
Setelah 1 bulan menjalani terapi, Keyrani kini bisa berjalan kembali meski dalam keadaan masih tertatih. Walau begitu, hal ini sudah menjadi kebahagiaan tersendiri baik untuk Keyrani maupun Ray setelah semua kerja keras yang dilakukannya kini mendapatkan hasil dan tidak mengecewakan mereka.
Keduanya memutuskan kembali ke Negara X dan melanjutkan pengobatan disana. Berkat paksaan dari Keyrani yang tiada habisnya membuat Ray menyetujui keinginannya untuk kembali ke Negara X dengan mengenadarai pesawat Jet Pribadi milik Ray agar lebih memudahkan dan memberikan ruang untuk keduanya mengingat kondisi Keyrani masih belum sembuh total.
Tak berselang lama, setelah perjalanan yang memakan waktu hampir 1 jam lamanya kini pesawat perlahan terbang turun ke landasan dan berhenti.
Ray keluar dari pesawat sembari mengangkat tubuh Keyrani turun mendudukkan nya pada Kursi rodanya. Kemudian beranjak pergi menuju ke mobil yang sudah disiapkan Jhon.
"Silahkan Tuan" Ujar Jhon membukakan pintu mobil untuk Keyrani dan Ray dengan tubuh sedikit membungkuk
Mobil kemudian melaju masuk ke dalam rumah Ray. Mengingat landasan pacu dari pesawat jet pribadinya sengaja di bangun di sekitar rumahnya sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali ke rumah.
Ray kembali mengangkat tubuh Keyrani keluar dari mobil dengan gaya bridal style dan masuk ke dalam rumah.
"Apa ayahku tahu, akan kondisiku ini?" Tanya Keyrani karena dirinya tiba-tiba saja mengingat ayah kandungnya
"Dia tahu" Jawab Ray sembari masuk ke dalam kamarnya kemudian mendudukkan Keyrani diatas kasur "Aku hanya mengatakan kamu koma. Selebihnya aku tidak memberitahunya" Sambung Ray yang kini melepas sepatu Keyrani
"Bagaimana reaksinya?" Tanya Keyrani penasaran jika saja ayahnya tidak merasa sedih akan keadaannya
Ray menghela nafasnya panjang kemudian duduk di samping Keyrani "Cukup memprihatinkan dan juga Ayah dan Ibu tirimu bercerai" Ujar Ray mengingat kembali kondisi ayah Keyrani yang hampir mirip dengan dirinya karena meratapi keadaan Keyrani setiap hari
"Cerai? Bagaimana bisa?" Tanya Keyrani heran karena ternyata dirinya melewatkan begitu banyak hal
"Waktu aku benar-benar emosi. Jika saja tidak memandang hubungan darah mungkin aku sudah membunuh Ayahmu" Jawab Ray membuat Keyrani kaget dan menoleh ke arahnya
"Ray.."
"Aku tahu. Dia Ayahmu. Aku tidak mungkin menyakitinya, tapi tetap saja aku merasa kesal. Karena itu, aku melampiaskan nya pada perusahaan Ayahmu. Dari sejak itu, mereka bertengkar karena perusahaan Ayahmu berada di ambang kebangkrutan, tapi Ayahmu justru sama sekali tidak berbuat apa-apa karena mengkhawatirkan dirimu yang menghilang" Ujar Ray yang kini menggenggam tangan Keyrani
"Ibu tirimu tidak Terima dan pastinya dia tidak ingin hidup dengan seseorang yang menurutnya sudah tidak bisa menghidupi nya lagi. Makanya dia keluar bersama dengan anaknya. Sementara Ayahmu memilih untuk bercerai dengannya" Sambung Ray lirih
Keyrani sedikit tertegun, dan khawatir akan kondisi ayahnya sekarang "Biarkan aku bertemu dengannya" Pinta Keyrani dengan mata yang kini berkaca-kaca
Dirinya memang marah dan kesal dengan sifat ayahnya yang selalu tidak mempercayainya. Tapi tetap saja, ikatan darah diantara keduanya tidak bisa terbantahkan. Meski sekeras apapun dirinya ingin membenci, dirinya akan tetap kembali dalam pelukan seorang ayah, seperti yang dilakukannya sejak kecil dulu.
"Ray.. " Bujuk Keyrani merangkul lengan Ray berusaha membujuknya karena tidak mendapat respon sedari tadi
Tidak mudah bagi Ray untuk membiarkan Keyrani kembali kepada Ayahnya setelah apa yang dilakukannya.
