Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Berubah Dingin S2


Setelah ketakutannya menghilang, Dinda tersenyum sendiri mengingat tubuh Anton yang baru saja dilihatnya, ia melamun di depan kamar mandi itu.


"Tubuh Mas Anton ternyata bagus juga, tapi anunya membuatku geli meskipun sudah menghasilkan ini!" Mulutnya melekung membentuk senyuman, ia mengelus perutnya yang masih rata.


"Ah... pikiranku ini!" ucap Dinda setelah tersadar dari lamunannya. Wanita itu beranjak dari tempat tersebut.


Anton sebenarnya terkejut dengan kehadiran Dinda. Namun, ia bersikap datar hingga Dinda tidak dapat menebak wajah datarnya.


"Dasar barbar!" ujar Anton. Pria itu menyelesaikan ritual mandinya, lalu melangkah keluar kamar mandi.


Anton mengernyitkan dahi saat ia tidak melihat Dinda di kamar itu, ia melangkah memasuki ruang ganti dengan wajah bingungnya.


Sesampainya di ruangan itu, Anton melihat baju tidur yang sudah tertata rapi. Mulut pria itu terangkat membentuk senyuman, ia tahu bahwa Dinda lah yang menyiapkan semuanya, karena di apartemen itu, ia hanya tinggal berdua dengan Dinda karena pembantu di apartemen tersebut tidak pernah menginap.


"Ternyata kau bisa menjadi istri yang baik," gumam Anton. Pria itu mengambil baju tidur yang sudah di siapkan Dinda, lalu memakainya. Sedangkan Dinda memanaskan masakannya kembali.


Dinda sedang fokus pada masakannya hingga ia tidak menyadari bahwa Anton sudah duduk di meja makan sambil menatap dirinya intens.


Dinda yang tidak menyadari kedatangan suaminya, ia terus melangkah lalu meletakkan masakannya di meja makan tanpa menegur Anton.


Dinda melangkahkan kakinya kembali. Namun, ia berhenti saat menyadari bahwa ada seseorang yang sedang duduk di kursi meja makan itu dan sedang fokus menatapnya.


Dinda melebarkan mulutnya karena terkejut. Ia masih tidak menyadari bahwa yang sedang duduk dan menatapnya adalah suaminya.


"Tadi siapa ya? Mas Anton 'kan tadi ada di kamar mandi, tidak mungkin dia datang untuk menghampiriku kesini." Dinda mengerutkan dahinya sejenak, hanya sekedar berpikir.


"Apa mungkin di rumah ini memang ada hantunya?" gumam Dinda. Seketika buku kuduk wanita merinding membayangkan sesuatu yang tidak ingin ia lihat. Anton diam saja membiarkan Istrinya berpikiran bahwa dirinya adalah hantu.


Dinda berjalan mundur untuk memastikan, apakah yang ada di kursi itu beneran suaminya atau bukan. Ia menghentikan langkahnya setelah sampai di depan pria itu.


Sesampainya di depan Anton, ia mencubit pipi suaminya untuk membuktikan bahwa yang ada di hadapannya adalah Anton bukan Hantu. Namun, Anton diam saja. Ia hanya menatap Dinda intens, jantungnya pun berdegup kencang tidak seperti biasanya ketika wajah mereka begitu dekat.


"Ini beneran Mas Anton 'kan?" tanya Dinda seraya mendekatkan wajahnya pada wajah pria itu. Anton yang melihat wajah Dinda yang sangat dekat tiba-tiba menjadi grogi dan memilih menyentil kening istrinya itu.


"Cepet ambil makanannya! Jangan kebanyakan Drama! Atau kau memang ingin aku kehilangan selera makan?" ucap Anton datar.


"Auwh... Dinda memegang keningnya, ia menjauhkan wajahnya dari pria itu. Lalu melanjutkan kegiatannya kembali.


Wajah wanita itupun cemberut karena kebodohannya membuat ia malu di depan suaminya.


Setelah makanannya siap, Dinda mengambilkan makanan untuk Anton dan mereka berdua pun makan dalam keheningan.


"Aku akan menunggumu di kamar, aku akan menjelaskan semuanya padamu seperti janjiku tadi pagi sebelum berangkat kerja," ucap Anton.


Dinda hanya mengangguk, ia bingung harus menjawab apa karena merasa malu dengan tingkahnya yang konyol.


Anton beranjak meninggalkan Dinda yang masih membereskan meja makan itu. Sedangkan Anton menarik sudut bibirnya mengingat tingkah konyol istrinya.


