Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Kau cukup cerdas


Mentari pagi se akan malu-malu menampakkan sinarnya, embun pun masih menetes di pucuk-pucuk dedaunan yang terlihat begitu segar. Dan suara kicauan burung mengalun merdu di telinga setiap insan yang mendengarnya, tak luput juga bunga-bunga pun harum merekah menghiasi indahnya pagi.


Gracia masih betah tidur meringkuk di kasur yang di bersihkan tadi malam. Karena kelelahan, Gracia bangun terlambat hingga Gracia terkejut karena ada seseorang yang menyiram dirinya dengan air satu ember.


Seketika saja Gracia bangun dan langsung terduduk. Lalu menatap terkejut pada orang yang menyiramnya tadi.


"Mas Brian," ucap Kia menganga karena terkejut.


"Ternyata kau begitu menikmati tidurmu, sampai kau lupa jika kau sudah bersuami dan kau juga lupa untuk menyiapkan sarapan untukku. Memangnya Ryan tidak bilang, apa saja tugasmu di mansion ini?" ucap Brian dengan dingin.


"Maafkan aku Mas, aku kemarin membersihkan kamar ini hingga larut. Aku tidak akan mengulang kesalahan ini lagi." Gracia tersenyum lalu mengambil handuk untuk membersihkan diri.


Brian keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang begitu frustasi setelah melihat senyuman Gracia.


"Terbuat dari apa sih hati gadis itu, bisa-bisanya dia tersenyum padahal aku sudah menyiramnya tadi," gumam Brian kesel, sambil berjalan menuju kamarnya.


Brian tadi habis olahraga pagi. Namun, tanpa sengaja ia melihat pintu kamar Gracia yang masih tertutup rapat. Brian mencoba membuka pintu kamar tersebut, tetapi masih terkunci, lalu Brian memanggil pembantunya untuk membawa kunci cadangan kamar itu.


Bik Yeti pembantu Brian membawa kunci cadangan tersebut dan memberikannya pada Brian. Lalu Brian menyuruh bik Yeti untuk mengambil air satu ember, bik Yeti menuruti perintah Brian tanpa tau apa yang akan di lakukan Brian dengan air satu ember tersebut. Lalu bik Yeti meletakkan ember tersebut didekat Brian, setelah itu bik Yeti pergi atas perintah Brian.


......❤❤❤❤❤......


Gracia melangkah keluar kamar seusai mandi untuk mempersiapkan kebutuhan Brian. Gracia yang tidak tau letak posisi kamar Brian, ia memanggil kepala pelayan mansion tersebut.


"Pak, boleh saya minta anterin ke kamar suami saya?" ucap Gracia.


Pak Andra hanya mengangguk karena takut Brian akan murka jika tau kalau pak Andra sudah lancang mengantar Gracia ke kamar yang tidak diperbolehkan siapapun untuk memasukinya.


Gracia memang mengenal salah satu pelayan mansion tersebut, karena sebelum ia menikah dengan Brian, ia sering diajak makan malam bersama oleh kedua orang tuanya bersama keluarga Brian di mansion itu.


Semua pelayan pun mengenal Gracia. Karena Aaron memang selalu memperkenalkan Gracia sebagai calon menantunya kepada semua orang termasuk semua pelayan di mansion tersebut.


"Ikut aku keruang kerjaku sekarang!" ucap Brian lalu melangkah mendahului Gracia.


Gracia melangkah mengikuti Brian di belakangnya, lalu duduk di sebrang kursi Brian setelah Brian mempersilahkan Gracia duduk.


"Aku akan buatkan kopi dulu untukmu." Gracia hendak berdiri. Namun, suara Brian menghentikannya.


"Kau tidak usah mencari perhatianku. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu." Brian tersenyum sinis.


"Okay, baiklah! Sekarang katakan saja, apa yang membuatmu mengajakku untuk mengikuti mu ke ruangan ini?" ucap Gracia dengan wajah datar.


"Ternyata kau cukup cerdas. Kau bisa menebak ku, kalau aku memang ingin membicarakan sesuatu denganmu." Brian menyunggingkan sudut bibirnya.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Thank you Reader sayang...


jika tidak mau komen,


klik like lah untuk menyemangatiku.


agar Othor tau kalau kalian baru saja lewat. 😎


Kalau kalian mau meninggalkan komen untuk Othor


Uduh... Othor serasa terbang ke udara😂