
Ketika Pak Karyo dan Pak Karim sudah berada di kantor pemasaran proyek, yang lokasinya berada di sekitar proyek, sang mandor mempersilahkan kedua pria itu duduk di sana. Sambil menunggu kedatangan Tuan Herlambang. Karena sebelumnya sang mandor sudah menghubungi asisten Tuan Herlambang. Dan sepertinya menurut penuturan dari sang asisten Tuan Herlambang bersedia datang ke proyek.
Tak menunggu lama, mobil yang dikendarai oleh asisten Tuan Herlambang sudah tiba di lokasi proyek. Dan langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan kantor pemasaran proyek. Yang mana Di sana Pak mandor dan kedua kuli bangunan yang ditugaskan oleh Devano untuk mencelakai Pak Joko sudah berada di sana.
Tuan Herlambang keluar dari dalam mobilnya. Lalu berjalan yang diikuti oleh sang asisten.
Ketika tuan Herlambang sudah tiba di kantor pemasaran proyek, terlihat Pak mandor masih berdiri di dekat Pak Karyo dan juga Pak Karim.
Kedua pria itu langsung berdiri dari tempat duduknya, ketika melihat bos besar sudah tiba di sana. Sang mandor langsung menjauh dari kedua pria itu.
"Berapa bayaran yang kalian dapatkan dari Putra saya Devano untuk mencelakai Pak Joko selaku rekan kerja kalian?"pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh Tuan Herlambang kepada Pak Karim dan juga Pak Karyo. Membuat kedua pria itu langsung terhenyak, ketika mendengar pertanyaan dari Tuhan Herlambang.
"Maaf tuan, maksud Tuan apa, ya? tanya kedua pria itu pura-pura tidak mengetahui.
"Tidak perlu kalian pura-pura tidak mengetahui. Sekarang juga kalian harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kalian lakukan,"
" Apa kalian tahu ini sudah tindakan kriminal! kalau saja Putra Saya tidak terlibat akan hal ini, maka saya akan menjebloskan kalian ke dalam penjara. Untuk itu sebagai hukumannya, saya akan memecat kalian tanpa menerima gaji sepeserpun. Karena gaji kalian itu akan saya alihkan untuk biaya pengobatan Pak Joko, atas perlakuan kalian. Sebelum amarah saya memuncak, lebih baik kalian enyah dari hadapan suara ."suara bariton Tuan Herlambang menakutkan di telinga kedua pria itu.
Keduanya langsung bersujud di kaki Tuan Herlambang. Berharap Tuan Herlambang masih memberi maaf kepada keduanya, dan memberi izin kepada mereka untuk tetap bekerja di proyek milik Tuan Herlambang. Tapi sepertinya Tuan Herlambang belum bisa memaafkan keduanya.
Tuan Herlambang langsung menghempaskan kakinya dan meninggalkan keduanya duduk di kursi yang dikhususkan untuk pemilik proyek
Petugas marketing yang ada di sana pun benar-benar terhenyak. Mereka tidak menyangka kalau kedua kuli bangunan itu penyebab kecelakaan yang menimpa Pak Joko saat bekerja. Bahkan Pak mandor pun tidak bersedia untuk membantu keduanya. karena selama ini sebenarnya Pak mandor sudah mengetahui kinerja kedua pria itu.
"Sekarang juga, kalian pergi dari sini. Atau Kalian mau saya jebloskan ke dalam penjara!! Saya bisa saja membuat Putra Saya tidak terlibat dengan kejadian ini. Tapi saya tidak ingin membuat Putra saya manja. Saya juga akan menghukum Putra saya,"
"Sekarang juga, kalian enyah dari perusahaan saya. Saya tidak sudi mempekerjakan manusia seperti kalian, yang tega mencelakai rekan kerjanya sendiri hanya demi meraup keuntungan sendiri." titah Tuan Herlambang membuat kedua pria itu langsung berlari terbirit-birit.
"Terima kasih atas informasi yang kamu berikan. Jujur saya merasa malu atas apa yang dilakukan oleh Putra saya. Saya harus menemui Pak Joko. Kalau boleh tahu apakah Pak mandor mengetahui Dimana tempat tinggal Pak Joko berada?" tanya Tuan Herlambang kepada sang mandor.
