
Magang telah tiba, kini Maharani sudah menggunakan pakaian formalnya, layaknya bekerja seorang kantor. Walaupun pakaian yang ia gunakan pakaian yang baru ia beli dari pasar loak. Tapi terlihat penampilannya saat ini cukup menarik. Apalagi bobot tubuh Maharani semakin Hari sudah semakin berkurang. Setelah Maharani berkonsultasi, kepada dokter Dirga dan ia juga berolahraga dengan rajin.
Pagi ini Maharani berlalu dari rumah sederhana yang selama ini mereka tempati.
"Ibu, ayah. Rani pamit, ya."ucap Maharani berpamitan kepada kedua orang tuanya sambil langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya takzim.
"Hati-hati ya Nduk."ujar Ibu Halimah sembari melambaikan tangannya kepada putrinya yang baru saja meninggalkan rumah. Karena Sabrina sudah menunggunya di depan gang.
"Maaf, ya. sudah membuatmu menunggu."ucap Maharani ketika dirinya melihat Sabrina sudah menunggunya di depan gang.
"Nggak apa-apa, aku juga baru sampai kok."sahut Sabrina sambil mengembangkan senyumnya.
"Ya sudah, cepetan naik! Nanti kita terlambat."ujar Sabrina sambil memberikan helm kepada Maharani.
Setelah memasang helmnya di kepalanya,
"Sudah?"
"Tarik sis!"
"Semongko!
"Ah, mantap"keduanya saling bersahutan Sambil tertawa ngakak. Sabrina melajukan motor matic miliknya menuju Herlambang grup. Yang saat ini perusahaan itu sedang mengalami masalah yang sangat besar.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian, membelah Jalan ibukota yang lumayan macet, akhirnya motor matic milik Sabrina memasuki area perkantoran Herlambang group.
Sabrina memarkirkan motor matic miliknya di parkiran. lalu keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam kantor. Tujuan mereka saat ini ruang HRD. Karena sebelumnya mereka sudah memiliki janji kepada HRD, sehingga mereka tidak perlu meminta izin kepada resepsionis yang bertugas di sana.
Sabrina dan Maharani masuk ke dalam lift khusus karyawan. Saat mereka sudah tiba di lantai di mana ruang kerja HRD itu, mereka keluar dari lift lalu langsung berjalan menuju ruang kerja HRD.
"Tok... tok tok..."suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga seorang pria yang saat ini baru tiba di ruang kerjanya.
"Masuk! teriak seseorang dari dalam ruang ke HRD.
"Ceklek!
Sekali hentakan pintu terbuka lebar. Maharani masuk bersama Sabrina menemui sang HRD.
"Maaf saya Maharani dan ini teman saya Sabrina yang ini udah memiliki janji dengan bapak bahwa Bapak sudah memberikan kami izin magang di kantor ini."Maharani mengingatkan sang HRD kalau HRD itu sebelumnya sudah menerima mereka magang disana.
"Oh iya, silakan ikut saya!"ucap pria itu sambil berjalan meninggalkan meja kerjanya lalu Maharani dan Sabrina mengikutinya.
"Ini meja kerjamu, dan kamu meja kerjamu yang sebelah sana tunjuk pria itu kepada Sabrina setelah memberitahu meja kerja Maharani.
"Tugas kamu nanti, tanyakan langsung kepada leader kamu."pria itu memberitahu. lalu mempersilahkan Maharani dan Sabrina duduk di meja kerjanya masing-masing setelah memperkenalkan diri kepada karyawan karyawati Yang bertugas di sana.
"Beberapa pertanyaan timbul di hati Maharani. Banyak meja kerja yang kosong. Ia Pun berniat ingin bertanya kepada sang leader yang datang menghampirinya.
Sang leader menerangkan apa saja yang akan dikerjakan Maharani dan Sabrina. untuk pertama kalinya Maharani mendapatkan tugas.
Maharani berusaha untuk melakukan yang terbaik di perusahaan Herlambang grup. bagaimanapun Tuan Herlambang sudah banyak membantu Maharani. Kini saatnya Maharani dan berupaya agar dapat memulihkan kembali perusahaan yang selama ini dipimpin oleh Tuan Herlambang.
