
Keyrani bersama dengan Rian kini berada di minimart dengan Rian yang kini sibuk mendorong troli dan mencari bahan-bahan masakannya.
Sementara Keyrani sibuk berkeliling mencari cemilan, meski dirinya sudah membeli beberapa tadi siang tapi tetap saja, cemilan sangat penting untuknya khususnya saat dirinya menonton drama kesukaannya yang terkadang membuatnya lupa jika dirinya sudah memakan habis cemilannya.
"Kamu belum selesai?" Tanya Keyrani menaruh semua cemilan yang dipilihnya pada troli Rian
"Ini kamu yang habiskan semua?" Tanya Rian kaget dengan semua cemilan Keyrani
"Iya" Jawab Keyrani santai
"Wahh.. Makanmu sebanyak ini, tapi tubuhmu masih terlihat begitu ramping" Ujar Rian tidak mengerti
Keyrani hanya mengangkat kedua bahunya, karena dirinya juga tidak mengerti dan tidak ingin memikirkannya.
"Masih ada?" Tanya Rian kepada Keyrani
Keyrani berpikir sejenak sebelum akhirnya berlari ke arah freezer box untuk mengambil es krim.
Sementara Rian kini mendorong troli ke arah kasir sembari menunggu Keyrani mengambil es krim nya.
Setelah membayar semuanya, keduanya keluar dari minimart dengan dua kantong besar di tangan Rian. Sementara Keyrani memegang dua es krim yang tadi di belinya.
Sebelum pulang ke rumah, keduanya duduk di dekat motor sembari menikmati es krim yang dibeli Keyrani karena jika harus membawanya pulang, Es krim itu pastinya akan meleleh.
...***...
Setelah hampir 2 jam keduanya berada di luar, Keyrani dan juga Rian kini tiba di rumah dan segera menuju ke dapur. Sebelum malam semakin larut dan membuat keduanya malas untuk memasak lagi.
Namun, sebelum keduanya tiba di dapur Ray yang ternyata sedari tadi mencari Keyrani kini duduk di sofa ruang tamu dengan raut wajah gusarnya dan segera menghampiri keduanya saat memasuki rumah.
"Kalian dari mana saja?" Tanya Ray kemudian
"Dari minimart" Jawab Keyrani santai sementara Rian tidak perduli dan melanjutkan langkah ke dapur untuk menyimpan belanjaannya
Keyrani kemudian mengikutinya dan mengambil semua cemilannya untuk disimpan di kamarnya sendiri.
"Kamu kenapa lagi?" Tanya Keyrani kepada Ray yang sedari tadi mengikutinya hingga ke kamarnya
"Kenapa nggak bilang kalau kamu keluar, ponsel kamu mana? Aku telpon nggak diangkat-angkat" Omel Ray karena panik
Keyrani menghela nafasnya kemudian menoleh ke arah Ray "Tadi yang nyuekin aku siapa?" Ujar Keyrani masih kesal karena seharian Ray sibuk dengan pekerjaannya
"Yaudah maaf. Lain kali kamu bilang dulu kalau mau keluar, khususnya ponsel. Kamu nggak boleh lupa dan bawa setiap saat" Ujar Ray dengan semua pengatirannya sembari memeluk Keyrani dari belakang
"Udah ah, aku mau turun" Timpal Keyrani melepas pelukan Ray berniat untuk turun menghampiri Rian yang pastinya kini sibuk memasak
"Ngapain?" Cegah Ray
"Masak, aku lapar" Jawab Keyrani kembali melangkahkan kakinya yang kemudian diikuti oleh Ray dari belakang
Namun setibanya di dapur, Ray justru menyuruh Keyrani untuk duduk di meja makan. Sementara dirinya ikut memasak bersama dengan Rian.
Keyrani yang mulai bosan di meja makan, meraih ponselnya dan memotret keduanya yang saat ini terlihat begitu serius namun tetap begitu karismatik dan tampan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ray menyadari saat Keyrani diam-diam mengambil gambar
"Mengabadikan momen ini. Kapan lagi aku bisa melihat kalian berdua masak seperti ini" Jawab Keyrani
Mendengar jawaban Keyrani keduanya beradu pandang sejenak dan kembali melanjutkan masakannya.
Sekitar 10 menit kemudian, keduanya telah selesai dengan Rian memasak nasi goreng dan Ray memasak pasta.
Keyrani yang disodorkan dua makanan sekaligus, kemudian memandangi keduanya sembari tersenyum dan akhirnya memilih nasi goreng buatan Rian.
"Aku pilih ini" Ujar Keyrani antusias kemudian menarik piring tersebut
Rian yang merasa senang menaikkan alisnya sebelah menggoda Ray karena Keyrani lebih memilih nasi goreng buatannya.
"Kamu tidak akan mencoba ini?" Tanya Ray mengangkat pasta buatannya
Keyrani menggelengkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Ray dan melanjutkan memakan makanannya.
Melihat hal tersebut, dahi Ray seketika mengerut dan akhirnya beranjak pergi ke kamar.
"Kamu tidak akan mengejarnya?" Tanya Rian
"Biarin. Seharian aku di cuekin" Ujar Keyrani kemudian mengambil pasta buatan Ray
Dirinya memang sengaja mengerjai Ray, padahal sebenarnya ia benar-benar ingin mencoba pasta buatan Ray.
...***...
Keyrani melangkahkan kakinya naik ke atas sembari mengelus perutnya yang terasa begitu penuh karena menghabiskan kedua makanan tersebut.
Keyrani berhenti di depan kamar Ray dan membuka pintunya berniat untuk melihat rekasi Ray setelah ia bersikap cuek kepadanya.
"Ray.. " Panggil Keyrani saat memasuki kamar sembari berjalan ke kasur
"Dia mandi?" Gumam Keyrani yang kini samar-samar mendengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi
Keyrani membaringkan tubuhnya sembari memainkan ponselnya, berniat menunggu Ray selesai mandi.
30 menit berlalu. Ray tak kunjung keluar dan kini Keyrani sudah tertidur di kasur dengan ponsel yang masih berada di genggamannya.
Pintu kamar mandi akhirnya terbuka, menampilkan Ray dengan sehelai handuk di badannya yang saat ini masih terlihat begitu basah begitu pun dengan rambutnya.
Ray berjalan ke arah kasur menatap Keyrani yang kini tertidur pulas. Tanpa berfikir lama, Ray naik dan membaringkan tubuhnya di samping Keyrani. Memeluk tubuh gadisnya itu erat. Kemudian menyentuh satu persatu bagian dari wajah Keyrani, mulai dari alis, bulu mata, hidung hingga bibir mungil milik Keyrani.
Mata Keyrani perlahan terbuka saat dirinya merasakan sentuhan dari Ray khususnya aroma dari tubuhnya yang saat ini bisa diciumnya dengan begitu jelas.
"Ray.. " Ucap Keyrani membuka matanya dan tepat bertatapan dengan bola mata coklat milik Ray
"Kamu kenapa telanjang begini? Cepat pakai bajumu sebelum kamu kena flu" Ujar Keyrani khawatir saat menyadari Ray bertelanjang dada dengan rambut yang masih basah
Bukannya segera bangkit, Ray semakin mengeratkan pelukannya membawa Keyrani masuk kedalam dekapannya.
Karena tidak digubris Keyrani mengikuti keinginan Ray, dan memilih memainkan tangannya pada dada Ray. Menyentuh satu persatu otot perutnya yang terdiri dari enam.
"Aku benar-benar beruntung bisa melihat tubuh pria dua kali hari ini" Ujar Keyrani iseng
Dan benar saja, setelah mencerna ucapan Keyrani, Ray segera melepas pelukannya dan menatap Keyrani tajam.
"Kamu tahu, saat kamu mengabaikan ku tadi. Tanpa sengaja aku melihat tubuh Rian saat di kolam renang. Tapi setelah melihat tubuhmu, sepertinya aku memang tidak salah pilih" Ujar Keyrani masih menyentuh perut Ray
Seketika tubuh Ray menegang mendengar penuturan Keyrani ditambah sentuhan dari tangannya yang sedari tadi menari di tubuhnya seolah sengaja mempermainkan nya.
Tak ingin berlarut dalam perasaan menyiksa itu, Ray segera bangkit dari tidurnya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Kamu kenapa masuk kamar mandi lagi? Bukannya kamu sudah mandi?" Tanya Keyrani menggoda Ray meski dirinya sudah tahu