
"Mommy, Daddy! David pamit nginep di rumah grandma ya Mom!" ucap David.
"Iya sayang, ingat! Jangan bikin repot grandma sama grandpa ya!" ucap Gracia.
"Siap Mom!" David mengangkat tangannya hormat.
Kini bocah kecil itu meninggalkan mansion Brian, bersama Aaron juga Silvia. Brian mengantar David juga orang tuanya tersebut sampai ke depan pintu utama mansion, lalu kembali lagi ke dalam mansion itu setelah melihat kepergian mobil daddynya.
Brian menutup pintu utama mansion itu, lalu berbalik, dan tampaklah Gracia yang menunggu dirinya sambil berdiri.
Gracia salah tingkah, gadis itu berdiri di samping sofa sambil melihat suaminya yang mendekat ke arahnya. Wanita itu menyelipkan anak rambut wanita itu yang tergerai bebas. Brian mendekati Gracia yang tampak malu-malu.
Setelah pria itu sampai di depan Istrinya, ia langsung menggendong tubuh Gracia ala Bridal Style tanpa permisi, yang berhasil membuat wanita itu terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya.
"Aku ingin malam ini kita bermain sepuasnya," bisik Brian di dekat telinga Gracia.
Bulu kuduk Gracia seketika merinding saat mendengar ucapan Brian, Gracia pun semakin salah tingkah dan memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.
Sesampainya di kamar pengantin tersebut, Brian langsung membaringkan tubuh istrinya lalu mengunci pintu kamar itu agar tidak ada yang mengganggunya.
Gracia menatap sekeliling kamarnya yang dipenuhi dengan bunga mawar merah, dan lantai pun dihiasi dengan bunga yang bertuliskan Inisial 'B & G' dengan dilingkari bunga mawar yang sengaja dibentuk hati, tak lupa pula lilin-lilin yang menerangi kamar gelap itu, yang membuat suasana kamar tersebut menjadi sangat romantis melebihi malam pertamanya dulu.
Gracia pun menutup mulutnya saking bahagianya karena ia benar-benar diperlakukan bagaikan seorang ratu oleh Brian. Pria itu menatap Istrinya yang tampak senang dengan kejutan yang ia siapkan untuknya.
Brian mendekati istrinya, lalu pria itu langsung mengukung tubuh Gracia. Brian menatap wajah Gracia yang tersenyum malu, lalu melum'at bibir istrinya dengan lembut.
"Apa kau suka dengan kejutan yang ku siapkan untukmu!" tanya Brian tersenyum lembut. Pria itu mengusap bibir istrinya setelah ia mencium wanita itu.
Gracia tidak mampu menjawab dengan kata, ia hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum lembut.
Brian membeku melihat senyuman gadis itu, senyuman yang mampu membuatnya tersihir akan pesonanya.
Brian yang sudah tidak tahan melihat senyuman itu, ia langsung menyambar bibir Gracia kembali, ia melum'atnya dengan buas, membuat Gracia semakin ingin minta lebih. Namun, rasa malunya yang menghalangi naf'su wanita tersebut.
Gracia mencoba membalas ciuman Brian, meskipun ciuman itu bukanlah yang pertama bagi keduanya. Namun, Brian maupun Gracia masih kaku karena sudah lama tidak melakukannya lagi, hingga jantung keduanya pun kini berpacu cepat. Mereka sangat bahagia pada malam itu karena malam itu adalah malam yang paling mengesankan bagi keduanya setelah sekian lama terpisah oleh jarak dan waktu.
Mereka menikmati malam panas itu dengan Brian yang tiada lelahnya hingga Gracia ambruk tidak berdaya. Brian bertempur dengan Gracia hingga pagi, sampai Gracia pun sulit untuk bergerak meskipun bukan untuk yang pertama kalinya.
......❤️❤️❤️❤️❤️......
"Selamat pagi sayang," ucap Brian setelah pria itu melihat Gracia mengerjapkan matanya. Brian berdiri di dekat jendela mansion tersebut sambil memandang halaman mansion Brian yang tampak dari kamar tersebut.
Pria itu sudah terlihat segar dan tampan karena pria itu sudah selesai dengan ritual mandinya. Namun, ia hanya berpakaian santai karena ia memang tidak akan bekerja selama 1 minggu untuk menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya. Ia ingin merasakan kebersamaannya bersama anak dan istrinya setelah sekian lama tidak pernah merasakan hal itu.
Brian tersenyum melihat istrinya yang masih baru bangun. Pria itu mendekati Gracia lalu mencium bibir istrinya sekilas yang menjadi candu bagi pria tersebut.
"Mandi dulu sayang, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu!" ucap Brian. Pria itu tersenyum saat melihat Gracia yang mencoba menutupi tubuhnya menggunakan selimut.
"Maafkan aku Mas! Seharusnya aku yang melayanimu," ucap Gracia. Wanita itu menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
Gracia semakin tersipu malu saat mendengar ucapan suaminya itu, ia berdiri hendak pergi dari hadapan Brian sambil menutupi tubuhnya menggunakan selimut untuk menghindari suaminya karena rasa malu yang dialaminya pada pria tersebut. Namun, tiba-tiba tubuhnya melayang, sebab Brian menggendong tubuh wanita itu.
"Mas, turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri," ucap Gracia.
"Nggak apa-apa Sayang...! Kau pasti kelelahan karena semalam aku tidak membiarkanmu untuk beristirahat," ucap Brian tersenyum. Pria itu menatap wajah cantik istrinya yang cantik alami tanpa make up.
"Kau lebih cantik tanpa riasan sayang?" ucap Brian yang masih mengembangkan senyumnya.
"Stop Mas, jangan menggodaku!" ucap Gracia. Wanita itu menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Brian.
"Aku suka melihatmu yang malu-malu kayak pengantin baru, padahal kita melakukan ini bukan untuk yang pertama kalinya." Brian menurunkan istrinya di dalam kamar mandi itu, lalu keluar karena tidak ingin tergoda lagi jika melihat tubuh istrinya yang polos.
Gracia menutup pintunya, lalu bersandar pada pintu tersebut sambil memegang dadanya yang berpacu cepat.
"Aku kenapa? Padahal Mas Brian bukan yang pertama kalinya menyentuhku," ucap wanita itu. Gracia tersenyum sendiri mengingat olahraga semalam yang membuat dirinya sampai remuk tidak punya tenaga.
Gracia melanjutkan ritual mandinya dengan Brain yang masih menunggu di sofa kamarnya untuk sarapan bersama.
Setelah beberapa saat, kini Gracia sudah selesai mandi dan membuka pintu kamar mandi tersebut. Wanita itu hanya memakai handuk yang dilingkarkan pada tubuhnya.
Brian menatap Gracia, Wanita itu terlihat sangat cantik dengan rambut yang masih basah dan tetes-tetes air yang selalu jatuh mengikuti langkahnya.
Gracia mengayunkan langkahnya, melewati Brian yang menatapnya penuh damba. Tetesan tetesan air dari rambut Gracia itu, membuat naf'su Brian semakin memburu. Namun, dirinya mencoba untuk menahannya sebisa mungkin karena David akan segera tiba di mansion itu.
Seusai mengganti baju, kini Gracia sarapan bersama dengan orang yang dicintainya itu. Mereka makan sambil suap-suapan dan sesekali bercanda yang berhasil membuat orang yang disekitarnya iri saat melihat kebahagiaan juga keromantisan mereka berdua.
🌿🌿🌿Jika cinta begitu menyakitkan, maka cobalah untuk bersabar! Karena kesabaran itu akan menghasilkan sesuatu yang sempurna seperti kisah perjuangan Gracia untuk mendapatkan cinta Brian.
Gracia yang sabar, ia berhasil merebut hati suaminya meskipun ia harus kehilangan karena egonya sendiri, dan hal itu sangat disesali olehnya. 🌿🌿🌿
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Hai Readersku sayang 😍❤️
maaf banget ya Othor telat update.
Jangan pernah lupa dukungannya
untuk menyemangati Othor
Cukup Like aja Othor dah seneng
Thank you 😍