Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Antonio Reyes Cassilas S2


🌿🌿🌿 Jika lelahku tak terlihat, lalu untuk apa aku melangkah lagi? Perjuanganku yang selama ini tiada lelah sepertinya tak berguna, dan semangatku patah dalam waktu semalam karena aku baru menyadari bahwa aku hanyalah debu dimatanya, aku menjadi hina karena kebodohanku mencintai orang yang tidak pernah menganggapku ada. Cukup sudah aku menjadi orang yang bodoh karena aku akan memulai kehidupanku dengan kehidupan yang baru, kehidupan bersama anugerah Tuhan yang dititipkan dalam rahimku 🌿🌿🌿


Dinda mengelus perutnya yang masih rata. Gadis itu menatap lurus ke depan dengan air mata yang terus mengalir deras. Ia duduk di taman mansion miliknya meratapi kehidupannya yang berjalan tidak sesuai keinginan.


"Apa yang harus ku ucapkan pada keluargaku, aku tidak mau mengecewakan keluargaku jika mengetahui bahwa aku sudah ternodai dan dalam rahimku juga sudah tertanam benihnya," gumam Dinda.


"Aku tidak mau membuangnya karena ini adalah kesalahanku yang begitu bodoh. Andai saja dia mencintaiku, mungkin masalah ini tidak akan terlalu rumit." Dinda menghapus air matanya dan menghela nafas untuk membuang rasa sesak di dadanya.


Gadis itu memegang dadanya yang terasa terhimpit untuk menenangkan dirinya sendiri. Ia bingung tidak tahu harus curhat pada siapa, hingga ia memilih menyendiri dan menyembunyikan masalahnya dari semua orang.


...❀️❀️❀️❀️❀️...


Dalam sebuah ruangan perusahaan Teknologi di Paris. CEO dari perusahaan tersebut sedang duduk menatap laptop yang isinya tentang rekaman CCTV pada malam dimana ia sedang mabuk.


Ia menatap dengan jelas kesedihan yang terpancar dari wajah gadis yang ditidurinya. Ia bertekad untuk mencari gadis tersebut dan minta penjelasan kenapa gadis itu lebih memilih pergi dari pada menjelaskan padanya.


'Antonio Reyes Cassilas' adalah CEO dari perusahaan Cassilas corp. Anton juga seorang Dokter spesialis bedah. Namun, karena ia sulit melupakan cinta pertamanya, ia pindah ke Paris negara kelahirannya. Ia juga sudah mengambil keputusan untuk mencari orang yang ditidurinya dan bertanggung jawab dengan cara menikahinya.


"Adin..." gumam Anton. Pria itu baru sampai di negara Paris dan langsung bekerja di perusahaan milik keluarganya. Pria itu menatap layar laptopnya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Aku datang, kau tidak akan bisa lari lagi dariku! Aku tau kau akan menolakku! Tetapi, aku akan memaksamu untuk menikah denganku!" gumam Anton. Pria itu melamun memikirkan Dinda, ia khawatir Dinda akan menolaknya karena ia tahu betul bahwa meskipun Dinda Barbar, tetapi dia juga tipe orang yang keras kepala dan sulit untuk dibujuk jika sudah mengatakan 'Tidak.'


Tok tok tok...


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Anton. Pria itu menatap pintu ruangannya dan ia tahu betul siapa yang berani mengganggu ketenangannya.


"Masuk!" ucap Anton.


Dari balik pintu munculah seseorang yang bertubuh tinggi tegap dan perkasa, ia tampan dan memiliki jakun yang menggoda. Pria itu melangkah mendekati meja Anton dan berdiri di seberangnya.


"Tuan...! Anda sedang ditunggu Tuan besar di ruang meeting!" ucap Leo sekretaris Anton. Pria itu membungkukkan badan setelah sampai di depan Anton dan berdiri disebrang meja kerjanya.


"Hm..." jawab Anton.


"Baik Tuan! Saya permisi dulu." Leo membungkukkan badannya kembali. Lalu, berbalik sambil melangkah keluar dari ruangan tersebut.


Anton berdiri, lalu melangkah malas menuju ruang rapat setelah Leo keluar dari ruangan tersebut. Ia sama sekali tidak berminat dalam dunia bisnis. Namun, ia tidak punya pilihan lain selain meneruskan usaha keluarganya karena ia adalah satu-satunya penerus dari perusahaan tersebut.


Sesampainya di ruang meeting, ia melihat ayahnya sedang menunggu dirinya dan duduk di kursi pemimpin rapat tersebut. Disana juga sudah terkumpul beberapa petinggi dari beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan itu. Anton melangkah lalu berdiri di sebelah daddynya yang sedang menatapnya tajam.


