani saat menutup pintu Kulkas karena mendapati Ray berdiri tepat di sampingnya "kenapa nggak bilang kalau kamu datang, kan jadi kaget" Ujar Keyrani mengusap dadanya


"Lapar?" Tanya Ray kemudian


"Iya" Jawab Keyrani masih memegang dadanya


Ray membuka kulkas "Bagaimana dengan spagetthi?" Tanya Ray


"Tidak masalah"


Setelah mendapat persetujuan, Ray mengeluarkan bahan-bahan yang dibutuhkan dari kulkas dan bersiap membuat spaghetti.


Ray meraih panci, mengisinya dengan air untuk digunakan merebus mie tak lupa ia menambahkan minyak agar mie tidak lengket.


Sembari menunggu mie masak, Ray beralih mencincang bawang bombay dan mengiris sosis. Kemudian menumisnya bersamaan dengan tambahan saus spagheti.


Tak ingin duduk diam memperhatikan, Keyrani pun berdiri berniat meniriskan mie yang sudah matang. Setelah itu menatanya di piring kemudian dibaluri dengan saus buatan Ray dan tak lupa untuk menaburi nya dengan daun parsley yang semakin mempercantik tampilannya.


Keyrani bertepuk tangan puas dengan masakan buatan mereka "Wah.. Aku nggak sabar buat nyoba" Ujar Keyrani antusias membawa kedua piring ke meja makan. Begitu pun dengan Ray yang kembali mengambil air di kulkas.


"Aku coba yah" Ujar Keyrani kemudian memakan spaghetti buatan Ray. Matanya membulat penuh kekaguman "Enak bangeeettt..." Ujarnya seakan ingin menangis karena bahagia


Ray yang melihat tingkah Keyrani hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum sebelum akhirnya memakan makanannya juga.