
Mobil yang membawa Gracia dan David memecah jalanan dengan waktu perkiraan 30 menit untuk sampai di mansion, sesampainya di depan mansion tempat keluarnya Wiratmaja. David langsung turun dari mobil, lalu bocah kecil itu lari menuju pintu utama karena ia melihat Ashok dan Pradita menunggu di depan pintu utama.
"Grandpa... grandma... David kangen," ucap David sambil lari menuju tempat Ashok dan Pradita yang sedang menunggunya.
"Grandma juga merindukanmu," ucap Pradita. Wanita paruh baya itu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan cucunya yang pertama kali ke mansion itu.
"Aku juga merindukanmu sayang," ucap Pradita. Ia memeluk cucu kesayangannya erat.
Sedangkan Gracia melangkah menuju daddynya, matanya mengembun karena kerinduan yang ia pendam selama ini. Hampir satu tahun Ashok tidak mengunjunginya karena kesibukannya mengurus perusahaan seorang diri. Sedangkan Pradita hampir setiap bulan mengunjungi Gracia sejak wanita paruh baya itu mengetahui keberadaan putrinya.
"Dad," Gracia tersenyum lalu memeluk daddynya. Ashok pun membalas pelukan Gracia dengan kehangatan.
Sedangkan Pradita melepaskan pelukannya dari David, lalu menyuruh bocah kecil itu untuk masuk! Setelah memanggil kepala pelayan mansion untuk membawanya ke kamar David yang sudah disediakan sejak lama.
"Kau sudah menjadi seorang ibu, daddy bangga padamu karena bisa membesarkan cucu daddy seorang diri tanpa pendamping. Tetapi seandainya kau sudah punya pengganti daddynya David, segeralah menikah karena walau bagaimanapun dia butuh kasih sayang seorang ayah," ucap Ashok.
"Atau kau Maafkan Brian dan kembalilah padanya, sampai sekarang dia masih berusaha mencarimu," Ashok menatap putrinya datar.
Deg.
Gracia terkejut mendengar perkataan Ashok, karena ia berpikir Brian sudah menikah dengan Maudy, selama ini ia tidak mau mendengar apapun tentang Brian dan akan marah pada siapapun jika membahas nama itu. Gracia bingung harus mengucapkan apa, karena ia sebenarnya tidak bisa melupakan Brian meskipun berkali-kali ia di sakiti.
"Cia baru sampai Dad, Cia masih capek! Kita bicarakan hal ini lain kali saja," Gracia langsung masuk ke dalam mansion untuk menghindari pembicaraan dengan kedua orang tuanya.
Ashok hanya menggeleng-gelengkan kepala, melihat tingkah putri semata wayangnya yang masih terlihat seperti anak kecil.
"Kau tidak pernah berubah Cia, kau masih seperti gadis kecilku yang dulu, kau akan tetap pada pendirianmu meskipun daddy mencoba untuk menggoyahkan pendirianmu itu." Ashok tersenyum melihat tingkah Gracia.
"Sudahlah Mas, jangan paksa Cia! Aku yakin dia pasti akan luluh jika melihat perjuangan Brian selama ini untuk mencarinya," ucap Pradita.
"Tetapi bagaimana kalau tidak?" tanya Ashok.
"Kita pasrahkan saja pada jalan takdir mereka." Pradita tersenyum.
"Aku percaya, jika mereka berjodoh, maka tanpa kita berusaha untuk mendekatkan mereka. Mereka akan bersatu kembali tanpa kita paksa," ucap Pradita.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Brian sudah selesai meeting dengan kliennya, ia masih tetap di hotel tempat ia meeting, pria itu habis dari luar negri untuk kepentingan bisnisnya. Sedangkan Ryan langsung pulang atas perintah Aaron.
Kini di hotel itu tinggal ia dan daddynya saja, mereka bicara tanpa ada orang yang mendengarnya.
"Sampai kapan kau akan terus begini? Lebih baik kau cari pengganti Cia atau daddy yang akan mencarikan jodoh untukmu!" ucap Aaron datar.
"Cia sudah begitu terluka dengan sikapmu dulu. Mungkin akan sulit untuk mendapatkan maaf darinya, jadi lanjutkan hidupmu tanpanya!" lanjut Aaron.
"Sudah cukup aku menyakiti Gracia, aku tidak mau menyakiti orang yang akan menjadi istriku sama seperti apa yang ku lakukan pada Gracia, dan Pada akhirnya aku hanya akan terbelenggu dengan penyesalan," ucap Brian.
"Tetapi sampai kapan kau akan terus begini? Aku sudah bilang pada Ashok untuk membujuk Gracia, tetapi ia bilang bahwa Ashok tidak mau memaksa putrinya, kalau Gracia sudah memutuskan menjauh, maka sulit untuk menggoyang pendiriannya. Sedangkan aku juga membutuhkan penerus perusahaan ini. Lupakan Gracia dan menikahlah dengan orang lain!" ucap Aaron.
"Aku tau kalian memang sengaja menyembunyikan Gracia dariku, jika bukan kalian yang menyembunyikannya, mungkin sudah dari dulu aku bisa menemukan keberadaan istriku," ucap Brian.
"Istri? Kalian sudah cerai, jadi Gracia bukan istrimu lagi, dan aku juga tidak tau sama sekali mengenai keberadaan Gracia, karena Ashok pun tidak mau memberikan informasi mengenai putrinya padaku," ucap Aaron.
"Aku belum menandatangani surat cerai itu! Jadi Gracia masih istriku! Aku tidak akan melepasnya sampai kapan pun." Brian menatap Aaron datar.
"Terserah kamu saja, tetapi bagaimana kalau Gracia sudah menemukan kebahagiaannya? Apakah kau akan menghancurkan kebahagiaannya lagi?" tanya Aaron.
"Jika memang Gracia sudah bahagia bersama orang lain, maka aku akan melepasnya dengan ikhlas." Brian tersenyum sendu.
Aaron menatap putranya tak tega. Pria paruh baya itu sudah berusaha untuk mengembalikan Gracia padanya. Namun, Aaron selalu mengingat perkataan Ashok bahwa jika Gracia sudah memilih mundur, maka akan sulit bagi menantunya itu untuk kembali lagi. Bahkan Gracia memilih pergi tanpa memberi tahu keluarganya.
Gracia bertemu daddynya 2 tahun lalu saat dirinya menjadi sekretaris di perusahaan properti milik Anton.
Ya, memang benar adanya bahwa Antonlah yang membantu Gracia selama ia berada di kota Z, meskipun pria itu tidak pernah bertemu dengan Gracia. Namun, pria itu menyuruh sepupunya untuk menjaga orang yang dicintainya.
Gracia pun memilih menerima bantuan Anton, karena ia tidak punya pilihan lain, ia tidak memberi kabar pada keluarganya tentang kepergiannya dari rumah Brian, ia tidak sanggup untuk bicara pada kedua orang tuanya, hingga ia hanya menitip surat melewati dokter sesat itu, dan memohon pada orang tuanya agar tidak menghawatirkannya.
Gracia bilang pada Ashok dan Pradita agar tidak mencarinya, karena ia pergi untuk menenangkan diri dan melupakan kisah pahitnya dengan Brian.
Ashok begitu murka saat membaca surat itu dan ia menghajar Brian hingga menantunya itu tidak sadarkan diri. Namun, karena perjuangannya yang begitu gigih untuk mencari Gracia, membuat hati Ashok akhirnya luluh. Brian hampir dua kali sehari mendatangi mansion Gracia, berharap istrinya itu kembali. Namun, hari demi hari Brian lalui, hasilnya tetap sama, ia tidak kunjung mendapatkan apa yang ia inginkan, hingga ia melampiaskan kegundahan hatinya pada pekerjaan.
Pria itu selalu kerja sampai larut malam, untuk melupakan segala kesedihannya, hingga ia terbiasa akan hal itu, dia juga menjadi orang yang berkuasa dan ditakuti di dunia bisnis dalam jangka beberapa tahun, karena Brian seakan tidak punya belas kasih pada orang lain.
Brian juga begitu kejam pada saingan bisnisnya yang mencoba mengusik dirinya, bahkan ia tak segan menghancurkan perusahan saingannya dalam waktu sekejap.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readers tercinta 😍
Maaf Othor tidak menjadwalkan update karena Othor update sesempatnya saja🤭
Tapi Insya Allah tiap hari ada, cuma jamnya aja nggak bisa menentukan 🙈
Thank you atas dukungan Kalian ❤️
Jangan lupa Goyangkan jempolnya ya sayang 😍