'George Rayes Cassilas' Daddy dari Anton itu memperkenalkan Putranya pada rekan bisnisnya sebagai pengganti George di perusahaan pria paruh baya tersebut.


Seusai rapat, kini di ruangan itu tinggal Anton dan George. George menatap putranya yang terlihat tidak bersemangat. George tersenyum tipis karena ia tahu betul bahwa Anton tidak suka dalam bidang bisnis.


"Anton, kapan kau akan memperkenalkan calon istrimu pada Daddy?" tanya George.


Anton menatap George yang menatapnya penuh harap. Pria itu bingung harus mengucapkan apa pada daddynya karena ia belum bertemu dengan Dinda.


"Segera Daddy!" ucap Anton.


"Dari dulu selalu itu yang ku dengar dari mulutmu. Tetapi, sampai sekarang kau belum mengenalkan seorang gadis pun pada Daddy!" ucap George menaikkan sebelah alisnya.


"Jika dalam sebulan kau belum mengenalkan kekasihmu pada daddy, maka daddy terpaksa akan menjodohkanmu dengan anak rekan bisnis daddy," ucap George.


"Terserah Daddy!" ucap Anton malas.


"Anton sudah punya calon istri, jadi daddy nggak perlu sibuk-sibuk ngurusi jodoh Anton," ucap pria itu.


"Benarkan? Tapi sampai sekarang pun kau belum membuktikan ucapanmu itu," ucap George tersenyum sinis. Sedangkan Anton tak menanggapi senyuman daddynya.


"Daddy nggak mau pulang?" tanya Anton. Pria itu mengalihkan pembicaraan daddynya.


"Kenapa kau tanya begitu? Kamu tidak kangen sama daddy? Padahal sudah beberapa tahun kita tak berjumpa dan kau malah ngusir daddy?" tanya George.


"Bukan ngusir Dad, tapi Anton akan segera kembali keruangan Anton untuk melanjutkan pekerjan, Anton masih baru dan masih banyak yang perlu diurus," ucap Pria itu.


"Ya udah daddy pulang dulu, kerja yang bener! jangan malas-malasan," ucap George. Pria itu tersenyum tipis.


"Hm... " jawab Anton malas.


George berdiri lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut. Sebelum menutup pintunya, pria itu tersenyum tipis menatap Anton yang sedang menatap kepergiannya.


"Pikirkan permintaan daddy baik-baik!" ucap George, lalu menutup pintu ruang rapat itu.


Sedangkan Anton hanya diam memikirkan ucapan daddynya, sanggupkah ia membawa Dinda pada daddynya dalam waktu yang George tentukan.


Anton hanya khawatir jika Dinda tidak mau menikah dengannya karena ia terlalu menyakiti gadis itu. Anton juga khawatir jika Dinda tidak mau memaafkannya.


"Arggghhhh... "


Anton frustasi karena ia tahu betul bahwa jika Dinda memutuskan untuk pergi berarti gadis itu sudah menyerah. Anton juga tahu betul bahwa Dinda sulit dibujuk, dan keputusan gadis itupun sulit untuk digoyahkan.


"Apakah aku bisa membujuk Dinda menikah denganku dalam waktu sebulan? Aku tidak mungkin menikah dengan orang lain karena aku telah menodainya. Aku tidak mau dihantui perasaan bersalah. Walaupun aku tidak mencintainya tapi aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku." Anton bergumam sendiri.


Anton berdiri. Lalu, pergi meninggalkan ruangan tersebut. Ia melangkah keluar dari gedung kantornya mengendarai mobil tanpa arah tujuan.


"Apa aku ke mansion Dinda sekarang? Tapi aku belum siap untuk menemuinya. Aku tahu dia masih sangat marah padaku, sebaiknya aku menemuinya besok saja," gumam Anton.


...🌾🌾🌾🌾🌾...


...TBC...


Ada yang kangen nggak ya sama Othor πŸ™ˆ


Jika ada yang mau dikrisan silahkan inbox ke Akun Othor.


IG @othor_barbar


FB Tufa Hans


Othor seneng jika ada yang Sudi mengkrisan karya Othor.


Tapi kalau penghinaan beda lagi πŸ™ˆ Jika kalian caci maki Brian dan Gracia atau Anton dan Dinda, berarti kalian beneran suka karya Othor.


Tapi kalau bilang Othornya bodoh, bego, tidak punya ilmu dan sebagainya itu bukan Krisan tapi penghinaan, kata-kata yang kayak gini bisa menjatuhkan mental Othor.


Maafin Othor yang belum bisa memuaskan kalian πŸ™πŸ™πŸ™