Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Menyayangimu


Setelah pertemuan itu, Brian dan Gracia tidak pernah berjumpa kembali. Brian sengaja menjauh dari Gracia untuk melupakan wanita itu. Jika Brian merindukan David maka pria itu menyuruh Ryan untuk menjemputnya.


Kini sebulan sudah sejak kejadian itu, Gracia dan Brian sudah resmi bercerai. Brian memang sengaja tidak merebutkan David akan tinggal dengan siapa? Mereka membagi waktunya untuk bersama David.


Sabtu dan minggu David akan tinggal sama Brian sedangkan hari-hari lainnya, ia bersama Gracia.


Orang tua Brian sangat bahagia, mendengar kabar bahwa mereka mempunyai cucu. Namun, mereka juga sedih karena melihat putranya terus terpuruk, Brian hanya bisa menghilangkan kesedihannya saat bersama David putra kesayangannya itu.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Hari ini adalah hari dimana dilangsungkannya pertunangan Anton dan Gracia, Brian memilih untuk tidak hadir ke acara itu. ia duduk termenung menatap hamparan langit yang bertaburkan bintang.


Brian menatap langit luas itu berharap ada bintang jatuh. Ternyata harapannya sesuai dengan keinginan Brian, ada bintang jatuh yang meluncur ke bumi. Pria itu memejamkan matanya sambil berdoa dalam hatinya.


Tuhan, kembalikan Gracia padaku! Aku ingin bersamanya, aku tidak mampu untuk jauh apalagi melihatnya bersama orang lain.


"Daddy," suara yang tidak asing baginya membuat Brian membuka mata."


Brian berbalik, lalu David menghambur memeluk daddynya. Bocah kecil itu menangis sesenggukan.


"Kenapa kau disini sayang? Seharusnya ini hari bahagiamu bersama mommy, terus kenapa David malah di sini sama daddy?" tanya Brian.


"Aku tidak mau Om Anton jadi daddyku Dad! Bagiku hanya daddy Brian, daddy David satu-satunya. Kenapa kalian nggak tinggal bersama seperti para orang tua teman David?" tanya David. Bocah kecil itu menangis sampai sesegukan.


"Sayang, terkadang kita harus memilih kebaikan di hidup kita, kamu masih terlalu kecil untuk mengerti semuanya. Namun, percayalah bahwa daddy dan mommy akan selalu menyayangimu meskipun kita tidak ditakdirkan bersama."


"Apakah kebaikan itu adalah tangisan Dad?" tanya David polos. Sambil mengusap air matanya.


"Kenapa David bilang begitu sayang?" tanya Brian sendu. Namun, ia mencoba tersenyum di depan putranya itu.


"Daddy bilang, Daddy tidak bersama dengan Mommy karena demi kebaikan, berarti kebaikan itu adalah tangisan. Karena aku selalu melihat Daddy maupun mommy menangis tiap malam saat kalian sendiri." David menatap Brian sendu.


"Sini sayang!" Brian membawa David dalam gendongannya. Pria itu mencoba tersenyum meskipun hatinya serasa mati.


"Anak kecil sok tau," Brian mencubit hidung David gemas.


"David bukan sok tau Dad! Tapi David lihat sendiri," ucap bocah kecil itu.


"Memangnya David melihat daddy nangis?" tanya Brian. Pria itu tersenyum melihat tingkah putranya yang sok tau.


"Aku bilang gitu karena David memang lihat Daddy sering nangis, meskipun tangisan Daddy tidak sekencang mommy," ucap David.


Deg.


"Aku lihat Daddy menangis di ruang kerja Daddy saat David terbangun dari tidur David, saat David nginep di mansion Daddy," ucap Bocah kecil itu.


"Kalau daddy boleh tau, apakah mommy sering menangis di tengah malam?" tanya Brian.


"Iya, Dad! Semenjak mommy pindah kesini, mommy sering menangis, saat David mendekat mommy menghapus air matanya, mommy bilang mommy hanya kelilipan, tapi David tau kalau mommy bukan kelilipan karena kelilipan tidak mungkin tiap malam," David menatap daddynya sendu.


..."Apa sebenarnya yang kau inginkan Grac ...? Jika kau bahagia kenapa kau harus menangis? Bukankah ini adalah pilihanmu?" batin Brian....


"Dad, untuk malam ini, David boleh 'kan tidur sama Daddy?" tanya bocah kecil itu.


"Boleh sayang!" ucap Brian tersenyum.


Brian membawa putranya kedalam mansion, ia menidurkan putranya yang sedang terlihat sedih. Brian tidak tau harus berbuat apa, karena alasan kesedihan David adalah sama dengan alasan kesedihan Brian.


Sesampainya di kamar Brian, Pria itu menidurkan putranya yang belum juga memejamkan mata.


"Dad, boleh nggak jika mommy tetap menikah dengan om Anton, David tinggal di sini?" tanya bocah kecil itu.


"Kenapa tidak sayang? Ini juga rumah David. Daddy tidak punya apa-apa selain David. Bagi Daddy, David adalah harta paling berharga dalam hidup Daddy?" ucap Brian.


"Iya Dad, hari ini adalah hari pertunangan mommy dengan Dokter Anton. Aku pergi karena aku tidak sanggup melihat wajah Daddy yang terluka. Aku tidak mau daddy lain selain Daddy." ucap David.


"Ya udah, kalau gitu tidurlah! Daddy akan menemanimu disini. Daddy juga ingin tidur dengan David." Brian tersenyum.


Pria itu terus membelai kening David lembut, hingga bocah itu tertidur dengan begitu lelapnya. Brian yang takut keluarga Gracia khawatir, pria tersebut menghubungi Gracia walaupun nggak di angkat-angkat.


Akhirnya Brian mengirimi gadis itu chat agar dapat dibacanya. Setelah itu Brian tidur di sebelah David sambil memeluk tubuh mungilnya. Brian pun juga ikut terlelap.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sedangkan dalam mansion Garacia sudah heboh dengan hilangnya David. Mereka bingung mencari David ke seluruh mansion, Bocah kecil itu pergi tanpa pamit pada mommynya.


"David kau dimana Nak? Kau dimana?" teriak Gracia histeris.


Tring


"Jangan cari David! Dia aman bersamaku!" isi pesan Brian.


"Syukurlah," ucap Gracia lega.


"Makasih Mas!" balas Gracia.


"David sudah ketemu?" tanya Ashok pada putri kesayangannya itu.


"Sudah Dad, dia nginep di mansion mas Brian," ucap Gracia. Ashok hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Suasana di mansion itu sudah sepi, para tamu undangan pun sudah kembali ke mansion masing-masing.


"Apakah pilihanmu sudah menjadi keputusan yang terbaik?" tanya Ashok.


"Lihatlah putaramu! Kau belum menikah tetapi tanpa sadar kau sudah menyakitinya." Ashok menatap Gracia tajam.


"David lebih memilih tidur sama daddynya, dari pada kamu. Apakah kau tega melihatnya terluka?" tanya Ashok.


"David belum terbiasa Dad! Jika David sudah biasa, aku yakin dia pasti bisa menerima semuanya. Dia masih terlalu kecil untuk tahu tentang apa yang terjadi." Gracia menundukkan kepalanya.


"Ya sudah Dad, Gracia ke kamar dulu! Karena Gracia masih gerah dan ingin segera mandi." Gracia tersenyum.


"Ya sudah sana!" perintah Pradita. Wanita paruh baya itu sengaja mengusirnya karena takut Ashok menanyakan statusnya.


Gracia melangkah meninggalkan Pradita yang masih menatap punggung Gracia yang mengayunkan langkahnya menuju kamar wanita tersebut.


"Aku harap semoga kau memilih keputusan yang tepat Nak! Kau tidak mau menyakiti Dokter Anton, tapi kau lebih banyak menyakiti orang lain, termasuk putramu sendiri.


"Bukan hanya David, tapi kau juga menyakiti Brian, aku hanya ingin kau bahagia Nak, siapapun pilihanmu semoga dia yang terbaik," gumam Pradita.


Wanita paruh baya itu memikirkan masa depan anak dan cucunya. Karena yang ia lihat di depan matanya adalah kesedihan.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Jangan lupa jejaknya ya 😂


Jika ada Typo jangan sungkan untuk menegur Othor dengan bahasa halus, karena kalau pake cacian Othor suka baper 🙈


Thank you 😍