Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Bertemu?


Sesuai dengan apa yang direncanakan, Ketiganya kini selesai dengan outfit masing-masing dan bersiap berangkat ke konser.


"Bagaimana dengan Sean?" Tanya Rani


"Dia ada di lobi menunggu" Jawab Keyrani yang memang sudah menghubungi Sean sedari tadi


"Bagaimana penampilan aku?" Tanya Lisa tiba-tiba saat keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian oversize nya


Keyrani hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Lisa. Karena ia dan Rani memilih mengenakan pakaian casual dibalut blazer.


"Ayo turun, Sean sudah menunggu sedari tadi" Ujar Keyrani meraih tasnya begitupun dengan Lisa dan Rani


Ketiganya segera turun ke lobi hotel untuk bertemu dengan Sean.


"Wooaahh.. Aku tahu dia tampan, tapi tetap saja aku tidak menyangka jika ternyata dia bisa setampan ini dengan pakaian all Black nya" Ujar Lisa memukul-mukul lengan Keyrani histeris


"Huusss... " Keyrani menyenggol balik lengan Lisa agar tidak bersikap berlebihan meski yang dikatakan Lisa memang benar adanya


"Maaf membuatmu menunggu lama" Ujar  Keyrani saat tiba di dekat Sean


"Tidak masalah, Ayo berangkat" Ajak Sean kemudian berjalan di depan ketiganya menuju mobil yang sudah ia persiapkan


Tanpa berlama-lama ketiganya segera masuk ke dalam mobil menyusul Sean.


"Sejak kapan kalian menyukai BTS?" Tanya Sean sedikit penasaran


Lisa tertawa kecil mendengar pertanyaan Sean "Aku bukan seorang Kpopers, aku hanya mengenal nama mereka dan itu pun karena Keyrani" Ujar Lisa yang kemudian diangguki oleh Rani yang juga bukan seorang Kpopers


"Hmm, sebenarnya aku juga bukan penggemar BTS hanya saja aku tertarik mengikuti konser mereka" Jawab Keyrani kemudian


"Pantesan kalian tidak membawa apapun" Ujar Sean menatap ketiganya yang terlihat tidak membawa apapun selain tas selempang mereka


"Anggap saja kami hanya iseng mengikuti konser ini .. " Ujar Keyrani tertawa kecil


Sean hanya tersenyum dan tidak melanjutkan percakapan. Ia memilih fokus menyetir mobil.  Sementara Lisa dan Rani kini saling menyandarkan kepala tertidur di pundak masing-masing. Begitu pun dengan Keyrani yang menyandarkan kepalanya pada kaca jendela mobil, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan yang mereka lewati.


Di sisi lain, Ray yang baru saja menemukan lokasi keberadaan Keyrani segera memesan tiket ke Negara K. Ia memilih menggunakan pesawat ketimbang jet pribadinya karena ia tidak dalam mood yang baik untuk mengemudikan nya sementara Jhon sengaja ia tugaskan untuk mencari lokasi pasti Keyrani. Karena ia hanya tahu Keyrani berada di negara K dan tidak mengetahui titik pastinya.


Butuh waktu 7 jam hingga Ray tiba di negara K. Dan saat ini berada di sebuah hotel yang tak jauh dari bandara sembari menunggu informasi dari Jhon yang masih belum menemukannya.


Berulang kali Ray mengecek dan menghubungi Jhon untuk menanyakan kabar terbaru namun percuma saja. Karena butuh waktu bagi Jhon untuk bisa melacak lokasi pastinya.


"Aku akan menemukanmu Key.. " Gumam Ray menatap cincin pemberian Keyrani


...***...


Setelah hampir 30 menit di perjalanan, Keyrani dan yang lainnya kini tiba di lokasi tempat konser diadakan.


"Woahh.. Mereka punya banyak penggemar" Ujar Rani kaget dengan kerumunan orang-orang yang begitu banyak dan memenuhi tempat tersebut


"Itu sudah pasti, mereka terkenal di seluruh dunia " Sahut Keyrani tidak kaget lagi


"Ayo masuk" Ajak Sean tanpa sadar menggenggam tangan Keyrani dan menuntunnya masuk ke dalam


Keyrani sedikit kaget namun ia membiarkannya begitu saja karena kerumunan yang terlalu banyak bisa membuatnya hilang tanpa ia sadari. Sementara Lisa dan Rani hanya bisa tersenyum jahil menggoda Keyrani.


Suara penggemar memekik memenuhi seisi gedung saat orang yang ditunggu-tunggu kini berlarian naik ke panggung dan menyapa para penggemar yang datang.


