Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 12


Rafael dan Alisha telah sampai di rumah mereka. Kini, dua orang yang akan menjadi orang tua itu sudah kembali ke rumah mewah milik Rafael.


Bu Linda, sang Kepala Pelayan menyambut kedatangan mereka diikuti oleh beberapa pelayan juga di belakangnya. Hal itu membuat Alisha teringat saat pertama kali datang ke rumah ini ketika dia baru pulang dari rumah sakit pula.


Tentu saja, sekarang keadaannya sudah berbeda. Alisha kini datang ke rumah ini dengan cinta tulus dan juga calon keturunan Rafael yang bersemayam di rahimnya.


“Awas hati-hati.” Rafael sedang membantu Alisha turun dari mobil.


“Semuanya. Karena Nyonya dan Tuan sudah kembali, kalian harus bekerja seperti biasanya dan sekarang Nyonya sedang hamil, jadi tugas kalian juga bertambah!” jelas Felix yang sekaligus memberi pengumuman mengenai kehamilan Alisha.


“Selamat datang, dan selamat berbahagia Tuan dan Nyonya. Kami akan menjaga Nyonya dengan lebih baik lagi,” ucap Bu Linda sambil membungkukkan badan.


Peristiwa kehilangan yang sempat Alisha alami membuat Bu Linda merasa bersalah karena gagal menjaga Alisha dengan baik. Bahkan, tidak ada pelayan yang tahu saat Alisha kesakitan hingga pingsan.


“Makasih Bu Linda,” balas Alisha dengan raut bahagia yang tidak lepas dari wajahnya.


Rafael hanya mengangguk sekilas, lalu mengajak Alisha untuk segera masuk. Laki-laki dengan rahang tegas itu mengajak Alisha untuk tinggal di kamar bawah karena tidak ingin Alisha terlalu capek sampai nantinya berpengaruh dengan kehamilannya.


“Aku kayak kembali ke masa awal masuk rumah ini deh, Mas,” kata Alisha saat memasuki kamar lamanya.


Rafael memeluk istrinya dari belakang dan menyandarkan dagu di pundak Alisha. “Kalau sekarang, kamu sudah jadi orang paling spesial, Sayang. Apalagi, ada calon anak kita di sini.” Rafael mengusap perut Alisha dan memeluknya dengan sayang.


“Apa Anna juga sudah hamil ya, Mas?” tanya Alisha penasaran.


Rafael mengajak Alisha untuk duduk di tepi ranjang dan berbincang santai. “Papanya Anna selingkuh, Al. Jadi, Kak Al sama Anna lagi pisah sementara,” jelas Rafael.


“Iya, selingkuh sama temannya Anna sendiri. Kasihan sih, tapi ya itu sudah takdir yang mereka pilih,” jawab Rafael.


“Beberapa waktu lalu, Anna yang mau merebut kamu dariku ya, Mas. Sekarang malah ayahnya yang digoda sama temannya sendiri. Apa ini yang disebut karma, Mas?”


“Ya, bisa jadi sih Al.”


“Tapi, sebenarnya dia enggak merebut kamu sih ya, Mas. Dia ‘kan sudah sama kamu lebih dulu, tiba-tiba kamu menikah sama aku. Berarti aku perebut laki orang dong, Mas?”


Rafael tertawa karena pemikiran lucu istrinya itu. Kenapa dia malah meributkan siapa yang merebut siapa?


“Kok Mas Rafa ketawa sih?” tanya Alisha dengan kesal.


“Maaf-maaf. Ya, habisnya kamu lucu, Sayang. Kenapa kayak begitu saja diributkan? Mending istirahat deh, biar babynya ikut istirahat.” Rafael memeluk Alisha yang akhirnya merebahkan tubuhnya di kasur.


“Mas, bagaimana kalau anak kita kembar?” tanya Alisha yang tiba-tiba terpikirkan anak kembar.


“Memang kamu ada keturunan kembar? Keluarga aku enggak ada yang kembar, Al.”


“Nenek aku kembar, Mas. Bisa saja, ‘kan?”


“Enggak, enggak. Anak pertama satu saja, mau cewek atau cowok bebas. Nanti kalau anak kedua boleh deh kembar, Al.”