
Setelah meninggalkan Ray di pintu masuk rumah, Keyrani beranjak pergi menuju ke kamarnya tanpa memperdulikan Ray yang kini memasang raut wajah cemberut nya setelah mendapat penolakan tiga kali oleh Keyrani.
Setibanya di lantai dua, perhatian Keyrani teralihkan pada ruangan yang berada di depan kamar Ray. Yang mana ruangan ini tidak pernah terbuka selama dirinya berada di rumah tersebut.
"Ngapain Bi?" Tanya Keyrani saat berada di pintu kamar dan mendapati Bi Lastri yang kini sibuk membereskan barang-barang
"Oh beresin kamar Non. Kamar ini mau dipake" Jawab Bi Lastri masih sibuk dengan kegiatannya
"Siapa? Kenapa aku tidak tahu?" Tanya Ray heran saat tiba di kamar tersebut
"Oh. Bukannya Den Jeri suda bilang Tuan?" Heran Bi Lastri karena berfikir hal ini sudah di setujui oleh Ray yang merupakan pemilik rumah tersebut
"Jeri?" Ucap Keyrani bingung dengan kening yang kini mengkerut
"Iya aku akan pindah ke rumah ini" Sela Jeri saat tiba di lantai dua dan menghampiri ke tiganya
Kedua alis Ray bertaut mendengar penuturan Jeri. Sejak kapan rumahnya menjadi tempat penanpungan seperti ini. Belum cukup satu bulan Rian masuk ke rumah ini dan sekarang Jeri mengatakan akan tinggal juga. Sepertinya hari-harinya kedepan tidak akan bisa damai lagi.
"Tapi aku belum setuju" Ujar Ray
"Oh. Kalau begitu aku akan membawa Keyrani ikut dan tinggal bersamaku" Balas Jeri meraih lengan Keyrani dan menariknya ke sisinya
"Tidak. Keyrani akan tinggal disini" Cegah Ray ikut memegang lengan Keyrani
"Ini kenapa jadi kayak barang di rebutin gini" Batin Keyrani melihat keduanya bergantian yang saling memberikan tatapan tajamnya
"Atas dasar hubungan apa Keyrani harus tinggal denganmu, Kamu hanya pacarnya. Tidak lebih" Ujar Jeri membuat Ray terdiam berusaha mencari alasan untuk melawan
"Dan aku adalah keluarganya, punya hubungan darah dengannya. Jadi Keyrani harus tinggal denganku. Jadi kalau kamu tidak setuju aku tinggal disini, Keyrani ikut denganku" Sambung Jeri semakin membuat Ray membisu di tempat
"Sudah cukup. Karena barang-barang Jeri sudah ada disini, jadi Jeri akan tinggal di rumah ini" Putus Keyrani berusaha menengahi
"Tapi.. " Sela Ray namun segera terpotong oleh Keyrani
"Ray... " Ucap Keyrani membuat Ray menghela nafas pasrah dan membiarkan Jeri tinggal di rumahnya
Sementara Jeri kini memasang senyum penuh kemenangan membuat Ray semakin geram.
"Ayo turun, tadi Bi Lastri sudah menyiapkan makanan untuk menyambut kepindahan ku" Ajak Jeri merangkul pundak Keyrani dan menuntunnya turun ke bawah ke meja makan tanpa menghiraukan Ray yang kini memasang raut wajah masamnya
"Kamu sengaja kan membuatnya marah?" Tanya Keyrani mencoba menebak maksud kedatangan Jeri
"Hmm.. Aku ingin lihat sampai dimana batas kesabarannya bisa habis" Jawab Jeri dengan semua rencana yang ada di pikirannya saat ini
"Lagian buat apa cemburu dengan pria tua seperti aku ini, umurku saja sudah menginjak 29 tahun. Dasar bocah" Sambung Jeri
"Pria tua apaan. Umurmu memang 29 tahun tapi lihatlah wajahmu, mengapa aku melihat seorang pria berumur 20 tahun" Ujar Keyrani meraih rahang Jeri dan memperhatikan wajahnya yang masih tampak begitu muda diumurnya yang sudah hampir kepala tiga ini.
Belum lagi badannya yang berotot dan seksi benar-benar membuat dirinya semakin menjadi idaman para wanita.
"Oh iya, kamu tidak ada keinginan untuk berkencan dengan wanita lain? Aku bosan melihatmu menjomblo seperti ini" Tanya Keyrani
"Oh ayolah, aku masih belum ingin hidup dalam kekangan" Jawab Jeri bermasalah bodoh dengan status jomblo akutnya yang sudah beberapa tahun ini dipertahankannya
"Dan lagi, kamu menyarankan hal ini bukan karena tidak suka aku berada di sekitar kamu dan Ray kan?" Tanya Jeri mengerti maksud dari pertanyaan Keyrani
Seketika Keyrani membuka mulutnya kaget karena Jeri mengerti maksudnya dan segera mempercepat langkahnya ke meja makan.
Tanpa berlama-lama lagi, Keyrani segera mengambil setiap jenis masakan dan menyimpannya di piringnya.
"Itu terlalu banyak Key" Tegur Jeri melihat piring Keyrani yang sudah penuh
"Aku bisa menghabiskannya" Jawab Keyrani sebelum akhirnya mulai mencicipinya
"Wah... Enak banget" Ujar Keyrani masih dengan makanan di mulutnya membuat kedua pipinya menggembung karena makanan tersebut
"Ihh.. Jorok banget. Makan dulu baru bicara" Tegurnya sekali lagi sembari mengambil tissue dan melap bibir Keyrai yang tampak kotor
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ray saat tiba di meja makan dan mendapati Jeri melap bibir Keyrani sementara Keyrani hanya bersikap acuh tidak perduli dan fokus pada makanan
"Makan. Kamu tidak lihat" Jawab Jeri datar dan sinis
Masih dengan raut wajah kesalnya, Ray memutuskan duduk di kursi berhadapan dengan Keyrani.
"Makanlah, ini benar-benar enak" Ujar Keyrani yang kemudian diangguki oleh Ray
Sementara Jeri sekali lagi memperlihatkan smirk di wajahnya sembari mengupas udang di tangannya. Setelah itu menyuapi Keyrani dengan udang tersebut menggunakan tangannya "Coba ini" Pinta Jeri yang langsung disambut oleh Keyrani yang kini membuka mulutnya
"Hmmm.. " Kedua mata Keyrani seketika membulat saat mencicipi udang tersebut yang ternyata begitu enak
"Lagi?" Tanya Jeri yang kemudian di angguki oleh Keyrani
Ray yang merasa cemburu ikut mengambil udang dan berniat mengupasnya juga. Membuat Jeri mempercepat kupasannya.
"Nih" Ujar Jeri dan Ray bersamaan menyuapi Keyrani
Keyrani menghela nafasnya kemudian mengambil sendoknya "taruh disini" Putusnya kemudian karena tidak ingin menolak keduanya
Hingga kemudian perhatian ketiganya tiba-tiba teralihkan saat Rian tiba-tiba datang menghampiri ketiganya.
"Ini ada acara apa? Tumben makanannya penuh di meja makan" Sela Rian yang baru saja tiba kemudian duduk di dekat Ray, untuk ikut makan bersama ketiganya karena dirinya juga sudah kelaparan
"Ini dari Jeri, dia akan tinggal bersama kita di rumah ini" Jawab Keyrani
"Beneran Kak?" Balas Rian sedikit antusias yang kemudian diangguki oleh Jeri
"Kamu kenapa senang begitu?" Tanya Ray bingung melihat Rian
"Karena aku bisa belajar dan berdiskusi lebih sering lagi dengan Kak Jeri" Jawab Rian yang sudah lama mengagumi sosok Jeri
"Belajar?"
"Iya. Biasanya di bengkel aku belajar otomotif dari Kak Jeri, makanya aku kerja disana"
"Kamu ngapain belajar gituan? Bukannya kamu jurusan hukum" Tanya Ray semakin bingung
"Hobby" Sela Keyrani menjawab pertanyaan Ray yang langsung mendapat kedipan dari Rian karena jawabannya benar
"Itu benar. Ini hanya sekedar hobby, tidak ada salahnya untuk mempelajarinya" Jawab Rian kemudian
"Ohh.. " Ray berhenti bertanya dan melanjutkan makannya
Begitu pun dengan ketiganya yang kini menghentikan percakapan dan fokus dengan makanan masing-masing.