Di Bully Karna Obesitas

Di Bully Karna Obesitas
BAB 38. KEMBALI BANGKIT


Devano tidak menjawab lagi ucapan dari Maharani. Dia memilih untuk meninggalkan Maharani dan Sabrina di pantry. lalu berjalan masuk ke ruang kerjanya.


Sabrina menghampiri Maharani. "Itu beneran Devano? tanya Sabrina keheranan.


"Iya, Apa kamu nggak dengar kalau dia menjawab Dia baru kembali dari Amerika?"


"Iya,sih. Tapi dia kok agak lain ya, dia tidak seperti dulu yang senang mengolok-olok kamu. Biasanya dia pantang melihat kamu. pasti ada aja yang ia buat yang membuat kamu. Tapi kenapa hari ini tidak?


"Rin, Semua orang bisa berubah. Jadi kita tidak boleh memvonis seseorang."sahut Maharani.


Sabrina manggut-manggut, kemudian kembali menghabiskan makanan dan minumannya. Karena sebentar lagi mereka akan melakukan pekerjaannya setelah jam istirahat usai.


Jam kerja telah tiba, kini Maharani dan Sabrina kembali ke ruang kerjanya. Ia pun mengerjakan segala tugas yang diberikan sang atasan kepadanya.


Kali ini Tuan Herlambang mempercayakan Maharani, untuk mempresentasikan ide yang ia buat sebelumnya. Karena sepertinya Tuan Herlambang menyukai ide dari Maharani. mudah-mudahan, dengan penawaran yang Maharani buat, PT Maulana bersedia bekerja sama kembali dengan perusahaan Tuan Herlambang.


Maharani sudah mengetahui, siapa sosok yang berniat menghancurkan perusahaan Tuan Herlambang. Sehingga Maharani sengaja menyimpan file data yang akan ia presentasikan dengan baik dan meninggalkan file yang salah di komputer miliknya.


Karena dia sudah mengetahui, kalau ada seseorang yang ingin membocorkan rahasia perusahaan Herlambang grup.


Ternyata apa yang dipikirkan Maharani benar adanya. pria itu tidak mengetahui kalau Maharani sudah membuat kamera kecil di meja kerjanya dan di meja kerja Tuan Herlambang.


Ketika Maharani pergi bersama Tuan Herlambang dan Devano menuju PT Maulana ingin mengikuti tender yang akan diselenggarakan oleh perusahaan tersebut, tampak pria itu langsung kemeja kerja Maharani. lalu ia langsung mengcopy, file yang sengaja ditinggal oleh Maharani di layar komputernya.


Kalu pria itu mengirimkannya melalui email, kepada rival bisnis PT Herlambang group. yang ternyata selama ini pria itu mendapatkan bayaran cukup besar, dari perusahaan Robinson company.


Setelah tiba di PT Maulana, tampak hadir dari beberapa perusahaan yang mempresentasikan penawaran mereka masing-masing kepada PT Maulana group Berharap mereka mendapatkan proyek pembangunan sebuah mall terbesar di ibukota.


Satu persatu dari perusahaan sudah mempresentasikan penawaran mereka. Tuan Herlambang terhenyak, Begitu juga dengan Devano ketika dari perusahaan Robinson, mempresentasikan ide dari Maharani sebelumnya. "Kok bisa sama, Bagaimana ini Maharani?"bisik Tuan Herlambang tepat di telinga Maharani.


"Ini dia yang saya maksud Tuan, Tuan Robinson pasti memiliki seseorang yang ia tugaskan di perusahaan milik Tuan, untuk membocorkan rahasia perusahaan kita. Dan aku sudah mengetahui orangnya siapa. tapi Tuan tenang, Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan tender ini."ucap Maharani membuat Tuan Herlambang mengerutkan keningnya.


Dia belum sepenuhnya percaya kepada Maharani. Karena idenya sudah dicuri oleh seseorang, ataupun mungkin Maharani yang meniru ide dari perusahaan Robinson.


Ketika perusahaan dari Tuan Robinson sudah mempresentasikan, ide yang sudah dibuat Maharani sebelumnya, tampak mereka mengembangkan senyumnya. Karena mereka yakin dari perusahaan Herlambang, tidak akan melakukan presentasi lagi.Karena mereka mengetahui kalau ide mereka sama dengan yang dipresentasikan perusahaan Robinson.