"Aku bisa membiarkanmu bertemu, tapi aku ingin kamu tinggal di sisiku" Ujar Ray tidak rela jika Keyrani kembali tinggal di rumah itu
"Aku akan memikirkannya" Jawab Keyrani
"Kalau begitu aku tidak akan membawamu bertemu" Tolak Ray memalinkan wajahnya
"Baiklah. Aku akan tinggal disini, bersama denganmu" Putus Keyrani dengan cepat
"Besok" Ujar Ray kembali menoleh ke arah Keyrani yang kini mengangguk menyetujui
...***...
Keesokan harinya, sesuai dengan keinginan Keyrani. Saat ini keduanya, sudah berada di depan rumah Keyrani yang saat itu masih terlihat begitu sepi.
Ray mendorong Keyrani masuk kedalam rumah dengan menggunakan kursi roda. Karena tidak menemukan siapapun di ruang tamu, keduanya memutuskan mencari di kamar tidur.
Pintu kamar terbuka, memperlihatkan seorang pria paru bayah yang saat ini duduk di dekat jendela, menatap ke arah langit lepas. Punggungnya kelihatan begitu kesepian, badannya lebih kurus ketimbang saat terakhir Keyrani melihatnya.
"Pa..." Panggil Keyrani
Mendengar suara Keyrani, Ayah Keyrani sontak berbalik ke arah pintu kamar yang kini memperlihatkan Keyrani duduk di atas kursi roda dengan mata yang kini berkaca-kaca. A
"Key.. " Balas Ayah Keyrani tersentak kaget saat melihat putrinya yang sudah beberapa waktu ini di rindukan nya "Key.. " Panggilnya sekali lagi dan segera menghampiri Keyrani
"Kamu kembali.. " Tutur Ayah Keyrani yang kini memeluk tubuh Keyrani dengan air mata yang kini mengalir "Maafkan Papa, Key. Papa salah tidak pernah mempercayaimu dan hanya mendengar kata-kata mereka..hiksss" Ujar Ayah Keyrani terisak
"Pa.. " Keyrani balas memeluk Ayahnya sembari mengusap punggungnya
"Maafkan Papa Key.. Papa janji tidak akan pernah menyakitimu lagi. Jangan pergi lagi, Papa tidak bisa hidup tanpamu. Papa hanya memilikimu" Tutur Ayah Keyrani memegang kedua pipi Keyrani
"Key tidak akan pergi Pa" Jawab Keyrani mengangguk memegang tangan ayahnya untuk meyakinkannya
Setelah pertemuan yang begitu mengharukan itu, ketiganya kini berada di ruang tamu. Dengan Ayah Keyrani masih memegang tangan putrinya, seolah tidak ingin melepaskannya lagi.
"Mengapa tubuh Ayah mengurus seperti ini?" Tanya Keyrani memperhatikan tubuh ayahnya yang terlihat begitu kurus dan tidak terawat
"Papa tidak apa-apa. Ini tidak sebanding dengan apa yang kamu alami" Balas Ayah Keyrani dengan suara bergetar
"Terima kasih" Ujar Ayah Keyrani pada Ray "Terima kasih karena telah menjaga Keyrani melebih diriku" Sambungnya kemudian
"Sudah seharusnya. Dan juga, Keyrani akan tinggal bersama denganku" Balas Ray
Mendengar hal tersebut, Ayah Keyrani tertegun kaget "Tidak. Biarkan aku yang menjaganya" Tolak Ayah Keyrani tidak terima
"Keyrani sudah menyetujuinya. Aku tahu Om ingin menebus kesalahan yang telah Om lakukan, tapi tetap saja Aku tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi. Meski begitu, Aku tidak ingin memisahkan kalian seorang ayah dan anak. Jadi Om tetap bisa bertemu dengan Keyrani"
Ayah Keyrani menoleh ke arah Keyrani yang ternyata sudah menyetujuinya. Meski ia percaya bahwa Ray akan menjaga putrinya melebihi dirinya, namun hati kecilnya masih belum siap untuk berpisah dengan putrinya khususnya setelah semua yang dilakukannya selama ini.
"Aku akan mengunjungi Ayah" Tutur Keyrani memegang tangan ayahnya berusaha meyakinkannya
Ayah Keyrani menghela nafasnya pasrah "Baiklah jika itu yang kamu inginkan" Ujar Ayah Keyrani pasrah menyetujui keinginan keduanya
"Aku titip putriku padamu" Sambungnya menatap ke arah Ray
"Om, tidak perlu khawatir" Balas Ray kemudian