Ketiganya ikut berteriak kecuali Sean yang masih memasang wajah cool-nya tanpa berniat berteriak sama sekali. Membiarkan ketiganya larut dalam lantunan lagu yang dibawakan boygroup tersebut.


Konser berlangsung selama hampir 2 jam yang diwarnai dengan berbagai confetti dan asap yang kini memenuhi seisi panggung.


Keempatnya kini berada di salah satu kafe di sekitar lokasi konser, melepas dahaga mereka setelah 2 jam berteriak histeris.


"Suara aku sampai serak gara-gara teriak" Ujar Lisa mengelus tenggorokannya


Keyrani hanya tertawa kecil. Sejak awal ia sudah menduga hal ini pasti akan terjadi.


Tak berselang lama kemudian, Sean yang tadinya pergi memesan minuman untuk ketiganya kini kembali diikuti seorang pelayan di belakangnya membawa minuman yang dipesan mereka.


"Apa yang akan kalian lakukan setelah ini?" Tanya Sean


"Tidak ada. Tujuan kami ke negara ini hanya untuk menonton konser saja" Jawab Keyrani


"Jadi, kapan kalian pulang?" Tanya Sean kembali


Mendengar pertanyaan Sean, ketiganya saling bertukar pandang dengan bahu terangkat karena mereka belum pernah membahasnya sebelumnya.


...***...


Setelah melepas rasa lelah di kafe, Keyrani dan lainnya kembali pulang ke hotel. Begitu pun dengan Sean yang memilih menginap di hotel karena terlalu lelah untuk kembali ke rumahnya.


Jam di dinding menunjukkan pukul 8 malam saat mereka tiba di hotel. Tanpa mengganti pakaian masing-masing, ketiganya langsung melempar tubuh mereka ke atas kasur.


"Lain kali jangan lupa mengajakku lagi.. " Ujar Rani merasa senang


"Itu benar, ini pertama kalinya aku berteriak dengan bebas dan gila seperti itu" Imbuh Lisa


Keyrani hanya tersenyum mendengar penuturan keduanya, mungkin inilah sebabnya para fangirl sering mengatakan jika idol adalah Self-Healing terbaik buat mereka.


Tepat sebelum ketiganya menutup mata mereka untuk beristirahat. Bel pintu kamar mereka tiba-tiba saja berbunyi.


"Buka gih.. " Pinta Lisa menyenggol lengan Keyrani


"Nggak.. Kamu yang buka" Tolak Keyrani balik menyenggol lengan Lisa karena terlalu lelah untuk sekedar bangun


"Nggak mau.. " Tolak Lisa kembali


Rani menghela nafasnya melihat tingkah keduanya. Kemudian memutuskan bangkit dan membuka pintunya.


"Nah.. Itu baru bestie tanpa disuruh pun dia mau" Sindir Lisa pada Keyran yang hanya memasang wajah cuek tidak perduli karena ia terlalu lelah


Namun tepat setelah Rani membuka pintu, Ia tiba-tiba terperanjak kaget dan menutup kembali pintu kamar dengan kerasnya membuat keduanya bangkit dari tidurnya.


"Kamu kenapa? Siapa yang datang? Kok ditutup lagi?" Tanya Lisa ikut kaget


"Itu.. " Ujar Rani menatap keduanya dengan tangan menunjuk ke arah pintu


"Siapa?" Tanya Lisa kemudian berjalan ke pintu


Sama seperti Rani, Lisa juga sontak menutup pintu kamar namun segera terhenti saat sebuh tangan dengan kuatnya mendorong pintu kamar tersebut.


Kedua alis Keyrani seketika bertaut dengan dahi mengkerut "Ray..?" Ucap Keyrani tepat saat pintu terbuka memperlihatkan Ray yang kini memasang wajah sendu


Keduanya bertatapan cukup lama, hingga kemudian Ray berjalan masuk dan menghampiri Keyrani yang masih mematung ditempatnya.


"Aku memesan sebuah kamar untuk kalian" Ujar Ray menyerahkan sebuah cardlock kepada keduanya


Lisa menatap Keyrani sejenak sebelum akhirnya menerima cardlock tersebut, mengerti akan maksud Ray yang menginginkan ruang pribadi untuk keduanya.


"Ayo.. " Ucap Lisa menarik tangan Rani keluar dari kamar


"Tapi.. "


"Biarkan mereka untuk sementara waktu" Ujar Lisa memotong pembicaraan Rani


Keduanya kemudian pergi ke kamar yang telah di pesan oleh Ray, yang hanya berjarak beberapa kamar dari kamar tempat mereka tadi.