Makan siang telah.
"Rani Kita makan, yuk."ajak Sabrina menghampiri meja kerja Maharani.
"Iya, sebentar ya. Aku ke kamar mandi dulu."ucap Maharani kepada Sabrina yang langsung dibalas anggukan dari Sabrina. kemudian Maharani berlalu ke kamar mandi. dia hanya melihat petunjuk di kantor itu Di mana letak kamar mandi untuk karyawan.
Tanpa ia sengaja, dia mendengar percakapan dua orang pria yang ia ketahui salah satu staf tinggi di perusahaan Herlambang group. bahwa pria itu, berjanji akan membocorkan rahasia perusahaan kepada bahasa Inggris Tuan Herlambang. Dan pria yang bernama Rizal itu mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
"Astagfirullah! Bukankah pak Rizal selama ini yang dipercayakan oleh Tuan Herlambang? bahkan pak Rizal yang selalu berhubungan dengan saya mengenai beasiswa saya?"Maharani bermonolog sendiri.
Iya Pun meraih ponsel jadul miliknya pemberian Rina. Lalu perlahan merekam video Apa yang dibicarakan oleh Rizal dengan seorang pria yang pasti Maharani tidak mengenal pria itu sama sekali.
Aku akan jadikan ini bukti, mungkin keuangan juga perlu di audit kembali. Tapi itu bukan wewenang saya, Saya hanya karyawan magang di tempat ini. Tapi kalau dibiarkan terus maka, tidak menutup kemungkinan Kalau tuan Herlambang akan benar-benar bangkrut dan gulung tikar. "gumam Maharani di dalam hati.
"Aku akan mengumpulkan bukti-bukti kecurangan kamu! Aku tidak menyangka kamu memang benar-benar penghianat di kantor ini."gumam Maharani di dalam hati.
Karena Maharani terlalu lama di kamar mandi, Sabrina sampai datang menghampiri Maharani ke kamar mandi.
"Kamu lama banget, sih? seberapa banyak hajatmu yang kamu keluarkan, sehingga aku menunggu kamu sampai perut keroncongan."gerutu Sabrina sambil langsung menarik sahabatnya berjalan menuju pantry.
Maharani memang membawa bekal. Sama seperti Sabrina yang juga membawa bekalnya. Bukan Sabrina tidak bisa makan di luar. Tapi menurut Sabrina, dia lebih berselera makan jika makan bersama Maharani.
Setelah tiba di pantry, keduanya pun masing-masing membuka kotak bekal mereka. Mereka sesekali bertukar makanan, sambil menyantap menu makanan yang ada di sana.
Tiba-tiba, seseorang yang tidak asing bagi keduanya masuk ke ruang pantry.
"De... Devano!!! ucap Maharani terhenyak melihat sosok Devano berada di pantry.
Devano hanya tersenyum kecut. kemudian mengambil air mineral yang ada di dispenser.
Maharani seolah tidak percaya, kalau pria yang ia lihat kali ini seorang Devano Yang dulu sering sekali mengolok-olok dirinya.
"Kamu kapan balik dari Amerika?"tanya Maharani. Devano tidak langsung menjawab Dia menatap Maharani dengan tatapan penuh arti. Padahal Devano juga baru aja menginjakkan kaki di kantor Herlambang grup. Karena baru kembali dan dari Amerika setelah mendapat perawatan dan melanjutkan pendidikannya di sana.
Dia mengetahui kalau perusahaan Papanya saat ini sedang mengalami kerugian besar dan bisa dibilang hampir bangkrut. Sehingga Devano memutuskan untuk mengambil alih perusahaan, mungkin dengan pergantian CEO perusahaan, perusahaan itu kembali hidup seperti sedia kala.
"Kamu magang di sini?"tanya Devano dengan suara datar dan pandangannya melihat ke arah lain.
"Iya, saya baru hari ini magang di kantor ini. semoga bapak berkenan menerima saya magang di tempat ini."ucap Maharani dengan wajahnya tidak menatap ke arah Devano sama sekali.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN