Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Bisa ular kobra


Brian membaringkan Gracia di tempat tidur yang biasa Brian gunakan untuk beristirahat. Pria itu mengecup kening Gracia, lalu beranjak ingin pergi ke ruang kerjanya. Namun, Gracia menahan langkah pria tersebut.


"Mas...!" Gracia memegang pergelangan tangan suaminya hingga Brian pun berbalik lalu menatap istrinya tersebut.


"Kenapa sayang? Istirahatlah! Aku mau ke ruangan dulu," ucap Brian. Pria itu membelai kening istrinya.


"Aku mau ditemani kamu, sebentar saja!" ucap Gracia memohon membuat Brian tidak tega melihatnya.


"Baiklah!" ucap Brian tersenyum, lalu berbaring disebelah Gracia. Pria itu memeluk istrinya lalu ikut memejamkan mata.


Gracia pun terlelap dalam beberapa saat. Namun, tiba-tiba wanita itu terbangun karena rasa mual yang melandanya.


Gracia melepaskan pelukan Brian perlahan agar tidak membangunkan pria itu. Lalu beranjak ke kamar mandi.


Wanita itu lari karena sudah tidak tahan untuk memuntahkan isi perutnya.


"Hoekkk... hoekkk... hoekkk..."


Gracia terus mengeluarkan isi perutnya hingga ia lemah, dan ia menatap sekelilingnya se akan berputar. Semakin lama tatapan Gracia semakin buram kepalanya pun berdenyut hingga akhirnya ia ambruk tak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian. Brian meraba Gracia yang sudah tidak ada di sampingnya. Ia terkejut dan langsung mencari istrinya.


"Sayang... Kau dimana?" Brian melangkah menuju toilet dan betapa terkejutnya pria tersebut setelah mendapati Gracia tak sadarkan diri.


"Graccc..." teriak Brian. Pria itu langsung lari dan mengangkat kepala Gracia, lalu dipangkunya sambil menepuk-nepuk pipi wanita tersebut untuk mengembalikan kesadarannya.


"Kau kenapa sayang? Bangun Grac... bangun!" Brian panik lalu membopong tubuh Gracia keluar dari ruangannya tersebut.


"Nyonya kenapa Tuan!" ucap Ryan setelah melihat Brain membopong tubuh Gracia yang memejamkan matanya.


"Cepat bantu aku! Siap kan mobil, kita langsung ke rumah sakit!" perintah Brian.


"Baik Tuan!" ucap Ryan. Pria itu mengikuti langkah Brian dan membukakan pintu mobilnya setelah sampai diparkiran. Ryan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi atas perintah Brian.


"Sayang... Bangun!" Brian mencoba membangunkan istrinya itu. Namun, hasilnya nihil, Gracia tak kunjung membuka mata.


"Bisa lebih cepat nggak sih!" teriak Brian pada Ryan. Ryan semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan luar biasa hingga mereka sampai di rumah sakit hanya dalam waktu 15 menit yang biasanya ditempuh dalam perjalanan kira-kira 30 menit jika kecepatan normal.


Brian langsung lari saat sampai di rumah sakit tersebut, ia menggendong istrinya sambil berteriak-teriak seperti orang gila.


Dokter yang ada di rumah sakit tersebut langsung menyambut kedatangan Brian. Karena rumah sakit itu adalah rumah sakit milik keluarga Galaxy.


Gracia di bawa ke ruangan VIP rumah sakit tersebut dengan Brain yang terus mendampingi wanita itu.


Dokter Frenky mengajak Brian untuk berbicara di ruangannya setelah dokter itu memeriksa keadaan Gracia, karena Brian menunggu di luar ruangan Gracia bersama Ryan atas perintah Dokter Frenky.


"Tuan! Saya tunggu Anda di ruangan saya," ucap Dokter Frenky tersenyum setelah membuka pintu ruangan Gracia.


"Baik Dok!" ucap Brian. Dokter Frenky melangkahkan kakinya ke ruangan Dokter Frenky dengan Brian yang mengekor di belakangnya.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Brian setelah sampai di ruangan Dokter Frenky. Dokter Frenky tersenyum, lalu mengulurkan tangannya pada Brian.


"Selamat Tuan! Istri Anda positif hamil," ucap Dokter Frenky tanpa basa basi.


Deg.


Brian terkejut. Pria itu tidak bisa menggambarkan rasa bahagianya. Ia tidak menyangka bahwa ia akan menjadi seorang ayah untuk yang ke dua kalinya.


"Dokter tidak bercanda kan?" tanya Brian. Pria itu berdiri lalu mengguncang tubuh Dokter Frenky saking bahagianya.


"Benar Tuan, jika Tuan masih belum percaya, kita bisa melakukan USG kembali setelah Nona Gracia siuman! Agar Anda dan Nona bisa melihatnya bersama," ucap Dokter Frenky.


Brian langsung keluar dari ruangan Dokter Frenky menuju ruang rawat Gracia, setelah Dokter Frenky menyampaikan kabar bahagia itu, Pria tersebut tidak hentinya mengembangkan senyuman.


"Tuan! Gimana keadaan Nona Gracia?" tanya Ryan. Pria itu duduk di kursi tunggu di depan ruangan Gracia. Namun, ia berdiri setelah melihat kedatangan Brian.


"Aku bahagia Ryan, aku bahagia!" ucap Brian sambil memeluk Ryan yang berdiri di depan ruang rawat Gracia.


"Aneh, Istrinya sakit malah kegirangan," batin Ryan.


"Pletak..."


Brian menjitak kepala Ryan pelan.


"Kenapa Tuan menjitak kepalaku?" tanya Ryan.


"Kau cari mati? Beraninya kau bilang aku tidak mencintai istriku," ucap Brian melotot.


"Habisnya Tuan aneh! Nona Gracia sakit anda malah kegirangan, aku pikir Anda sudah menemukan pengganti nona Gracia Tuan!" ucap Ryan jujur.


"Dasar bodoh! Aku bahagia bukan karena istriku sakit, tetapi aku bahagia karena sebentar lagi aku akan menjadi daddy kembali." Brian tersenyum berbinar.


"Benarkah Tuan?" tanya Ryan.


"Iya dong, mana mungkin aku bercanda," ucap Brian menaik turunkan alisnya.


"Wah... ternyata 'bisa ular kobra' Anda sangat ampuh Tuan," ucap Ryan tersenyum.


"Bisa ular?" tanya Brian bingung.


"Iya... bisa ular. Anda kan menikah dengan nona baru dua bulan, eh ternyata sekarang udah jadi aja," ucap Ryan tersenyum simpul.


"Dasar edan!" umpat Brian. Pria itu langsung masuk ke ruangan Gracia meninggalkan Ryan yang masih tersenyum karena berhasil menggoda tuannya.


"Tuan... tuan! Bisa ular kobramu memang sangat ampuh! Aku kapan ya... punya keluarga lengkap seperti Anda." gumam Ryan sambil tersenyum menatap Brian yang terlihat begitu bahagia setelah sekian lama ia terpuruk.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Brian terus mengembangkan senyumnya, ia tidak hentinya mengecup tangan Gracia saking bahagianya. Gracia yang merasa terganggu langsung mengerjap-ngerjapkan matanya.


Wanita itu membuka mata perlahan, lalu menatap sekelilingnya yang terlihat asing bagi wanita tersebut.


"Aku dimana Mas?" tanya Gracia yang melihat Brian mengecup tangannya.


"Kau sudah sadar sayang?" tanya Brian tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Gracia.


Gracia menjawab Brian dengan senyum manisnya. Wanita itu bahagia melihat Brian di sisinya.


"Kau di rumah sakit sayang!" ucap Brian tersenyum, sambil mengecup tangan Gracia kembali.


"Kenapa aku di bawa ke rumah sakit Mas? Nanti David sama siapa jika aku di sini?" tanya Gracia. Wanita itu sangat mencemaskan putranya.


"Kau tidak perlu khawatir sayang! Kan ada Mommy sama daddy, jadi jangan pikirkan!" Brian membelai kening Gracia.


"Tapi Mas...!" ucap Gracia merengek.


"Nggak usah tapi-tapian, lebih baik kau istirahat! Jaga dengan baik Brian junior disini!" ucap Brian tersenyum sambil mengelus perut Gracia yang masih datar.


"Apa Mas? Aku nggak dengar," ucap Gracia. Pria itu menatap suaminya serius.


"Iya sayang, kata dokter kamu sedang mengandung Brian junior disini," ucap pria itu lembut sambil mengecup perut Gracia.


"Alhamdulillah," Gracia menutup mulutnya karena rasa bahagia. Wanita itu tersenyum penuh warna.


"Kau bahagia sayang?" tanya Brian tersenyum.


Gracia menganggukkan kepalanya sambil meloloskan air mata bahagia.


"Kenapa menangis sayang?" tanya Brian. Pria itu mengusap air mata yang membasahi pipi Gracia.


"Aku bahagia Mas! Sangat bahagia," ucap Gracia yang tiada hentinya mengembangkan senyum.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...