
"Sayang, selama kita menikah kita belum pernah honeymoon, bagaimana kalau minggu depan kita liburan ke negara Z? sekalian kita honeymoon," ucap Brian.
Gracia mengangguk sembari tersenyum. Ia bahagia dengan perlakuan baik suaminya. Namun, ada rasa takut yang menghantui wanita itu, setelah melihat Brian lebih memilih makan siang dengan mantan kekasihnya dibanding dengan dirinya, dan yang paling menyakitkan bagi Gracia adalah ketika ia dibohongi.
Gracia dan Brian sarapan bersama di kamar dengan saling menyuapi makanan mereka masing-masing. Seusai sarapan, Brian menyuruhnya istirahat kembali, karena melihat istrinya begitu lemah, yang Brian sendiri tidak tau apa penyebabnya.
"Ya sudah, aku berangkat ke kantor dulu! Kau di rumah saja tidak perlu ke butik! Sepertinya kau kurang sehat." Brian membelai rambut istrinya sembari tersenyum, lalu berdiri dan mengayunkan langkahnya keluar dari kamar tersebut.
Sedangkan Gracia menatap langkah suaminya dengan tatapan sendu, dan tak terasa air matanya menetes. Namun, kemudian ia langsung menghapusnya karena ia tidak mau berlarut dalam kesedihan yang belum tentu benar adanya. Sebenarnya ia ingin bertanya pada Brian, tetapi ia takut untuk menerima kenyataan bahwa Brian akan bilang lebih mencintai Maudy. Maka dari itu ia tetap memutuskan untuk tetap diam.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Sesampainya di kantor, Brian duduk di kursi kebesarannya, Lalu memanggil Ryan untuk ke ruangannya.
"Ryan! Aku mau kau menyelidiki kegiatan istriku kemarin!" perintah Brian.
"Nona kemarin kesini tuan untuk menemui Anda! Tetapi Anda tidak ada di ruangan ini.
Nona juga bertanya 'kenapa saya berada di kantor ini? Nona heran karena nona pikir saya sedang meting sama Anda Tuan. Saya menjawabnya dengan jujur karena kemarin memang kita tidak punya jadwal meeting. Setelah itu nona kembali, ia juga menenteng rantang makanan di tangannya." ucap Ryan.
"Kenapa kau menjawab jujur sih Ryan?" ucap Brian geram.
"Aku sedang berada dalam masalah karena ulahmu itu. Sekarang cepat keluar!" Brian menatap Ryan tajam.
"Baik Tuan!" ucap Ryan membungkuk lalu keluar dari ruangan Brian.
"Kalau saja kau bukan sahabatku, sudah dari dulu aku memecatmu!" Brian mengepalkan tangannya karena Gracia marah akibat tau kebohongannya dari Ryan.
"Arghhh... Sekarang aku harus menjelaskan apa pada Gracia, aku tau dia menangis karena aku telah membohonginya." Brian frustasi karena kebohongannya sendiri.
Brian memutuskan untuk pulang lebih awal dari biasanya, ia akan minta maaf pada Gracia atas kebohongannya kemarin. Brian juga berencana untuk mengajak Gracia makan malam di luar untuk menebus kesalahannya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Tring....
Aku menunggumu di taman dekat mansion Mas Brian, aku mau membicarakan hal penting denganmu. Pesan masuk dari Maudy di ponsel Gracia.
Gracia bangun dari tempat tidurnya, sebenarnya ia masih pusing, tetapi ia menahannya karena apa yang akan dibicarakan Maudy pasti tentang suaminya. Ia juga ingin bicara dengan Maudy agar dia mengalah dan menjauhi suaminya, karena Gracia sadar bahwa ia sudah terlanjur mencintai Brian sangat dalam hingga rasanya ia tidak sanggup untuk berpisah dari suaminya itu. Selain itu ia juga takut mengecewakan orang tuanya.
Gracia langsung beranjak dan keluar dari mansion itu untuk menemui Maudy, sesampainya di taman, Maudy sudah menunggunya dan duduk di sebuah kursi panjang taman itu. Gracia mengayunkan langkahnya lalu duduk di samping Maudy tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Kau sudah datang?" tanya Maudy basa basi.
"Hal penting apakah yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Gracia tanpa basa basi dan menatap lurus ke depan tanpa menatap wajah sahabatnya itu.
"Aku nggak nyangka kalau kita akan mencintai orang yang sama, dulu aku sangat menyayangimu dibandingkan sahabatku yang lain karena kau adalah orang yang sangat baik, sebenarnya aku tidak tega memintanya padamu untuk meninggalkan Brian, tetapi aku tidak punya pilihan lain selain memohon padamu untuk meninggalkannya."
"Seharusnya kau sadar diri Cia, Brian itu hak ku, Kaulah orang ke tiga di antara kami, jadi aku mohon kembalikan Brian padaku! Aku tidak bisa hidup tanpanya, aku sangat mencintainya Cia. Aku tidak bisa melepaskan dia untukmu," ucap Maudy menangis sambil memegang tangan Gracia.
Gracia hanya diam, ia menatap sahabatnya itu tak tega. Namun, ia juga sangat mencintai Brian, ia juga sulit untuk melepaskannya.
"Ucapan Maudy benar, aku adalah orang ketiga di antara Mas Brian dan Maudy, apakah aku memang harus melepaskan Mas Brian untuk Maudy? Tetapi, selain aku mempertahankan mas Brian karena mencintainya, aku juga tidak ingin mengecewakan orang tuaku, jika aku dan mas Brian bercerai, maka bukan hanya aku yang terluka tetapi orang tuaku dan orang tua mas Brian juga akan terluka. Mungkin juga akan membuat keretakan antara hubungan persahabatan keluargaku dan keluarga Mas Brian." Gracia membatin.
"Maaf aku nggak bisa Maudy, karena aku akan melukai banyak orang jika aku dan Mas Brian bercerai," ucap Gracia.
Maudy melepaskan tangan Gracia kasar dan menatap Gracia penuh kebencian. Wajah yang asalnya lembut berubah menyeramkan setelah mendengar ucapan Gracia.
"Kau egois Cia, kau hanya mencari alasan saja agar tidak bercerai dengan mas Brian, aku tau kau juga mencintainya, maka dari itu kau tidak mau melepaskan mas Brian untukku." Maudy berteriak dengan sepuas hatinya karena taman itu sepi.
"Jika kau tidak mau menyerahkan Mas Brian secara baik-baik, maka jangan salahkan aku jika aku nekat." Maudy pergi meninggalkan Gracia dengan kemarahan yang memuncak. Sedangkan Gracia hanya menatap kepergian sahabatnya itu.
"Maafkan aku Maudy, aku tau kau orang yang baik. Kau tidak akan tega melakukan perbuatan yang kejam, dan aku juga tau, kau sangat marah padaku, tetapi aku yakin kau masih menyayangiku sama seperti dulu meskipun kasih sayang itu berkurang karena kita mencintai orang yang sama," gumam Grcaia.
Gracia menatap kepergian Maudy yang berjalan cepat akibat kemarahan yang memuncak. Gadis itupun tidak menoleh sedikitpun pada Gracia karena rasa kecewanya pada Gracia yang tidak mau meninggalkan Brian.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Thank you Readersku sayang 😍
karena bersedia mengikuti karya receh Othor.
Jangan lupa jejaknya 😘🤭
Maafkan Othor yang banyak nuntut 🙏🙈