
Sementara di tempat lain, terlihat Tuan Robinson langsung menghubungi Mahendra, pria yang bekerja sama dengannya untuk membocorkan rahasia perusahaan Herlambang company. Bahkan dana operasional perusahaan milik Tuan Herlambang, juga ia korupsi. Tapi untuk saat ini Tuan Herlambang tidak memiliki cukup bukti untuk menyeretnya ke dalam penjara.
Mahendra yang mendapat telepon seluler dari Robinson, tampak mengembangkan senyumnya. Ia sudah yakin, kalau sebentar lagi dia akan mendapatkan transferan uang yang cukup besar, setelah Tuan Robinson memenangkan tender tersebut.
βTetapi yang datang dari Tuan Robinson kali ini makian dan cacian. Karena apa yang dipresentasikan oleh anak buah Tuan Robinson kali ini tidak sama dengan apa yang dipresentasikan oleh Maharani. Tuan Robinson mengira kalau Mahendra memberikan penawaran yang salah kepada Tuan Robinson.
"Tidak, saya benar-benar mengkopi langsung dari komputer milik wanita itu. Aku tidak tahu, kalau mereka juga memiliki penawaran yang lain. Setelah aku cek, hanya itu saja yang ada. Sehingga aku mengkopinya langsung, dan mengirimkannya kepada Tuan." Bantah Mahendra kepada Tuan Robinson yang sudah dibakar api amarah.
"Diam, kamu!!! jangan macam-macam kepadaku. Aku sudah membayar mu mahal-mahal. Tetapi kamu bekerja dengan tidak becus." bentak pria itu, sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Tanpa ia sadari Maharani sudah merekam pembicaraannya, dengan seseorang di dalam sambungan telepon selulernya.
Maharani berlalu meninggalkan Mahendra, dengan membawa bukti rekaman pembicaraan Mahendra dengan Tuan Robinson di dalam sambungan telepon selulernya.
Lalu ia berniat menghampiri Devano keruang kerjanya. Tiba-tiba saja Tuan Herlambang menghampirinya. Karna Tuan Herlambang merasa bersyukur, berkat Maharani, perusahaan miliknya terselamatkan dari kebangkrutan.
Setelah hubungan perusahaan Tuan Herlambang kembali mendapatkan kepercayaan dari perusahaan Tuan Maulana, Tuan Herlambang bernafas lega dan bersyukur. Ini semua, berkat Maharani yang mengelabui sang pengkhianat perusahaan Tuan Herlambang.
"Trimakasih Maharani, berkat ide dan bantuan kamu, akhirnya perusahaan ini terselamatkan." ucap Tuan Herlambang kepada Maharani.
"Ngak usah berterima kasih kepada saya Pak. Ini sudah menjadi kewajiban saya, sebagai mahasiswi magang di perusahaan bapak, untuk membantu perusahaan ini agar kembali bangkit. Dan justru saya yang mengucapkan Terimakasih kepada bapak, berkat bantuan bapak selama ini. Saya dapat melanjutkan pendidikannya saya, hingga ke universitas.
"Tapi, saya minta maaf Maharani. Karna telah menghentikan Beasiswa kamu. Maklum kondisi perusahaan saat itu, benar benar mengalami kerugian. Dan bahkan hampir bangkrut.
"Tidak apa apa Pak. Kita ambil hikmahnya aja." sahut Maharani.
Sementara Devano, hanya diam saja mendengar Tuan Herlambang dan Maharani berbicara begitu santai. Tidak seperti atasan dan bawahan. Tuan Herlambang seolah berbicara dengan anak perempuannya. Melihat cara bicara Tuan Herlambang dengan Maharani.
"Oh,iya Pak. Saya hanya ingin memberikan ini saja kepada bapak. Semoga dengan rekaman ini, orang yang berniat menghancurkan perusahaan ini. Dapat di jebloskan kedalam penjara. Dan menerima hukuman, atas apa yang sudah ia lakukan selama ini. Yang merugikan perusahaan ini." ucap Maharani sambil menyerahkan rekaman video yang ia rekam sendiri dengan ponselnya.
Tuan Herlambang menerima flash disk yang diberikan oleh Maharani. Kemudian Devano meraih flash disk itu dari tangan Tuan Herlambang. Kemudian ia membukanya di layar laptop.
Ketika rekaman video itu di Putar dan mendengarkan semua, apa yang di bicarakan oleh Mahendra dengan Robinson. Membuat Tuan Herlambang sontak emosi.
Begitu juga dengan Devano. Saat itu juga Devano menghubungi pihak kepolisian, dan melaporkan apa yang sudah dilakukan oleh Mahendra. Agar Mahendra segera ditangkap dan di jebloskan ke penjara.
Tak menunggu lama, pihak kepolisian langsung menangkap Mahendra, yang saat ini sedang menikmati menu makanan di kantin dekat kantor. Membuat para karyawan yang melihat pihak kepolisian datang ke lokasi, kebingungan.
"Saudara Mahendra, ayo ikut kami. Kami dapat laporan, kalau anda selama ini menjual data perusahaan, yang dapat merugikan perusahaan Tuan Herlambang. Dan anda juga di laporkan telah korupsi dana operasional perusahaan." ucap petugas kepolisian, sambil langsung membawa Mahendra masuk kedalam mobil kepolisian.
"Saya tidak salah!!!
"Saya tidak salah!!! lepaskan saya ." teriak Mahendra.
"Nanti saja kamu jelaskan di kantor."titah pak polisi, sambil langsung masuk kedalam mobil.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih πππ
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH ππ
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN