Di Bully Karna Obesitas

Di Bully Karna Obesitas
BAB 23. INGIN MEMBERIKAN KEJUTAN


Sabrina dan Rina sudah tidak sabar menanti kepulangan Maharani. Apalagi setelah mereka mengetahui, kalau Maharani mendapat peringkat pertama dalam mengikuti studi banding dan olimpiade.


Sementara Devano saat ini pikirannya sangat kacau. Sang kekasih yang ia anggap bisa membantunya memberikan uang pinjaman, ternyata Dewi sama sekali tidak bersedia membantunya.


Apalagi semenjak Dewi mengetahui Devano diusir dari rumah utama keluarga Herlambang. Ia sengaja menghindar bertemu dengan Devano. Bahkan rasanya ia tidak perlu bertemu dengan pria itu lagi.


"Gibran, Aku harus minta tolong sama siapa ya?


"Memangnya kamu belum bicara dengan Dewi?


"Aku sudah berbicara kepadanya. Bahkan aku langsung berterus terang kepadanya. Tapi sepertinya dia tidak bersedia membantuku, dengan alasan Dia tidak memiliki uang.


Gibran menghela nafas panjang.


"Ya sudahlah, Nanti kita pikirkan lagi. Lebih baik kita pulang sekarang."


Gibran dan Devano berlalu dari kampus Gunadarma setelah menyelesaikan mata kuliah hari ini.


Di sepanjang perjalanan, Devano menggerutu. Teringat sikap Dewi terhadapnya begitu cuek walaupun saat ini Devano mengalami masalah. "Aku tidak menyangka ternyata wanita itu hanya menginginkan uangku saja. Giliran aku kesusahan Kaya gini, dia malah menghindar."gumam Devano di dalam hati.


"Kamu lagi memikirkan apa?" tanya Gibran kepada Devano.


"Aku tidak memikirkan apa-apa, kamu santai aja." ucap Devano berbohong.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit,mereka akhirnya tiba di rumah utama keluarga Gibran. Alangkah terkejutnya kedua pemuda itu melihat satu unit mobil Pajero sudah terparkir di halaman rumah milik keluarga Gibran.


"Astagfirullah! Mama dan Papa Aku sepertinya sudah pulang, itu lihat mobilnya sudah terparkir di sana." ucap Gibran memberitahu kepada Devano .


"Jadi aku harus bagaimana?


Gibran berpikir sejenak, Ide cemerlang nya kembali.


"Nanti bilang aja kita kerja kelompok. Dan t Malam ini kamu menginap di sini. Besok baru kita cari tempat kos-kosan untuk tempat kamu menginap. Atau tidak, kamu ke rumah teman kita yang lain dulu." ucap Gibran memberikan saran.


Devano mengacak rambutnya. Dia bingung harus berbuat apa saat ini. Mau kembali kerumah orangtuanya, dia merasa malu dan gengsi. Karna dia sudah menantang sang ayah. Kalau dirinya bisa hidup tanpa fasilitas dari sang ayah.


"Assalamualaikum! sapa Gibran saat mereka sudah tiba disana.


"Waalaikumsalam!" sahut Mamanya Gibran sambil mempersilahkan kedua pria itu duduk bersama mereka.


"Papa sama Mama kapan pulang?


"Baru sekitar satu jam yang lalu, Oh iya kenalin ini Sandra. Putri dari rekan bisnis Papa kamu." Mamanya Gibran memperkenalkan Sandra kepada Gibran dan juga Devano.


"Oh, iya. Ada apa Devano ikut ke sini?


"Oh iya, Ma. Ada kerja kelompok dari kampus. jadi Gibran mengajak Devano untuk mengerjakan tugas dari kampus di rumah kita saja. Gibran kira Mama sama Papa belum pulang. Jadi biar rame sedikit Gibran mengajak Devano sekalian nginap saja di rumah ini. Lagian ada kamar tamu yang bisa dia tempati." Gibran terpaksa berbohong kepada kedua orang tuanya.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Asalkan benar-benar Kalian kerja kelompok. Tapi tumben saja kalian berdua rajin. Biasanya harus dapat teguran dulu dari pihak kampus baru kalian mengerjakan tugas yang diberikan dosen kepada kalian."


"Semua orang itu pasti berubah Ma, Mama ini bagaimana sih? apa Mama tidak senang kalau Putra Mama ini semakin rajin belajar dan nanti cepat lulus kuliah?"


"Ya, pasti Mama senang lah. Nggak mungkin Mama nggak senang melihat Putra Mama sudah memakai toga sarjana di waktu yang tepat." ucap Mamanya Gibran sambil tersenyum.


Di dalam hati Devano merasa bersyukur. ternyata Gibran mampu membohongi kedua orang tuanya hanya untuk menyelamatkan Devano.


Di tempat lain, tepatnya Bandar Udara Frankfurt am Main, Maharani, Pak Jonas dan Pak Susilo sudah bersiap hendak kembali ke tanah air. Setelah mereka berada di Jerman kurang lebih sepuluh hari. Maharani sengaja tidak memberitahu kepada orang tuanya mengenai kepulangannya.


Rencananya ia ingin memberikan kejutan kepada kedua orang tuanya. Dia ingin membahagiakan Pak Joko dan ibu Halimah. Dia mendapatkan hadiah uang tunai untuk Ia berikan kepada kedua orang tua.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN