Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Aku menyerah


Brian menepati janji untuk pulang lebih awal dari biasanya, pria itu benar-benar akan mengajak Gracia untuk makan malam di luar dengan suasana yang romantis.


Akan tetapi saat di tengah jalan tiba-tiba ponsel Brian berdering, pria itu mengabaikannya. Namun, ponsel itu kembali berbunyi, karena dari nomer yang tak dikenalnya Brian mengangkat panggilan itu takut ada kabar penting yang perlu ia diketahui.


Benar saja lelaki itu terkejut mendengar kabar dari sebarang telpon itu, yang menelponnya adalah asisten Maudy bahwa wanita itu mencoba bunuh diri dan keadaannya sangat menghawatirkan, ia selalu menyebut nama Brian dari alam bawah sadarnya.


"Sayang, kita makan diluar lain kali aja ya? Aku masih ada urusan yang harus ku selesaikan." Brian menatap Gracia dengan rasa bersalah.


"Apakah ada yang darurat Mas? Siapa yang menelpon Mas Brian tadi?" tanya Gracia.


Brian hanya menggeleng lalu memutar balik mobil tersebut menuju mansionnya. Sedangkan Gracia sudah dapat menebak kemana suaminya akan pergi.


Sesampainya di pagar mansion yang menjulang tinggi, Brian menghentikan mobilnya, lalu menatap istrinya dengan tersenyum kaku.


"Sayang, aku mengantarmu sampai di sini aja ya?" ucap Brian tersenyum.


"Mas, apakah kau akan mendengarkanku jika aku memintamu untuk jangan pergi malam ini?" tanya Gracia.


Brian menundukkan kepalanya. Ia merasa bersalah. Namun, ia juga takut Maudy akan lebih nekat.


"Maaf sayang, karena kali ini benar-benar darurat," ucap Brian pelan. Namun, masih dapat didengar oleh wanita itu.


Gracia tersenyum lalu membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil tersebut. Setelah Gracia menutup pintu mobil itu, Brian langsung melajukan mobilnya.


"Aku menyerah Mas! Sampai kapanpun, hatimu akan tetap menjadi miliknya, aku lelah mengejar cintamu, dan aku lelah untuk semuanya, sekarang aku mengakui bahwa aku kalah! Aku kalah Mas, aku akan pergi jauh darimu setelah ini, agar kita tidak selalu menyakiti satu sama lain, semoga orang tua kita mengerti bahwa kita memang tidak di takdirkan untuk bersama," ucap Gracia.


Gracia terpaku, ia memandang mobil Brian pergi menjauh meninggalkan dirinya, tidak ada air mata yang lolos dari dua kelopak matanya. Namun, dadanya begitu sesak seakan terhantam batu besar.


menahan kesedihan, ia menatap malam yang bertaburkan bintang. sinar sang rembulan menerangi langkahnya. Gadis itu menoleh pada sekitar dan pada malam itu jalanan begitu sepi. Saat ia sampai di sebuah taman, ia duduk dipinggir jalan karena ingin membuang rasa sesaknya.


Gracia menenggelamkan wajahnya pada lutut. Ia menangis karena tak mampu menahan sakit hati yang Brain torehkan, wanita itu membiarkan air matanya terus mengalir, bersamaan dengan rintik-rintik hujan mulai turun. Namun, wanita itu tidak perduli, hingga hujan pun semakin deras dan suara petir yang menggelegar, tetapi wanita itu masih betah pada posisinya.Gracia mendongak menikmati hujan yang mengguyur tubuhnya itu, ia berharap air hujan akan menghilangkan segala kepedihannya.


"Aku benci keadaan ini, aku benci sama kamu yang tak pernah bisa mencintaiku selama ini Mas, aku pikir aku sudah memilikimu seutuhnya. Namun ternyata tidak! Semua yang kau lakukan itu hanyalah sandiwara, dan sandiwara itu lebih menyakitiku dari pada sebelumnya. Gracia menenggelamkan wajahnya kembali sambil menangis terisak.


Gracia terus menangis bersamaan dengan air hujan yang terus mengguyur tubuhnya. Setelah beberapa saat, ia menghentikan tangisnya, ia merasa aneh karena ia merasakan tubuhnya tidak kehujanan lagi, padahal ia tau bahwa hujan masih snagat deras.


Gracia mendongak lalu tatapannya bertemu dengan orang yang memayunginya, Gracia kembali terisak saat tau siapa yang datang untuk membawa payung untuknya.


Orang itu duduk di sisi Gracia lalu melepaskan jasnya, ia menyelimuti tubuh Gracia dengan jas putih kebanggaannya agar wanita itu tidak kedinginan meskipun tubuh Gracia sudah terlanjur basah.


"Bangunlah! Aku kan membawamu ke tempat yang akan membuat hatimu lebih tenang, jangan hujan-hujanan begini! Atau kau memang ingin sakit?" Pria itu tersenyum.


......💋💋💋💋💋......


...TBC...


Assalamualaikum wr.wb.


Insya allah jika sempat nanti sore update lagi


jangan lupa tinggalkan jejak untuk Othor ❤️