
Brian membuka mata, ia silau akan mentari yang sinarnya menerobos dari celah jendela kamar pria itu. Ia meraba samping tempat tidurnya, Brian terkejut karena tidak ada siapapun di sampingnya.
"Kemana Gracia? Tumben dia tidak membangunkanku?" gumam Brian.
Pria itu beranjak dari tempat tidurnya, lalu mengetok pintu kamar mandi. Namun, tidak ada jawaban dari dalam, Brian membuka pintu kamar mandi tersebut, ternya Gracia juga tidak ada di sana.
"Mungkin di ruang ganti," ucap Brian. Pria itu langsung menuju ruang ganti. Namun, Gracia juga tidak ada di sana. Brian panik, lalu lari keluar kamar untuk mencari istrinya.
"Sayang..., kamu di mana? Grac... sayang...!"
Rasa takut kehilangan istrinya semakin menghantui pikiran pria itu, ia mencari istrinya ke seluruh sudut mansion. Namun, ia juga tidak menemukan istrinya.
Sampai pada Akhirnya, Brian lari menanyakan keberadaan istrinya pada satpam.
"Apakah kau melihat istriku keluar rumah?" tanya Brian.
"Iya tuan, Nona membawa koper? Beliau bilang, ia ada urusan mendadak," ucap Satpam itu.
"Dasar bodoh!" Brian segera kembali ke dalam mansion untuk mengambil kunci mobil nya. Namun, saat ia hendak mengambil kuncinya ia melihat sebuah surat di nakas samping tempat tidurnya. Lalu pria itu mengambilnya.
Mas, Maafkan Cia yang pergi tanpa pamit. Aku pergi hanya untuk membuang perasaanku padamu agar aku tidak terlalu berharap untuk memilikimu selamanya. Aku mengikhlaskanmu untuk mengejar cintamu tanpa aku yang menjadi penghalang di antara kalian, kau tidak perlu khawatir dengan status kita, aku sudah mengajukan surat gugatan cerai ke pengadilan, dan sebentar lagi kau akan bebas. Kejarlah kebahagiaanmu Mas, aku melakukan semua ini karena aku sudah lelah mengejar cinta yang sampai kapanpun tidak akan pernah ku dapatkan, jangan mencariku Mas! Satu hal yang perlu kau tau bahwa aku mencintaimu Mas, sangat mencintaimu. Selamat tinggal, I love you more.
"Arghhh..."
Brian berteriak sambil memecahkan benda-benda yang ada dalam kamar itu, Brian begitu frustasi setelah membaca surat dari Gracia. Ia mencintai istrinya. Namun, kini orang yang dicintainya pergi karena kesalahannya sendiri. Brian menumpahkan segala amarahnya pada benda-benda yang ada dalam kamar itu hingga tangannya tergores oleh pecahan beling yang ia lemparkan, tetapi luka itu tidak terasa dibanding dengan sakit karena ditinggalkan istrinya.
"Kenapa kau tidak mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu Grac...? Kenapa kau pergi begitu saja? Aku juga mencintaimu, aku sangat mencintaimu. Aku mohon kembalilah Grac, kembalilah!" Teriak Brian sambil menangis.
Setelah itu Brian menghubungi Ryan, dan memerintahnya untuk mencari Gracia. Sedangkan pria itu langsung menuju apartemen Anton untuk menanyakan keberadaan istrinya itu. Dia yakin kalau Antonlah yang membawa istrinya.
Sesampainya di apartemen Anton, Brian langsung menatap Anton tajam setelah pria itu membuka apartemen nya.
"Katakan dimana kau menyembunyikan istriku!" ucap Brian.
"Kenapa kau bertanya padaku? Bukankah kau yang membawanya semalam? Lalu untuk apa kau mencari istrimu kesini?" tanya Anton tersenyum sinis.
"Jangan banyak alasan kau!"
Brian menghajar Anton. Namun, dipukulan ke tiga Anton memegang kepalan tangan Brian lalu menghempaskannya kasar.
"Kau jangan keterlaluan! Kau menuduhku menyembunyikan Gracia, tetapi kau harus tau tanpa aku sembunyikan pun dia akan pergi jauh karena tidak tahan punya suami plinplan kayak kamu, kau bilang mencintai nya, tetapi apa yang kau lakukan? Kau masih menemui mantan kekasihmu di belakang Gracia. Apakah itu yang dinamakan cinta? Tidak Brian."
"Jika kau memang mencintai istrimu, maka kau akan jujur padanya, karena kejujuran adalah hal utama untuk membangun sebuah kepercayaan, jika kau kebohongan yang selalu kau tuai, maka jangan harap kau bisa membuat orang lain untuk mempercayaimu kembali."
"Lantas kau punya hak apa memukulku? Aku tidak membawa istrimu apalagi menyembunyikannya. Aku tidak punya keberanian untuk membawa istri orang kabur meskipun aku sangat mencintainya, karena aku sadar diri aku ini siapa?"
"Aku tidak mau mengambil sesuatu yang bukan milikku meskipun aku sangat menginginkannya, dan jika ada kesempatan untuk mendapatkan itu tanpa merebut dari orang lain, maka sekejap pun aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan itu." Anton menatap Brian tajam.
Sedangkan Brian hanya diam saja mendengarkan ucapan Anton, karena apa yang dikatakan Anton adalah benar adanya. Ia tak dapat mengucapkan apapun lagi, ia hanya memikirkan kemana ia akan mencari keberadaan istrinya itu.
Brian mengayunkan langkahnya untuk mencari istrinya ke mansion mertuanya berharap Gracia ada di mansion itu. Namun, Brian tidak dapat menemukan Gracia di mansion tersebut, mansion itu hanya di huni oleh para pelayan yang bekerja di sana karena orang tua Gracia sedang di London untuk mengurus perusahaan yang lain.
Hari demi hari Brian lalui, Brian tidak pernah menyerah untuk mencari istrinya tersebut. Namun, Gracia hilang bagaikan di telan bumi. Bahkan orang tua Brian pun terus menyalahkan dirinya atas kepergian Gracia, Selvi pun pingsan waktu membaca surat Gracia yang terakhir kalinya untuk Brian.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Sejak kepergian Gracia, Brian menjadi orang yang kejam, bahkan ia tidak akan segan segan menghancurkan orang yang berani menentangnya. Ia juga menjadi orang yang paling di takuti di dunia bisnis. Bahkan Ryan pun tak berani menghalangi semua keinginan Brian.
7 Tahun sudah Gracia menghilang tanpa kabar. Namun, Brian tetap berusaha mencari keberadaan istrinya tersebut.
Maudy yang terus berusaha mendekati Brian, ia menyerah karena sikap Brian padanya tidak lagi manis, setiap Maudy mendekatinya maka Brian langsung mengusirnya dengan cara yang kejam. Bahkan pria itu tidak mau menatap Maudy sedikitpun. Setiap Brian melihat Maudy maka ia akan mengingat bahwa karena Maudylah, Gracia meninggalkannya.
Di siang hari pria itu menjadi sosok manusia yang kejam. Namun, di malam harianya ia menjadi se sosok manusia yang rapuh, ia terus dihantui perasaan bersalah pada Gracia, ia ingin minta maaf, namun kesempatan itu seakan tiada lagi untuknya.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Maaf hari ini Othor update 1 Bab aja 🙈
Tapi jangan pernah lelah untuk mendukung Othor ❤️
Thank you Readersku sayang 😍