Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Hantunya Mas Anton S2


Dinda masak makan malam untuk Anton, ia menunggu suaminya pulang kerja setelah menyelesaikan semuanya. Wanita itu duduk di sofa ruang keluarga seraya melihat jam dinding yang ada di ruangan itu.


Jam menunjukan pukul 19.00. Namun, Anton belum juga pulang, Dinda yang kelelahan akhirnya ketiduran di sofa panjang itu.


Di tempat lain, kini Anton terburu-buru karena ia ada meeting dadakan dengan klien, ia ingat janjinya pada Dinda. Namun, ia tidak bisa meninggalkan meeting penting itu. Akhirnya Anton memilih lembur, tetapi ia lupa meminta nomer ponsel Dinda hingga ia tidak bisa menghubungi istrinya tersebut.


Saat Anton tengah bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia terkejut, saat mengetahui siapa yang menghubunginya. Anton juga melupakan tentang perintah George tadi siang karena kesibukannya di kantor.


"Iya Dad," jawab Anton saat mengangkat panggilan dari George.


"Kenapa kau belum juga sampai di mansion?"


"Maaf Dad, karena malam ini aku nggak bisa bawa Dinda, soalnya tadi ada meeting dadakan, jadi Anton terpaksa lembur," jawab Anton.


"Daddy harap kau tidak terlalu lama menunda rencana kita, sebelum Herman mengetahui semuanya jika memang dia pelakunya, untuk sekarang ini kita tidak boleh mempercayai siapapun termasuk Leo sekretarismu itu,"


"Baik Dad! Ya sudah aku matikan panggilannya dulu, aku harus segera pulang takutnya Dinda menungguku, tidak baik baginya tidur terlalu malam," ucap Anton.


"Dasar bucin,"


"Apa Daddy bilang?"


Tut tut tut...


George mematikan sambungan teleponnya membuat Anton melotot mendengar ucapan pria paruh baya itu.


"Dari mana daddy mendengar kata 'Bucin'? kayak anak muda saja." Anton menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sedangkan di seberang telepon, George tersenyum tipis karena berhasil membuat putranya kesal.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sesampainya di apartemen, Anton melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 20.00. Pria itu membuka apartemen, dan yang ia lihat pertama kalinya adalah wanita yang telah sah menjadi istrinya itu sedang tidur terlelap.


Anton mendekati Dinda, lalu mencoba membangunkannya. Namun, Dinda terlalu nyaman dengan tidurnya hingga ia tidak terusik dengan suara Anton yang mencoba membangunkannya.


Akhirnya Anton memutuskan untuk menggendong tubuh Dinda, dan mengangkatnya perlahan.


Anton membaringkan tubuh Dinda di tempat tidurnya, lalu membenarkan posisi wanita itu, Anton duduk di sisi Dinda, lalu menatap wajah Dinda sambil tersenyum tipis.


"Ternyata kau sangat manis saat tidur, dan aku juga baru sadar bahwa kau ternyata juga cantik tanpa polesan," gumam Anton.


Pria itu masih betah menatap wajah istrinya, lalu ia segera beranjak saat Dinda menggeliat. Anton buru-buru hingga ia tidak sengaja menyenggol vas bunga yang ada di atas nakas dan membuat wanita itu terbangun karena terkejut mendengar suara benda jatuh.


Dinda menoleh. Namun, ia tidak melihat siapapun di sekitarnya membuat bulu kuduk wanita itu merinding.


"Arggghhhh..."


Dinda berteriak sekencang-kencangnya karena rasa takut yang sedang melandanya. Wanita itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, lalu memejamkan mata dengan sangat rapat berharap ia tidak melihat sesuatu yang tidak diinginkan.


"Ah... Dasar Dokter sesat sialan! Dia kemana sih pulang malem banget? Baru juga tadi pagi dia janji sama aku bahwa dia akan menjelaskannya, tapi apa? Dia membiarkanku sendiri! Sialan, sialan, sialan..." teriak Dinda.


Gadis itu mengumpat suaminya di balik selimut. Ia tidak sadar bahwa suaminya sudah datang dan bersembunyi di balik pintu kamar mandi. Sedangkan Anton, hampir tertawa karena mendengar umpatan Dinda yang menurutnya sangat konyol.


"Ternyata kau juga penakut." Anton menggeleng-gelengkan kepala. Lalu, ia melanjutkan mandinya mengabaikan Dinda yang sedang berteriak histeris, sedangkan Dinda masih memejamkan mata untuk menghilangkan rasa takutnya.


Setelah beberapa saat kemudian Dinda tersadar bahwa dirinya sedang menunggu Anton di ruang keluarga bukan tidur di ranjang itu, Dinda semakin gemetaran karena rasa takut.


"Aduh... masak iya setan pake gendong-gendong aku segala sih? Aku tau aku emang cantik, tapi aku juga nggak mau setan naksir aku segala," gumam Dinda.


Saat Dinda ingin memejamkan matanya kembali, tiba-tiba wanita itu mendengar suara percikan air dari arah kamar mandi yang membuat wanita itu semakin gemetaran, tapi ia memberanikan diri untuk mendekati kamar mandi tersebut, sekedar ingin membuktikan apakah ia benar bahwa yang ada di kamar mandi itu setan atau bukan.


Dinda mengendap-ngendap dengan tubuh yang masih gemetaran, ia membuka kamar mandi itu dengan sekuat tenaganya berharap jika setannya ada dibalik pintu maka akan terpental karena dorongan Dinda yang kuat.


Namun, yang terjadi adalah sebaliknya, ia melihat tubuh polos suaminya yang sedang mandi di tengah guyuran shower membuat Dinda melotot dan menelan saliva. Sedangkan Anton terlihat santai melihat wajah Dinda yang syok. Pria itu lupa mengunci pintu kamar mandinya hingga Dinda bisa masuk dengan bebas.


"Kenapa? Mau mandi bareng?" tanya Anton datar.


Dinda yang merasa sangat malu dengan tingkahnya yang konyol, ia memutuskan untuk menutup pintunya kembali.


"Hah... syukurlah! Ternyata hantunya mas Anton." Dinda memegang dadanya yang dari tadi berdetak tidak normal karena ketakutan.


Setelah ketakutannya menghilang, Dinda tersenyum sendiri mengingat tubuh Anton yang baru saja dilihatnya, ia melamun di depan kamar mandi itu.


"Tubuh Mas Anton ternyata bagus juga, tapi anunya membuatku geli, meskipun sudah menghasilkan ini!" Dinda tersenyum sambil mengelus perutnya.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Thank you atas dukungan kalian


semoga malam ini mimpi indah ❤️


Dan yang mampir ke karya Othor yang lain, Othor juga berharap komennya rame kayak disini, meskipun karya Othor yang lain tulisannya lebih parah dari karya Othor yang ini, thank you so much 😍