Anton duduk di sofa kamarnya, ia tidak hentinya mengembangkan senyum saat Dinda tak melihatnya. Hidupnya seakan berwarna sejak kehadiran wanita itu.


Meskipun ia mencintai Gracia. Namun, ia tidak pernah merasakan kebahagiaan sama seperti saat bersama Dinda.


"Seandainya kau adalah orang yang kucintai Din, mungkin saat ini aku menjadi orang yang paling bahagia di dunia," gumam Anton.


Deg


Tanpa Anton sadari Dinda mendengar gumaman pria itu dan membuatnya patah hati. Seketika air matanya lolos. Namun, Dinda langsung menghapusnya kembali dan memaksakan senyumnya agar Anton tidak curiga bahwa dirinya mendengar apa yang pria itu ucapkan.


Dinda duduk di sebelah Anton tanpa mengucapkan sepatah katapun, sedangkan Anton merasa heran karena sikap Dinda yang tiba-tiba berubah dingin. Tetapi Anton yang tidak peka berpikiran positif bahwa Dinda bersikap seperti itu karena bawaan bayi.


Anton menepati janjinya, ia menjelaskan bagaimana bisa orang George dan Lestari bisa berada di KUA.


flashback on.


Anton menyerahkan bukti-bukti lewat email pada George yang menunjukkan bahwa Lestari tidak bersalah dalam kasus kematian mommynya. Ia hanyalah korban dibalik kejadian itu.


Setelah itu, ia meminta pada daddynya untuk minta maaf pada Lestari dan membawa wanita paruh baya itu ke KUA.


Lestari terkejut dengan kedatangan George, ia merasa takut bahwa pria itu masih dendam padanya karena kematian istrinya.


Namun, Lestari berusaha bersikap biasa saja tanpa menunjukkan wajah keterkejutannya. Wanita itu membuatkan minuman untuk George lalu duduk bersebrangan di sofa ruang tamu tersebut.


George menjelaskan semuanya, lalu meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi. Lestari yang memiliki hati yang sangat lembut memaafkan George tanpa Syarat.


George merasa lega karena orang yang banyak disakiti olehnya kini memaafkannya, setelah mendapatkan maaf kini George meneruskan niatnya untuk melamar Dinda dan langsung mengajak wanita itu pergi ke KUA karena Anton yang menyuruhnya pergi ke tempat tersebut untuk menikahi wanita itu.


Lestari terkejut mendengar ucapan George, ia tidak menyangka bahwa orang yang membuat anaknya patah hati dan hamil di luar nikah adalah putra dari pria di hadapannya itu.


Awalnya Lestari sangat marah. Namun, setelah mendengar penjelasan George baik-baik, ia berusaha berdamai dengan takdir.


Lestari berpikir bahwa percuma ia marah karena tidak akan mengembalikan segalanya, yang ia dapatkan hanya kehancuran putrinya jika ia tidak merestui hubungan Anton juga Dinda.


Akhirnya Lestari pasrah dan langsung menghubungi saudaranya untuk menjadi wali nikah Dinda.


Setelah kedatangan saudaranya, Lestari langsung berangkat ke KUA, sedangkan George sudah berangkat terlebih dahulu sebelum saudara Lestari sampai di mansion itu.


flashback off.


Dinda yang mendengar cerita Anton, Dinda langsung beranjak tanpa mengucapkan apapun, ia langsung tidur dan memejamkan matanya.


Anton melihat Dinda aneh karena tidak biasanya wanita itu bungkam kecuali sedang marah, akhirnya Anton mengalah dan mengikuti Wanita itu tidur.


Dinda tidur membelakangi Anton. Namun, Anton hanya tersenyum lalu merapatkan badannya pada tubuh Dinda, dan saat itu juga air mata Dinda menetes tanpa suara.


Anton mengusap perut Dinda perlahan membuat Wanita itu berdesir karena sentuhan suaminya.


"Sayang, bagaimana keadaan anak daddy sekarang? Anak daddy kangen nggak sama daddy? Baik-baik di sini sayang! Daddy menunggu kelahiranmu!" ucap Anton tersenyum.


Setelah itu Anton memilih memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Dinda, sampai akhirnya ia terlelap tanpa tahu bahwa Dinda meneteskan air mata di setiap kata demi kata yang ia ucapkan.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Hola... Maaf kemaren Othor agak sibuk di dunia nyata, jadi nggak sempat update ❤️


Jangan lupa jejaknya


like, komen and Vote jika ada yang berkenan 🙈