Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Sepupu


Sudah hampir 10 menit Lisa menangis tersedu-sedu di kantin. Rani yang tidak tega, segera memeluknya berusaha menenangkannya sembari mengusap punggungnya.


Keempatnya tetap diam, tidak berniat memulai pembicaraan sebelum Lisa berhenti terisak. Namun tiap kali Lisa ingin berbicara, Kata-kata nya seolah tertahan untuk keluar.


Bahkan sebelum mendengar cerita Lisa, Rani sudah meneteskan air matanya karena merasa iba melihat Lisa yang biasanya ceria kini menangis tersedu di hadapan mereka.


"Key.. hiksss...hiksss..." Ujar Lisa berniat berbicara namun tersendak karena menangis


"Apa yang terjadi dengan Keyrani?" Tanya Rian memegang bahu Lisa karena perasaannya tidak enak seolah ada sesuatu yang terjadi


"Key hikkkss...hikssss... Pergiiiiii...hikss..." Jawab Lisa kembali masuk kepelukan Rani karena tak kuasa mengatakannya


"Apa maksud kamu? Keyrani pergi kemana?" Tanya Rian sedikit memaksa 


"Stop Rian" Cegah Rani meski dirinya juga penasaran namun melihat Lisa seperti itu benar-benar membuatnya tidak kuat


Rian berdiri mengacak-acak rambutnya geram,  kemudian duduk kembali di kursinya gusar.


Lisa mengatur nafasnya perlahan meski masih tersedu kemudian melepas pelukan Rani "Satu minggu yang lalu... Aku mencari Keyrani karena sudah dua hari dia tidak datang ke kampus dan nomornya tidak bisa dihubungi.."


"Aku mendatangi rumahnya dan bertemu dengan ayahnya yang ternyata mereka sempat bertengkar sebelum Keyrani keluar dari rumah. Setelah dari sana aku menghubungi Ray"


"Ray?" Sela Rian bingung karena merasa tidak asing dengan nama tersebut


"Dia pacar Keyrani dan dosen kampus kita"


"Pacar?" Sahut Rian dan Aaron bareng sembari berdiri dari duduknya menatap bingung ke arah Lisa


"Iya. Keyrani punya pacar itu sebabnya dia ingin menjelaskannya pada kalian. Tapi apa? Kalian begitu sulit untuk dihubungi. Dan lihat sekarang... Keyrani kecelakaan..hikss"


Deghh..


Keempatnya terperanjak kaget mendengar penuturan Lisa.


"Kecelakaan? Ja..jadi dimana Keyrani  sekarang?" Tanya Rani panik


Lisa tidak menjawab.. Lidahnya terasa keluh..


"Dimana Lisa?" Tanya Rian berdiri dengan suara yang ditinggikan membuat beberapa mahasiswa yang ada di kantin kaget dan menoleh ke arahnya


"Rian" Tegur Dafa dengan suara yang tak kalah besarnya dengan Rian karena merasa kesal dengan sifat Rian yang sedari tadi kelewatan


"Dimana Lisa?" Ulang Rian yang kini meneteskan air matanya membuat ketiganya tertegun khususnya Aaron.


"Aku tidak tahu. Ray hanya mengatakan bahwa Keyrani kecelakaan. Selebihnya ia tidak mengatakan apa-apa padaku" Jawab Lisa masih terisak


Kaki Rian lemas, dirinya diliputi rasa bersalah. Begitu pun dengan Aaron yang kini menunduk merutuki dirinya.


"Ray..?" Lirih Rian kemudian segera berlari pergi meninggalkan keempatnya


"Rian. Kamu mau kemana?" Panggil Rani saat Rian bangkit dan berlari pergi namun tidak digubris oleh Rian


"Biarkan saja, dia butuh waktu untuk menerimanya" Tutur Dafa mengerti


Bahkan dirinya merasa iba akan apa yang terjadi pada Keyrani. Bagaimana dengan Rian? Aaron? Yang menaruh rasa pada Keyrani


...***...


Rian melajukan motornya memasuki kediaman yang pastinya sudah tidak asing baginya yang sudah 2 tahun ini tak pernah ia kunjungi. Ia menghentikan motornya tepat di dalam rumah, kemudian segera masuk ke dalam.


"Kak.. " Panggil Rian pada sosok pria yang saat ini duduk bersandar di depan kasur


Pria itu menoleh pada Rian. Wajahnya pucat, matanya sembab dan terlihat sedikit kurus layaknya orang sakit.


"Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti ini?" Tanya Rian panik menghampirinya dan nemegang wajahnya. Namun, Pria itu tidak merespon pertanyaannya, bahkan pandangannya terlihat begitu kosong.


"Kakak kenal Keyrani?" Tanya Rian ragu-ragu


Mendengar hal itu, pria itu segera menatap ke arah Rian "Key.. hiks..hikss.. " Bibir pria itu bergetar. Air matanya kembali menetes saat mengingat kekasihnya itu.


Rian terduduk di lantai. Tebakannya benar. Ray yang merupakan sepupunya adalah pacar dari Keyrani gadis yang disukainya.


"Key dimana kak?" Tanya Rian kemudian "katakan padaku"


"Ini bukan urusan kamu" Sahut Ray berdiri dari duduknya dan berniat keluar dari kamar


"Ini urusanku, karena aku menyukainya" Sarkaz Rian membuat Ray menghentikan langkahnya dan berbalik kembali menatap wajah Rian


"Ternyata kamu" Ujar Ray mengingat kembali akan dia teman Keyrani yang berkelahi karena dirinya


"Aku tidak tahu Keyrani dimana. Percuma bertanya padaku, karena aku juga tidak mengetahuinya" Sambung Ray kemudian


"Tapi kakak pacarnya" Sarkas Rian


"Stop Rian. Jika aku tahu Keyrani dimana aku tidak akan berada di sini di hadapanmu saat ini" Balas Ray geram berbalik menunjuk Rian dengan mata yang berkaca-kaca


Sejujurnya Rian sadar. Hanya dengan melihat penampilan Ray dirinya sudah tahu dan dapat menebak apa yang terjadi.


Rian merupakan sepupu Ray. Yang artinya Rian adalah anak dari Kanza Alisbha, tante Ray. Sejak masuk universitas Rian memutuskan untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang tuanya lagi.


Jantungnya terpacu saat melihat Ray berhasil di setiap apa yang dilakukannya. Dari sejak berumur 10 tahun dirinya sudah benar-benar iri dengan Ray yang serba bisa. Sementara dirinya hanya bisa berlindung dibalik kedua orang tuanya yang sukses di bidang masing-masing.


Karena itu, dia memutuskan pergi saat kuliah dan berjanji akan kembali saat dirinya sukses. Tapi takdir seolah mempermainkan dirinya. Karena dirinya harus menelan pahitnya kehilangan dan merelakan seseorang yang benar-benar berarti dalam hidupnya.


Wanita pertama yang membuatnya penasaran dan ingin memberikan semuanya namun justru adalah wanita yang disukai oleh sepupunya sendiri.


"Apa ini ada hubungannya dengan Kak Jeri?" Tanya Rian tiba-tiba membuat Ray menoleh menatapnya tajam


"Dari mana kamu tahu Jeri?" Tanya Ray kemudian


"Aku bekerja paruh waktu di bengkelnya. Dan aku tahu sedekat apa dirinya dengan Keyrani. Apa mungkin Kak Jeri yang membawa Keyrani? Iya Kak?" Tebak Rian setelah melihat mimik wajah Ray yang berubah saat mendengar nama Jeri


Beberapa hari yang lalu, Rian selalu datang ke bengkel namun tidak ada siapa-siapa disana. Bengkel tertutup dan Jeri tidak bisa ia hubungi. Awalanya ia merasa aneh karena Jeru tiba-tiba saja menutup bengkelnya tanpa memberitahunya. Dan kini pertanyaannya sudah terjawab. Jeri lah yang membawa Keyrani pergi.


"Itu benar Jeri yang membawa Keyrani" Jawab Ray lirih


"Kenapa membiarkannya Kak? Bukankah Keyrani pacar kakak!"


"Cukup Rian. Aku memang pacarnya tapi Jeri tidak sesederhana yang kamu pikirkan" Bentak Ray


"Aku tidak perduli, jika Kakak tidak mencarinya biar aku yang mencarinya" Putus Rian bangkit kemudian keluar dari kamar


Namun Rian tidak tahu, selama satu minggu ini Ray berusaha melacak keberadaan Jeri namun tidak mendapatkan hasil apapun hingga hari ini. Inilah yang membuatnya semakin terpuruk karena dirinya sama sekali tidak mendapat kabar dari Jeri.


HAPPY NEW YEAR 2022 🥳