Kini PT Maulana memberikan kesempatan kepada perusahaan Herlambang untuk mempresentasikan penawaran yang mereka tawarkan kepada PT Maulana. Tampak Tuan Robinson tersenyum sinis, kepada Tuan Herlambang. Karena dia bahagia, kini perusahaan rivalnya itu diambang kebangkrutan.


Dengan lantang, Maharani mempresentasikan penawaran yang Maharani tawarkan, dan sekaligus ide Maharani. Tampak Tuan Maulana mengembangkan senyumnya, wanita muda, masih berstatus mahasiswa mampu membuatnya tercengang, mendengar presentasi yang dilakukan oleh Maharani. Membuat Tuan Maulana benar benar yakin untuk mempercayakan perusahaan milik Herlambang group yang akan memegang proyek pembangunan mall miliknya


Setelah Maharani selesai mempresentasikan apa yang sudah ia buat sebelumnya, Tuan Maulana mengembangkan senyumnya, menatap ke arah Tuan Herlambang dan juga ke arah Devano yang saat ini sangat khawatir, kalau mereka akan kalah tender lagi dari perusahaan Robinson.


Devano pun terkejut ketika Maharani mempresentasikan berbeda dengan yang di presentasikan oleh perusahaan Robinson Padahal , sebelumnya Devano sudah mempelajari apa yang sudah Maharani buat sebelumnya. Tetapi yang dipresentasikan Maharani saat ini sangat berbeda, membuat Devano menggelengkan kepala. Bingung bagaimana Maharani tiba-tiba saja mendapatkan ide tersebut.


Kini saatnya PT Maulana memberikan jawaban, Siapa pemenang tender pembangunan miliknya. Tampak Tuan Robinson tersenyum sinis ke arah Tuan Herlambang. Dia percaya diri kalau dirinyalah pemenang tender itu.


"Baiklah, masing-masing dari perusahaan sudah mempresentasikan penawaran kalian masing-masing. Dan saya sudah mendengar dan mempelajarinya satu persatu. Untuk itu, saya memutuskan ingin bekerja sama dengan perusahaan..... Tuan Maulana sengaja menghentikan ucapannya. Lalu menatap beberapa perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang menawarkan mereka masing-masing.


lalu Tuan Maulana menghela nafas.


"Dengan ini, saya memutuskan kalau PT Maulana group akan bekerja sama dengan perusahaan dari PT Herlambang group." Ucap pak Maulana dengan lantang, membuat Tuan Robinson merasa terkejut. Sebelumnya dia juga, terhenyak, ketika mendengar presentasi dari Maharani tidak sama seperti yang dibocorkan oleh seseorang yang sudah ia kirimkan, bekerja untuk membocorkan rahasia di perusahaan milik Tuan Herlambang.


"Alhamdulillah." ucap Maharani ketika mendengar Pak Maulana mengumumkan kalau mempercayakan perusahaan Herlambang untuk pembangunan Mall miliknya.


Tuan Herlambang memeluk Maharani. "Kamu benar-benar wanita yang sangat luar biasa. kamu penyelamat para karyawan karyawati yang bekerja di perusahaan. Saya yakin dengan adanya kamu dan Devano di perusahaan Herlambang, maka perusahaan ini akan kembali bangkit." ucap Tuan Herlambang kembali memeluk Maharani.


Tampak Pak Maulana menghampiri Maharani, Tuan Herlambang, dan juga Devano. Pak Maulana memberi salam kepada Tuan Herlambang, setelah menandatangani surat perjanjian kerjasama tersebut.


Setelah selesai pengumuman pemenang tender, tampak Robinson sangat emosi dia langsung menghampiri Tuan Maulana. "Apa Tuan yakin mempercayakan perusahaan yang hampir diambang kebangkrutan ini bekerja sama dengannya." ucap Tuan Robinson mencibir Tuan Herlambang.


"Saya yakin dan percaya kalau perusahaan Tuan Herlambang mampu melakukan apa yang saya inginkan, dan saya sudah mengetahui selama ini kemampuan yang dimiliki oleh Tuan Herlambang. Saya yakin ada yang melakukan kecurangan, sehingga dirinya mengalami kerugian yang sangat besar akhir-akhir ini." ucap Tuan Maulana kepada Tuan Robinson.


Hal itu membuat Robinson langsung mencebik kesal. Dia pun langsung meninggalkan ruangan.


"Sekali lagi terima kasih Tuan Maulana, atas kepercayaan Tuan kepada kami." ucap Tuan Herlambang kepada Tuan Maulana. Kemudian Maharani, Tuan Herlambang, dan Devano berpamitan untuk kembali ke kantor.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN