
Dalam perjalanan baik Dinda maupun Anton saling bungkam, Dinda menatap ke samping melihat pepohonan yang berlalu lalang, sedangkan Anton menatap jalanan dengan fokus.
Setelah beberapa terjadi keheningan, akhirnya Anton mengalah dan membuka percakapan, "aku ingin makan mangga muda, apakah kau juga mau?" tanya Anton. Pria itu menoleh ke samping menatap istrinya yang sedang bermain angin dengan sebelah tangannya.
Dinda memejamkan mata merasakan angin yang ia tangkap dengan menggunakan tangannya. Dinda tersenyum lembut saat angin itu seakan membulat seperti bola kecil dalam telapak tangannya. Ia dapat menyentuh angin tetapi tidak bisa menggenggamnya.
"Kau seperti angin Mas! Aku merasakan menjadi istrimu yang sah. Namun, sampai saat ini cintamu tetap bukan milikku, tubuhmu bisa kusentuh, tetapi tidak dengan cintamu, dan aku rasa sampai kapanpun cintamu takkan kumiliki karena kamu tidak pernah mau berusaha untuk mencintaiku," ucap Dinda sambil memejamkan mata dengan senyum lembutnya.
Deg.
Anton terkejut mendengar ucapan Dinda, pria itu merasa bersalah pada istrinya, karena apa yang diucapkan wanita itu benar adanya, "maaf, aku sudah berusaha untuk mencintaimu Adin, tetapi rasa itu belum ada, berilah aku waktu, aku yakin aku bisa mencintaimu melebihi cintaku pada yang lain," ucap Anton seraya menatap istrinya yang masih memejamkan mata.
Dinda tersenyum mendengar ucapan Anton, lalu menatap suaminya yang sudah fokus mengemudi lagi.
"Dari dulu aku selalu sabar Mas menunggu cintamu, tanpa kau minta pun aku selalu sabar. Meskipun sejujurnya aku lelah dan ingin menyerah," ucap Dinda.
"Maaf," ucap Anton datar tanpa menoleh pada istrinya.
Dinda tak menjawabnya, wanita itu bungkam lagi setelah pembicaraan itu.
Beberapa saat kemudian mobil Anton berhenti di depan toko buah untuk membeli mangga muda. Sedangkan Dinda diam saja tanpa berniat mengikuti langkah suaminya itu.
Setetelah mendapatkan apa yang diinginkan, Anton kembali dengan membawa dua kantong kresek di tangannya, Dinda mengerutkan kening melihat suaminya yang membeli banyak buah.
"Untuk apa kau membeli buah sebanyak itu Mas?" tanya Dinda yang melihat Anton kesulitan hanya karena membeli buah-buahan.
"Untuk kamu, kalau sedang hamil jadi lebih sehat jika makan buah yang banyak," ucap Anton datar.
"Kenapa buahnya hanya berbagai macam buah bery, memangnya nggak ada buah yang lain?" tanya Dinda datar.
"Aku membeli buah bery karena buah bery lah yang paling cocok untuk bumil," jawab Anton. Pria itu meletakkan buah yang ia beli di kursi penumpang.
"Ya sudah kita pulang dulu! Daddy sudah menunggu kita di rumah," ucap Anton datar. Pria itu memasang seat beltnya kembali.
"Dua minggu lagi aku akan ke Indonesia," ucap Dinda tanpa menatap Anton. Wanita itu menatap lurus ke depan.
"Untuk apa kau pergi ke sana?" tanya Anton. Pria itu menatap istrinya datar seraya mengerutkan alis.
"Aku ingin menghadiri pernikahan Ryan," ucap Dinda. Anton terkejut mendengar kabar itu karena ia tidak pernah mendengar pria itu punya kekasih, "dia akan menikah dengan siapa? Maudy?" tanya Anton.
"Aku belum tahu siapa namanya, yang aku tau, dia asistennya Gracia di butik," ucap Dinda datar.
"Rany?" tanya Anton.
"Mungkin," jawab Dinda datar.
"Ya sudah kita bicarakan hal ini nanti setelah kita sampai di mansion," ucap Anton.
"Hm," jawab Dinda.
Anton melajukan mobilnya kembali, sesekali ia melirik istrinya yang lebih dingin dari sebelum mereka menikah.
"Rasanya ada yang hilang saat melihatmu seperti ini," batin Dinda.
Anton mengalihkan tatapannya dari Dinda saling menggelengkan kepala melihat sikap aneh Istrinya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Bagaimana keadaan anak daddy di sini?" Brian mengelus perut Gracia, wanita itu duduk selonjoran di tempat tidurnya dengan Brian yang tidur di pangkuan wanita itu.
"Kabar dedek baik Daddy," jawab Gracia menirukan suara anak kecil.
"Dedek merindukan daddy enggak? Boleh ya daddy jenguk dedek?" ucap Brian. Pria itu menatap istrinya dengan senyum nakal seraya mengerlingkan sebelah matanya pada Gracia.
"Apaan sih Mas?" Gracia tersenyum malu dengan pipi yang bersemu merah.
"Aku merindukanmu sayang, boleh ya aku melakukannya, aku janji pelan-pelan deh," ucap Brian dengan sorot mata memohon, membuat Gracia tidak tega melihatnya. Gracia mengangguk sambil tersenyum malu, rona merah terpancar dari wajahnya.
Brian yang gemas melihat wajah malu istrinya kini langsung menekan kepala Gracia agar menunduk lalu *****'* bibir wanita itu dengan lembut.
Semakin lama cium'n itu semakin menuntut, Brian yang melihat istrinya mulai kehabisan oksigen, ia langsung melepaskan tautan bibirnya.
Suara kecapan demi kecapan menggema di kamar itu, hingga pada akhirnya mereka di mabukkan dengan syurga dunia yang begitu nikmat tiada tara.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Mobil Anton kini sampai di mansion jam 18.30. Dinda ketiduran di dalam mobil Anton, ia tidur dengan nyenyak hingga membuat Anton tidak tega melihatnya.
Anton tersenyum, lalu menggendong tubuh istrinya, lalu berjalan sambil menatap inci demi inci wajah Dinda yang terlelap, tanpa ia sadari, ia tersenyum saat melihat wajah pucat istrinya.
..."Maafin aku yang belum bisa mencintaimu, tetapi aku janji, cintaku akan menjadi milikmu, hanya milikmu," batin Anton....
Setelah Sampai di depan pintu utama, kini George menyambut kedatangan putra juga menantunya itu. Namun, George hanya tersenyum tipis saat melihat putranya yang menggendong tubuh Dinda ala Bridal Style.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Maaf Othor telat update dan maaf Othor nggak bales komen kalian 🙏
Soalnya ada yang bilang Othor kebanyakan balas komen Readers hingga updatenya secuil. Sebenarnya bukan gitu, Othor update 1Bab karena Othor juga punya kegiatan di dunia nyata.
Jujur aja Othor sangat ingin mengejar kata seperti Othor-Othor yang lain, tapi untuk saat ini belum bisa. 🙏🙏🙏
jangan lupa jejaknya like, komen dan Vote
Love you ❤️
Jangan pernah bosen dukung Othor karena tanpa kalian Othor bukan siapa-siapa.
Thank you 😍😘🥰