"Sebenarnya saya tidak tahu persis Tuan, setahu saya tempat tinggal Pak Joko sekitar Empat kilometer dari proyek ini. Karena sebelum kejadian itu terjadi, putrinya Maharani sering menghantarkan makan siang untuk Pak Joko."tutur sang mandor.
"Apa?"
" Maharani."
"Iya Tuan, apa Tuan mengenal Maharani? tanya sang mandor kepada Tuan Herlambang.
Tuan Herlambang meraih ponselnya, membuka rekaman video yang lagi viral saat ini, dan menunjukkannya kepada sang mandor benar tidaknya wanita yang ada di video itu merupakan putri dari Pak Joko.
"Iya Tuan, wanita berpostur tubuh gemuk itu putri dari Pak Joko. Dia sebenarnya anak kuliahan dan mendapatkan beasiswa di universitas Gunadarma. Kalau saya lihat dari bicaranya, Dia memiliki wawasan yang luas dan juga cerdas."Puji sang mandor yang langsung dibalas anggukan dari Tuan Herlambang.
Tuan Herlambang langsung meminta kepada asistennya untuk mencari tahu di mana tempat tinggal Pak Joko saat ini. Salah satu asistennya pun langsung mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh Tuan.
Tak butuh waktu lama, sang asisten langsung mengetahui Di mana tempat tinggal Pak Joko saat ini. Ketika sang asisten memberitahu Di mana tempat tinggal Pak Joko dan keluarganya, Tuan Herlambang langsung meminta kepada sang asisten menghantarkan dirinya ke tempat tinggal Pak Joko.
Tuan Herlambang meninggalkan kantor pemasaran proyek, menuju rumah gubuk milik keluarga Pak Joko. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian, mereka tiba di sebuah gang rumah yang ditempati oleh Pak Joko. Yang mana mobil yang dikendarai mereka tidak bisa masuk ke dalam gang. Karena gang ke rumah Pak Joko sangat sempit hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.
Dengan terpaksa Tuan Herlambang meminta kepada asistennya Untuk menghentikan mobilnya tepat di depan gang. Mereka pun berjalan menuju rumah Pak Joko.
"Assalamualaikum! Sapa Tuan Herlambang beserta asistennya ketika mereka sudah tiba di sana. Terlihat Ibu Halimah keluar dari dapur Sementara Pak Joko berbaring lemah di atas tempat tidur yang berada di ruang tamu.
Tempat tidur itu sengaja dibuat di ruang tamu. Agar Pak Joko lebih muda keluar jika dirinya mau ke kamar mandi. Karena Pak Joko belum dapat bergerak dengan leluasa.
"Waalaikumsalam!" sahut Ibu Halimah dan Pak Joko secara bersamaan.
"Maaf, mau cari siapa ya pak?"tanya ibu Halimah penuh selidik. Melihat sosok pria paruh baya yang tampak berwibawa datang ke rumah gubuk mereka.
"Maaf Bu , Apa betul ini rumah Pak Joko yang bekerja di proyek Graha Dua? tanya Tuan Herlambang kepada Ibu Halimah yang menghampiri mereka sampai di depan pintu.
"Iya betul, ini rumah Pak Joko, suami saya. Memangnya ada apa ya, pak?
"Perkenalkan Bu, saya Herlambang, pemilik proyek Graha dua tempat suami ibu bekerja."Tuan Herlambang memperkenalkan diri kepada Ibu Halimah membuat Ibu Halimah benar-benar terhenyak. Lalu langsung mempersilahkan Tuan Herlambang dan asistennya masuk ke dalam rumah mereka.
"Maaf Pak, bisanya hanya duduk di kursi rotan yang sudah lusuh ini. Beginilah keadaan kami." ucap Ibu Halimah kepada Tuan Herlambang sambil mempersilakan Tuan Herlambang duduk.
"Tidak apa-apa, Bu,"sebutkan Herlambang sambil duduk di kursi rotan yang terlihat sudah tua itu. Sementara Ibu Halimah berlalu ke dapur untuk sekedar membuatkan minuman kepada Tuan Herlambang beserta asistennya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS