Di Bully Karna Obesitas

Di Bully Karna Obesitas
BAB 17. HUKUMAN


Ibu Halimah keluar dengan membawa beberapa cangkir kopi. Kopi racikan Ibu Halimah sendiri. "Silakan diminum Tuan, hanya ini yang bisa kami suguhkan." ucap Ibu Halimah Sementara Pak Joko berusaha untuk duduk, dibantu oleh ibu Halimah setelah menyuguhkan minuman itu kepada Tuan Herlambang dan asistennya.


"Maaf Pak, Ada apa ya datang ke rumah kami?" tanya Pak Joko dengan suara parau.


"Begini Pak, Bu, kedatangan saya ke rumah bapak dan ibu ini, saya hanya ingin meminta maaf atas kejadian yang menimpa Pak Joko. Jujur saya sebenarnya tidak mengetahui kejadian ini. Tetapi Ketika pak mandor memberitahunya kepada saya, sehingga saya benar-benar terkejut. Apalagi kejadian yang menimpa Pak Joko sebenarnya unsur kesengajaan dari rekan kerja Pak Joko." ucap Tuan Herlambang membuat Ibu Halimah dan Pak Joko benar-benar terhenyak.


"Maksud Tuan?


"Iya Bu, Pak. Sebenarnya kecelakaan yang menimpa Pak Joko itu unsur kesengajaan. Dan itu disengaja oleh Pak Karyo dan Pak Karim, selaku rekan kerja Pak Joko yang selama ini tidak menyukai kehadiran Pak Joko di proyek. Dan itu tidak luput dari perintah dari Putra saya Devano."


"Putra Tuan terlibat atas kecelakaan yang menimpa suami saya?


"Saya tidak mengetahui motif Apa yang membuat Putra saya Devano ingin mencelakai bapak. Jujur saya ingin membawakan ini ke jalur hukum. Tapi bagaimanapun Devano itu Putra saya. Untuk itu saya langsung datang kepada bapak dan ibu, mewakili Putra saya, saya benar-benar meminta maaf."ucap Tuan Herlambang


"Tetapi Apa salah saya, Mengapa pak Karim dan Pak Karyo berniat ingin mencelakai saya Pak?"


"Karena mereka merasa terancam dengan kehadiran bapak di sana." timpal sang asisten Tuan Herlambang.


"Kenapa terancam?


"Takut kalau kinerja mereka akan Bos ketahui."kembali sang asisten Tuan Herlambang yang menjawab.


"Astagfirullah! kenapa sampai begitu? Padahal saya tidak ada niatan sedikitpun untuk mengadu walaupun bagaimana kinerja mereka."Ucap pak Joko kepada Tuan Herlambang dan sang asisten.


"Itu tidak ada gunanya lagi, saat ini kedua pria itu sudah dipecat." sahut sang asisten.


"Baguslah dipecat orang kayak gitu, yang mau mencelakai orang lain. Tidak mikir apa, bagaimana perasaan keluarga yang mereka celakai."ucap Ibu Halimah karena dirinya merasa kesal.


"Kedatangan saya ke sini, ingin meminta maaf kepada bapak. Sebagai permintaan maaf saya, saya akan membayar seluruh biaya pengobatan Pak Joko. Dan gaji Pak Joko selama tidak bekerja di proyek, akan tetap jalan. Saya juga akan membiayai pengobatan Pak Joko sampai sembuh total dan kembali bisa bekerja. Sebagai permintaan maaf saya. Asalkan Pak Joko dan Ibu tidak memperpanjang masalah ini ke jalur hukum. Tapi saya akan tetap menghukum Putra saya."


Ibu Halimah menghela nafas panjang. Ia melihat ketulusan dari Tuan Herlambang. Apalagi selama ini mereka sama sekali tidak mengetahui, kalau kejadian yang menimpa Pak Joko itu unsur kesengajaan, kalau Tidak diberitahu oleh Tuan Herlambang sendiri.


"Terima kasih Pak, kami juga tidak akan memperpanjang masalah ini, walaupun Bapak tidak memberikan seperti apa yang Bapak sebutkan tadi. Karena kami juga akan menjaga reputasi keluarga Bapak. Apalagi saat ini seperti yang Maharani beritahu, kalau saat ini Devano masih menempuh pendidikan di universitas Gunadarma, di mana putri saya juga saat ini menempuh pendidikan di sana. Yang ternyata menurut penuturan putri saya, yang memberikan beasiswa kepada putri saya, ternyata Tuan Herlambang sendiri." ucap Ibu Halimah memberi hormat kepada Tuan Herlambang karena ia benar-benar melihat ketulusan dari Tuan Herlambang.


"Saya melihat kecerdasan dan wawasan yang dimiliki oleh Putri ibu, sehingga Saya bersedia memberi santunan beasiswa kepadanya hingga dia lulus S1 dari universitas Gunadarma. Saya juga ingin merekrutnya bekerja di perusahaan saya. Jika dia sudah lulus kuliah nanti." ucap Tuan Herlambang membuat Ibu Halimah benar-benar bersyukur.


Tuan Herlambang memerintahkan kepada asistennya untuk memberikan santunan pengganti biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh keluarga Pak Joko, kepada Ibu Halimah. Dan selanjutnya biaya rawat jalan Pak Joko akan ditanggung oleh Tuan Herlambang. Begitu juga dengan gajinya akan diberikan selama Pak Joko masih dalam perawatan.


Setelah kesepakatan itu dilakukan, Tuan Herlambang pun kembali ke rumah utama keluarga Herlambang. Saat Tuan Herlambang sudah tiba di rumah, ia melihat mobil putranya sudah berada di rumah. Itu artinya Devano sudah berada di sana.


"Devano!! teriak Tuan Herlambang ketika dirinya sudah tiba di rumah.


"Ada apa sih Pa, kok teriak-teriak memanggil?"tanya Devano yang merasa tidak bersalah. Padahal dia sudah mengetahui video dirinya yang membully Maharani sedang viral di media sosial.


"Apa Papa pernah mengajarkanmu melakukan kriminal seperti itu?


" Apakah Papa pernah mengajarkanmu bertindak urakan di luar sana? Papa selalu memenuhi keinginan kamu! yang Papa tuntut dari kamu tidak banyak, hanya saja kamu kuliah dengan benar,"


"Nilai kamu benar-benar hancur, perlakuan kamu kurang ajar!" ucap Tuan Herlambang yang langsung melayangkan tamparannya kepada Devano. Membuat Devano sontak terhenyak. Kulit putihnya berubah menjadi memerah akibat tamparan yang dilakukan oleh Tuan Herlambang.


"Papa apa apaan sih!"


"Sekarang juga fasilitas yang selama ini papa berikan kepada kamu, akan Papa tarik. Sini kunci mobil, dompet, dan semua fasilitas yang Papa berikan sama kamu!" titah Tuan Herlambang


"Papa apa apaan sih!"


"Jangan banyak protes! sekarang juga berikan kepada Papa fasilitas yang semua Papa berikan kepada kamu. Kamu hidup dari uang Papa. Tapi kamu tidak pernah menuruti semua apa yang Papa katakan." titahTuan Herlambang penuh dengan emosi.


Nyonya Murni yang baru tiba di rumah setelah pertemuannya dengan ibu-ibu sosialitanya. terhenyak mendengar suara ribut-ribut di rumah.


"Ada apa sih Pa, kok teriak-teriak? tanya Nyonya Murni kepada Tuan Herlambang.


"Nih Tanya saja sama Putra kesayangan Mama ini, Papa sudah pusing dibuatnya. Dia sudah melakukan tindakan kriminal, dia juga sudah membuat orang cacat."ucap Tuan Herlambang kepada istrinya


"Maksud Papa apa, sih?


"Tanya langsung kepada Putra kesayangan kamu ini. Dari dulu kamu selalu memanjakannya. Ini dia jadinya! nilai di kampus anjlok, terancam drop out dari kampus. Dia juga sudah membayar orang untuk mencelakai karyawan bangunan yang bekerja di proyek Papa. Dia juga sudah melakukan tindakan pembullyan terhadap mahasiswa di universitas Gunadarma, yang saat ini lagi viral. Apa Mama tidak melihatnya?" ucap Tuan Herlambang membuat Nyonya Murni terkejut.


Nyonya Murni langsung meraih ponselnya yang ada di tas sandang miliknya. Sedari tadi Nyonya Murni memang tidak membuka sosial media miliknya. Sehingga Nyonya murni tidak mengetahui video viral tentang putranya.


Ketika Nyonya melihatnya. Terlihat wajah Nyonya Murni biasa-biasa saja.


"Sudahlah Pa, begini aja dipusingkan. Kan bisa Papa minta kepada asisten Papa untuk menghapus video ini dari sistem"ucap Nyonya murni yang mampu membuat Tuan Herlambang semakin emosi.


"Mama benar-benar tidak paham!" ucap Tuan Herlambang sambil mengambil seluruh fasilitas yang diberikan Tuan Herlambang kepada putranya Devano.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS