
Brian yang penasaran akhirnya memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya. Lalu melangkah mendekati Anton, David dan Gracia.
"David anaknya siapa?" ucap Brian. Pria itu melangkah mendekati mereka bertiga.
Gracia tersentak kaget mendengar suara bariton dari arah belakang, seketika Gracia menoleh dan betapa terkejutnya wanita itu melihat orang yang berjalan ke arahnya.
"Grac..., jawab dengan jujur! Siapa daddynya David?" Brian mengulangi pertanyaannya kembali sambil menatap Gracia tajam. Sedangkan Gracia bungkam ia tidak tau harus menjelaskan apa pada orang yang di anggap mantan suaminya itu.
Brian mendekati David. Lalu membelai pipi anak kecil itu. Ia duduk mensejajarkan tubuhnya dengan David.
"David sayang, kau main sama bibik dulu ya! Daddy pinjam mommy sebentar," ucap Brian lembut.
Deg.
Gracia terkejut mendengar ucapan Brian, wanita itu tercengang. Ia bingung dengan apa yang terjadi. Serentetan pertanyaan muncul dalam benaknya. Kenapa Brian bisa tahu nama putarnya? Kenapa mereka seperti saling mengenal dan Kenapa Brian menyebutkan dirinya sebagai daddynya David.
Gracia hanya menatap dua orang yang dicintainya itu, ia begitu Syok setelah mendengar panggilan David pada Brian.
"Baik Dad," ucap David.
"Terima kasih sayang!" ucap Brian. Pria itu berdiri dan membelai lembut rambut David. David tersenyum, lalu melangkah mendekati bik Sumi dan kembali bermain di mall itu.
Sedangkan Brian langsung berbalik dan menatap Gracia dan Anton yang masih berdiri di belakangnya.
Brian mendekati Gracia, lalu pria itu juga menatap Anton tajam. Sedangkan Anton tetap terlihat santai.
"Kau masih istriku! Jadi tidak mungkin kau memiliki anak dengan orang lain kecuali kau melakukannya tanpa ikatan pernikahan." Brian memegang pergelangan tangan Gracia.
"Aku mau bicara denganmu! Jadi jangan menolak kalau kau tidak mau dipermalukan di depan banyak orang, ini tempat umum, sebaiknya kita cari tempat yang aman saja!" ucap Brian yang masih memegang pergelangan tangan Gracia erat.
Brian menarik tangan Gracia. Namun, Anton juga menahan tangan yang satunya lagi. Lepaskan istriku! Aku cuma ingin bicara sebentar kau tidak berhak melarangnya." Brian menatap Anton tajam.
"Kita bicara nanti Dok, aku bicara sama Mas Brian sebentar!" ucap Gracia tersenyum lembut.
Anton melepaskan tangan Gracia perlahan. Ia bingung dengan apa yang terjadi. Bukankah Brian dan Gracia sudah bercerai. Namun, kenapa Brian masih menyebut Gracia sebagai istrinya.
Gracia pergi dengan Brian. Sedangkan Anton menatap kepergian keduanya dengan wajah sendu, sebenarnya ia tidak rela melihat Brian membawa orang yang dicintainya itu. Namun, dia tidak punya hak untuk melarangnya. Anton juga sadar bahwa mereka butuh bicara!
Bercerai atau tidak, tetapi ada David di antara mereka.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Setelah sampai di caffe dekat mall itu, Brian memesan ruangan VIP agar tidak ada orang yang dapat mendengar ucapan mereka.
Brian dan Gracia duduk bersebrangan, mereka saling tatap menyelami perasaan mereka masing-masing.
"Apa ada yang ingin kau jelaskan padaku?" tanya Brian datar.
"Maaf," ucap Gracia sendu.
"David memang anakmu Mas," ucap Gracia seiring dengan air mata yang lolos begitu saja tanpa bisa dibendungnya lagi.
Gracia sudah tidak bisa mengelak dari pertanyaan Brian lagi, karena percuma. Cepat ataupun lambat Brian pasti akan mengetahui semuanya. Brian juga berhak atas David karena Brian juga daddynya.
"Jadi waktu kau pergi dari mansion, kau sudah hamil?" tanya Brian.
Gracia menganggukkan kepala dengan wajah yang tertunduk ia tidak sanggup menatap wajah Brian. Meskipun kejadiannya sudah lama, tetapi Garacia tidak dapat melupakan luka yang di torehkan oleh Brian, walaupun tidak dapat di pungkiri bahwa ia masih mencintainya. Bahkan sangat, sangat mencintainya.
"Terus kenapa kau masih menjauh dariku jika kau mengandung anakku? Apakah kau sengaja ingin menjauhkanku dari darah dagingku sendiri sebagai balasan karena aku menyakitimu terlalu dalam?" tanya Brian.
"Aku cuma pasrah pada takdirku Mas, aku tersiksa hamil seorang diri tanpa pendamping, aku membutuhkanmu saat itu, tetapi apalah daya? Aku tidak bisa meraih cintamu hingga aku memutuskan untuk menjauh. Mungkin itu adalah kebaikan untuk kita semua." Gracia menangis terisak.
"Kebaikan? Kebaikan siapa? Kau membuatku menderita, kau membuatku dihantui perasaan bersalah dan kau membuatku terbelenggu dalam penyesalan. Apakah itu yang kau bilang kebaikan?" ucap Brian.
"Aku mencarimu kemana-mana. Namun, kau menghilang bagaikan ditelan bumi. Aku hidup serasa mati, aku mencarimu siang dan malam dengan harapan bisa menemuimu untuk menjelaskan semuanya."
"Aku merasa bersalah atas apa yang ku lakukan, dan aku selalu datang ke mansion orang tuamu hanya untuk mengharap kau kembali. Namun, bertahun-tahun kau tidak pernah menginjak mansion itu, hingga aku merasa putus asa," ucap Brian sendu.
"Aku mohon maafkan aku Grac..., maafkan aku!" ucap Brian memegang tangan Gracia.
"Kita masih sah suami istri aku belum menandatangani surat cerai itu. Jadi, aku mohon kembalilah padaku bersama David berikanlah kesempatan untukku," ucap Brian.
Gracia menangis sampai tubuhnya terguncang, setelah mendengar ucapan Brian. Entah ia harus senang atau sebaliknya? Jika Gracia mengikuti hatinya, maka saat itu pula ia kembali pada Brian. Namun, ia memikirkan perasaan Dokter Anton, ia tidak mau menyakitinya karena dialah yang selalu membantu Gracia selama berada di kota Z. Anton membantu Gracia dengan menitipkan wanita itu pada sepupunya di negara Z tersebut.
"Kemana Maudy? Bukankah kau sangat mencintainya?" tanya Gracia. Wanita itu menatap Brian dengan wajah sendunya.
"Aku sudah bilang padamu, bahwa kau hanya salah paham, tetapi kau tidak pernah mendengarkan penjelasanku." Brian menghapus air mata Gracia.
"Tapi kenapa malam itu Mas Brian tidak mendengarkan permintaanku? Hingga aku begitu terluka! Aku sangat terluka Mas, kau lebih memilih menemui Maudy dan membatalkan makan malam denganku, kau meninggalkanku demi dia." Teriak Gracia.
"Saat itu keadaan Maudy memprihatinkan Grac, dia sakit demamnya sangat tinggi, aku dihubungi karena dia terus mengigau namaku!" ucap Brian.
"Terus kenapa jika dia mengigau namamu? Jika dia sakit seharusnya yang dihubungi itu keluarganya, bukan kamu yang jelas-jelas sudah menjadi suami orang. Kau bukan dokter 'kan? Apa yang bisa kau lakukan padanya? Apa dengan kehadiranmu dia akan sembuh?" ucap Garacia.
......💋💋💋💋💋......
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 😍
Jangan lupa jejaknya Jangan lupa Goyangkan jari jempolnya sayang 🥰
Mungkin ada yang berkenan mampir sama karya Author yang membantuku selama ini🙈
Pastinya karyanya lebih keren.
Yang pertama Karya Author Riana Kristina
dia yang pertama mengajariku tentang dunia literasi tanpa dia, aku sendiri tidak mengenal siapapun 😢
Yang kedua Karya Othor Rita tatha
Dia yang selalu membuatku bikin Cover
ku panggil dia dengan sebutan Zaenab 🥰
Mungkin sebagian ada yang sudah mengenal karyanya karena dia Othor pemes😍
Yang ketiga Karya Othor Realrf, mungkin sebagian ada yang sudah baca karena punya dia selalu di pajang di beranda 🥰