Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Aku bodoh S2


Anton mendekati Dinda, lalu pria itu memeluk tubuh kurus tersebut sambil mengelus perut Dinda yang masih rata.


"Apakah ini anakku?" tanya Anton sambil meletakkan dagunya pada bahu Dinda.


Deg.


Dinda terkejut, ia tidak tahu harus menjawab apa pada pria itu, hingga ia memilih diam tanpa bersuara.


"Kenapa kau masih diam? Apakah ini anakku?" tanya Anton lagi.


Entah karena apa? Anton sangat nyaman dengan posisi seperti itu, Anton seakan merasakan kehangatan dalam dirinya saat mengelus perut rata Dinda.


Air mata Dinda pun menetes tanpa bisa dibendungnya lagi, ia bahagia. Namun, pemikirannya yang berpikir bahwa Anton sudah menikah dengan Gracia, membuat wanita itu terdiam. Ia ingin memeluk tubuh itu, tubuh pria yang sangat ia rindukan. Tetapi, hati dan logikanya tidak sejalan hingga ia terdiam tanpa menjawab pertanyaan Anton.


"Maafkan aku! Aku tidak berniat membuatmu terluka. Tetapi seandainya kau tidak ceroboh dan mendatangi apartemenku pada malam itu, mungkin keadaannya tidak akan seperti ini," ucap Anton.


"Jadi, kau me nyalahkanku?" tanya Dinda dengan air mata yang terus berderai.


"Bukan seperti itu! Tetapi, seandainya kau tidak bodoh dengan mendatangi apartemenku pada malam itu, kau tidak akan kehilangan ke sucianmu dan hamil di luar nikah seperti ini," ucap Anton datar sambil terus mengelus perut Dinda yang rata.


"Lepaskan!" Dinda menghempaskan tangan Anton, lalu berbalik menatap pria itu, ia sangat marah mendengar Anton mengucapkan kata 'bodoh' pada dirinya.


"Kau bilang apa? 'Aku bodoh'? Iya memang aku bodoh. Aku bodoh karena telah mencintai orang yang tidak pernah melihat kehadiranku. Aku bodoh karena masih terus berjuang untuk mendapatkan cintamu meskipun ditolak ribuan kali. Aku bodoh karena masih bisa mempertahankan janin ini meskipun aku tahu kau tidak akan pernah memberinya status untuk benih yang kau tanamkan. Aku bodoh..."


"Cukup...!" Anton memotong ucapan Dinda dan membekap mulut wanita itu dengan tangannya. Pria itu sudah tidak tahan mendengarkan ucapan Dinda yang sangat menusuk hatinya. Ia tidak pernah tahu dengan apa yang Dinda rasakan hingga ia merasa bersalah karena telah terlalu dalam menyakiti wanita itu.


"Aku akan menikahimu sekarang juga!" Anton menarik tangan Dinda untuk membawa gadis itu ke penghulu.


"Lepas!" teriak Dinda.


"Kau pikir dengan menikahiku semua akan terselesaikan?" tanya Dinda.


"Tidak! Pernikahan itu bukan sebuah permainan yang bisa kau tinggalkan saat kau bosan," ucap Dinda.


"Terus, maumu apa?" tanya Anton.


"Aku tidak mau apapun, dan karena itu, aku memilih menjauh darimu karena takut dipersalahkan karena kebodohanku, ternyata ucapanku benar 'kan?"


"Lebih baik kau pergi dari kehidupanku! Jangan pernah menampakkan wajahmu lagi!" teriak Dinda. sedangkan Anton hanya mendengarkan Dinda, ia membiarkan gadis itu mengeluarkan uneg-unegnya pada pria tersebut.


"Jika kau memang takut, aku minta pertanggung jawabanmu, kau tidak perlu khawatir, karena aku akan menggugurkan janin ini, agar tidak ada hubungan apapun lagi di antara kita." Dinda menatap Anton dengan penuh kemarahan.


Wanita itu sengaja bilang ingin menggugurkan kandungannya supaya Anton pergi. Ia berpikir akan dijadikan istri kedua hingga ia tidak mau menikah dengan pria itu.


"Cukup! Kau tidak berhak membunuhnya, apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan hah! Kau sudah melakukan kesalahan, dan sekarang kau malah ingin mengorbankan dia karena ke egoisanmu!"


"Aku sudah bilang padamu bahwa aku akan bertanggung jawab, dan aku akan menikahimu sekarang juga, tapi kau masih saja membantahku, kau masih kurang apa lagi hah!" Anton membentak Dinda karena wanita itu tidak mau mendengarkannya, wanita itu seakan tuli dengan penjelasan Anton.


"Tapi aku tidak mau jadi istri ke dua, lebih baik aku mati dari pada menjadi istri keduamu!" teriak Dinda.


"Arggghhhh...."


Anton berteriak. Pria itu hendak melayang 'kan tamparannya. Namun, ia ingat bahwa wanita itu sedang mengandung, hingga Anton hanya mengepalkan tangannya dan menghempaskan ke udara.


"Kenapa? Kenapa nggak jadi? Tampar aku, tampar!" teriak Dinda.


"Kamu kenapa sih? Siapa yang bilang ingin menjadikanmu istri kedua? Aku memang ingin menikahimu secara tersembunyi karena aku tidak ingin membahayakanmu dengan calon anak kita. Tenangkan pikiranmu dulu! Aku sudah pusing bicara denganmu!"


Anton pergi meninggalkan ruang rawat Dinda. Pria itu frustasi menghadapi Dinda yang keras kepala. Sedangkan Dinda menatap kepergian Anton seiring air matanya yang terus mengalir.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Bel berbunyi, anak-anak pun satu persatu Keluar dari lingkungan sekolah. Di TK tempat David menimba ilmu itu, sudah banyak para orang tua yang menjemput anaknya.


David menatap satu persatu orang-orang yang menjemput. Namun, ia tak kunjung melihat orang tuanya, dan setelah beberapa saat menunggu, ia dapat melihat mommynya datang, lalu turun dari mobil itu sambil merentangkan kedua tangannya.


"Mommy..." teriak David saat Gracia menjemputnya.


"Daddy mana Mom?" tanya David. Bocah itu celingak-celinguk mencari daddynya karena ia sudah terbiasa dijemput oleh ke dua orang tuanya.


"Daddy masih ada meeting sayang," ucap Gracia tersenyum. Wanita itu membelai kepala putranya.


"Maaf sayang, jalanan macet," ucap Gracia memanyunkan bibirnya. "Ya udah, kita pulang yuk!" ajak Gracia.


"Nggak ke kantor daddy Mom?" tanya David.


"Mommy habis dari sana sayang, masak mommy balik lagi?" Gracia menatap putranya dengan dahi mengerut.


"Tapi aku merindukan daddy Mom, akhir-akhir ini David jarang makan sama daddy karena kesibukan daddy di kantor!" ucap David.


"Ya sudah! Kita ke kantor daddy Sekarang! Mungkin daddymu juga sudah selesai meeting." Gracia pasrah karena tidak tega melihat putranya yang merengek.


Gracia dan David memasuki mobil, lalu supir tersebut melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah memastikan Gracia dan David masuk ke dalam mobil tersebut.


Gracia melamun sambil menatap jalanan, entah apa yang ada dalam pikirannya, ia selalu takut di tinggalkan oleh Brian, hingga ia berpikir bahwa Brian tidak akan mencintainya lagi jika perutnya sudah membuncit.


Sejak hamil Garacia memang selalu berpikiran negatif pada suaminya itu. Namun, Brian yang mengerti dengan keadaan Gracia, ia lebih memilih mengalah dari pada berdebat dengan istrinya tersebut.


"David...!" panggil Gracia lembut.


"Seandainya David punya mommy baru, apakah David akan melupakan mommy?" tanya Gracia menatap putranya itu.


"Memangnya daddy maunikah lagi Mom?" tanya Bocah itu.


"Tidak! Mommy kan cuma nanya," ucap Gracia tersenyum.


"Lagian, pertanyaan mommy itu ada-ada saja!" ucap David.


"Sudah lupakan pertanyaan Mommy!" ucap Gracia.


"Mommy aneh," ucap David.


Gracia mengalihkan tatapannya dari David dan terus menatap jalanan dari jendela mobilnya. ia juga menatap pepohonan yang berlalu lalang.


"Huhhh..." Gracia menghela nafasnya, lalu menyandarkan kepalanya pada kursi mobil.


"Mommy kenapa sih?" tanya David. Bocah itu merasa aneh dengan sikap mommynya.


"Enggak apa-apa kok, mommy cuma sedikit kelelahan, nanti mommy istirahat di ruangan daddy setelah sampai di sana," ucap Gracia.


"Maafin David ya Mom, karena David mommy jadi susah.


"Enggak sayang, bukan David yang membuat mommy susah. Mommy gampang lelah karena dalam perut mommy ada adeknya David." Gracia mengambil tangan David lalu meletakkan tangan mungil itu pada perut ratanya.


"Owh... begitu ya Mom?" tanya David polos.


"Iya," ucap Gracia tersenyum.


Wanita itu menatap jalanan kembali saat David mulai terbang ke alam mimpinya. ia menatap ke arah depan. Namun, saat di pertengahan jalan, tiba-tiba ada sebuah truk yang menyalip mobil yang dikendarai Gracia hingga membuat mobil itu oleng.


"Bruk..."


Mobil tersebut menabrak pembatas jalan, dan seketika membuat orang yang ada dalam mobil tersebut tidak sadarkan diri. Baik Gracia maupun David mandi darah dan di penuhi dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.


......🌾🌾🌾🌾🌾......


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Jangan timpuk Othor karena menambah masalah untuk keluarga Brici 🙈


Othor minta dukungannya ya?


Cukup klik Like untuk Othor


Othor dah Seneng banget


Apalagi sampe komen 🥰😍🤭🙈