Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Aku atau Maudy?


Malam harinya.


Brian kini pulang telat, Gracia pun menunggunya sampai ketiduran di ruang tamu.


Setelah Brain sampai di mansion, ia melihat istrinya yang tidur meringkuk di sofa. Brian tersenyum saat melihat Gracia ketiduran. Lalu menggendong tubuh Gracia yang sudah tertidur lelap menuju kamarnya. Brian menatap wajah cantik Gracia yang begitu tenang dalam tidurnya. Ia merasa bersalah karena membohongi istrinya untuk menemui mantan kekasihnya tersebut.


"Maafkan aku! Aku berbohong padamu, aku melakukan itu karena takut kau cemburu dan salah faham padaku. Habis ini, aku tidak akan menemuinya lagi." Brian menidurkan Gracia di ranjangnya, lalu menyelimuti istrinya itu dengan perlahan karena takut mengganggu tidur lelapnya.


Setelah itu, Brian mandi lalu pergi ke dapur untuk mengambil makanan, dan benar saja saat Brian sampai di meja makan ternyata istrinya itu sudah menyiapkan makan malamnya, membuat pria itu merasa bersalah karena pulang telat.


"Maafkan aku sayang! Kau pasti menungguku dan belum makan malam," gumam Brian.


Brian mengambil makanan untuk dirinya dan Gracia untuk makan malam di kamarnya. Brian tidak tega membangunkan Gracia hingga ia memilih untuk membawa makanannya ke dalam kamar di banding membangunkan istrinya itu.


Sesampainya di kamar, Brian meletakkan makanannya di nakas lalu membangunkan istrinya itu untuk makan malam.


Sebenarnya malam itu tidak terlalu larut, hanya saja Gracia sudah terbiasa tidur lebih awal sejak hubungannya dengan Brian membaik.


"Sayang, bangun sayang! Hei, bangun!" Brian menepuk-nepuk pelan pipi Gracia.


Gracia mengerjapkan mata, saat kesadaran belum terkumpul. Ia heran, karena melihat dirinya yang sudah terbaring di tempat tidur, padahal ia mengingatnya kalau ia tiduran di sofa untuk menunggu suaminya pulang, bukan di tempat tidur.


"Kau menggendongku Mas?" ucap Gracia tersenyum lemas.


Brian mengangguk, lalu mengambil makanan yang ia bawa dari dari dapur dan menyupkannya untuk Gracia. Gracia tersenyum lalu mengambil makanan yang dipegang suaminya dan menyuapkan juga untuk Brian.


"Seharusnya kau membangunkanku Mas! Maafkan aku yang ketiduran dan tidak menyadari kedatanganmu." Garacia tersenyum.


"Sepertinya kau sangat lelah aku tidak tega membangunkanmu," ucap Brian.


Sekarang aku bingung Mas, bagaimana perasaanmu padaku yang sesungguhnya, apakah benar kau mencintaiku? Atau kau hanya tidak ingin menyakitiku saja. perlakuanmu yang manis membuatku melupakan segalanya, termasuk kemarahanku karena kau membohongiku tadi siang Mas. Gracia menatap Brian intens membuat pria itu risih karena tatapan Gracia yang aneh.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa yang kau pikirkan? Apakah ada yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Brian mengerutkan dahinya, karena tidak biasanya Gracia menatap Brian sangat intens.


"Nggak apa-apa Mas, mungkin karena aku baru bangun tidur makanya kau melihatku aneh." Gracia tersenyum kaku.


"Baiklah, sekarang buka mulutmu lagi! Kita bicara nanti aja!" Brian tersenyum lembut.


Seusai makan malam, Gracia dan Brian tidur sambil berpelukan setelah melakukan ritual wajibnya. Brian memeluk Gracia erat yang tidur membelakangi dirinya. Pria itu terlelap, namun tidak dengan Gracia, wanita itu di penuhi rasa takut, takut kehilangan suaminya.


Garacia pikir, Brian bersikap baik padanya karena tidak ingin mengecewakan orang tuanya saja, karena awalnya Gracia juga begitu. Gracia juga berpikir, Brian hanya lelah saja karena ia selalu ditekan mommynya untuk mencintai Gracia, hingga Brian tidak mempunyai pilihan lain selain menuruti ke inginan orang tuanya. Pikiran negatif itulah yang membuat Gracia sakit, sakit hati akan pikirannya sendiri.


Gracia sangat kecewa pada Brian dan tidak bisa melakukan apapun karena ia takut untuk menerima kenyataan bahwa Brian akan bilang lebih mencintai wanita lain bukan dirinya. Maka dari itu ia memutuskan diam tidak berani bertanya pada Brian, hingga tak terasa setitik bulir air matanya lolos begitu saja saat mengingat kejadian yang membuatnya meleburkan kepercayaan pada suaminya itu.


Gracia menangis sepanjang malam dalam pelukan Brian tanpa disadari oleh suaminya tersebut, dan entah kapan ia memejamkan matanya.


Pagi harinya Brian mengerjapkan mata dengan tangan yang masih memeluk istrinya erat. Saat Brian ingin bangun, tangannya tak sengaja menyentuh sprai yang basah, ia melihat ada jejak air mata disudut mata istrinya yang terpejam itu.


Brian melepaskan pelukannya dari Gracia perlahan, agar tidak membangunkan istrinya tersebut, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kau benar Mas, aku mengetahuinya tentang kebohonganmu kemarin, tapi apa gunanya aku bilang padamu? Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan apapun yang akan kau lakukan. Aku tidak bisa menghalangimu karena aku tidak tau kau lebih mencintai siapa? Aku atau Maudy?"


"Aku hanya tidak ingin mendengar kau mencintai wanita lain. Maka dari itu, sampai kapan pun aku tidak akan menanyakannya, karena aku hanya ingin kau mencintaiku, dan hanya mencintai ku?" Gracia menangis terisak. Namun, seketika ia menghapus air matanya setelah mendengar kamar mandi dibuka dan pura-pura tidur kembali.


Brian menatap istrinya yang masih memejamkan mata lalu mengganti pakaiannya. Setelah itu Brian membangunkan istrinya untuk sarapan, karena ia sangat hawatir melihat istrinya yang terlihat pucat.


"Sayang, bangun! Kita sarapan yuk!" ajak Brian. Pria itu tersenyum melihat istrinya yang menggeliat lalu mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Sayang, mandi dulu gih! Aku akan menyuruh bik Yeti untuk membawa makananannya ke sini," ucap Brian.


Gracia hanya menganggukkan kepalanya, Ia juga sangat pusing karena kurang tidur. Gracia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu agar ia terlihat lebih segar.


Brian menatap punggung istrinya yang berjalan gontai ke arah kamar mandi. Brian semakin bertanya-tanya, apa yang membuat istrinya terlihat kehilangan keceriaannya.


Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Aku akan mencari taunya sendiri jika kau memilih diam, aku belum terlalu mengenalmu, tetapi aku yakin bahwa aku sangat mencintaimu. Brian membatin.


Pria itu memanggil kepala pelayan mansion, lalu menyuruhnya agar bik Yeti mengantarkan makanan ke kamarnya.


Setelah beberapa saat kemudian, Gracia sudah selesai dengan acara ritual mandinya, dan ia terlihat lebih segar, juga tidak pucat lagi.


"Mas Brian kenapa menatapku seperti itu," ucap Gracia setelah melihat tatapan suaminya yang berbeda dari biasanya.


"Nggak apa-apa sayang, sekarang cepatlah ganti baju! Bik Yeti sebentar lagi akan datang, kita makan di kamar ini aja!" ucap Brian.


Gracia tersenyum sambil mengangguk, lalu melangkah menuju ruang ganti. Sedangkan Brian juga tersenyum melihat tingkah istrinya yang menutupi kesedihannya dengan senyum yang berhasil membuat pria itu meruntuhkan hatinya.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Khusus tahun Baru yang biasanya dua Bab ku jadikan satu Bab


Semoga nggak bosan dengan karya receh Othor 🙈


Happy New year 2022


Semoga kalian diberi kebahagian, kedamain dan rezeki yang berlimpah.


Thank you atas dukungan kalian buat Othor,


Othor ❤️ kalian selalu 😍🙈🤭