Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 102


Rafael dan Alisha telah sama-sama terbebas dari penghalang yang menutupi kulit mereka. Rafael masih asik memainkan buah pir yang cukup besar itu dengan lidah dan tangannya. Sedangkan Alisha, dia memainkan naga sakti yang sudah cukup lama tidak memasukinya.


Tangan Rafael yang tidak bekerja mulai bergerak turun mencari irisan kiwi yang sudah sangat dirindukannya. Saat yakin sudah mulai basah, dia langsung turun untuk mengeceknya secara langsung dan merasakan rasa dan aroma yang begitu memabukkannya.


Alisha merasakan geli luar biasa, tapi Rafael menahannya agar tidak banyak bergerak. Lalu, Alisha mulai meracau dan memohon agar Rafael menyudahi itu.


Rafael tersesnyum penuh kemenangan. Ini adalah saatnya Naga Sakti untuk bekerja setelah sekian lama dipaksa menganggur.


Sang Naga mulai bertemu irisan kiwinya, sedikit gesekan membuat sang pemilik kiwi tidak tahan lagi. Wanita itu menarik paksa tubuh suaminya dan mencium bibir laki-laki itu sedangkan tangannya menuntun sang naga untuk memasuki tubuhnya.


Rasa nikmat mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Ini gila, baru kepalanya saja tapi irisan kiwinya sudah berdenyut tidak karuan. Alisha sangat menikmati proses masuknya sang naga.


Rafael pun merasakan hal yang sama. Dia bisa merasakan naga saktinya dipijat nikmat yang membuat kepalanya ingin meledak karena kenimatan.


Dengan hati-hati, dia mendorong naga saktinya untuk masuk lebih dalam. semakin dia bergerak maju, semakin kuat cengkeraman kiwi itu yang menjepit naganya dengan kuat.


Suara deesahan mulai terdengar. Rintihan kenikmatan yang keluar dari bibir Alisha membuatnya Rafael kian bersemangat. Dia mendorong lebih kuat dan berhasil mencapai bagian terdalam.


Rafael mendiamkan naganya di dalam tubuh Alisha. Dia lalu menciumi leher istrinya itu dan membiarkan Alisha untuk rileks. Hasilnya, Alisha semakin merapatkan kaki yang membuat naganya terjepit nikmat.


Setelah puas bermain, laki-laki itu mulai bergerak. Awalnya sangat pelan dan hati-hati, tapi lama-lama dia bergerak sangat cepat.


Mereka berpacu dalam kenikmatan yang tiada tara. Hingga akhirnya, Naga Sakti menyemburkan lahar panas ke dalam tubuh Alisha dan berharap bibit-bibit unggul itu bisa mencapai sel telur milik istrinya.


"Udah puas 'kan si Naga?" tanya Alisha sambil menahan gerakan tubuhnya agar semakin banyak cairan naga sakti yang mencapai tubuhnya.


"Ya belum dong. Kita istirahat sebentar, setelah itu kita lanjut lagi," jawab Rafael. Dia mengusap kepala Alisha dan menciumnya penuh perasaan.


"Udah malam, Mas. Aku ngantuk," protes Alisha yang sudah sangat lelah.


Rafael memang sangat bertenaga dan melakukan berbagai gaya saking rindunya dengan irisan kiwi. Karena itulah, wajar saja jika Alisha sampai kelelahan mengimbangi suaminya.


"Ya udah kamu tidur dulu aja, nanti aku bangunin," kata Rafael. Dia merapatkan tubuhnya dan memeluk tubuh Alisha.


"Aku mau bersih-bersih dulu, Mas. Lengket tau nggak." Alisha mendorong tubuh suaminya yang menempel pada tubuhnya.


"Ya udah aku gendong ya, katanya capek."


Rafael masih memiliki banyak tenaga, dia sebenarnya ingin mencoba sensasi main di kamar mandi, tapi takut Alisha menolak.


"Ya udah terserah. Aku bersihin ini dulu." Alisha mengambil tisu agar lelehan lahar yang mulai dingin itu tidak meluber kemana-mana.


Setelah selesai, Rafael menggendong tubuh Alisha dan membawanya ke kamar mandi. Alisha pikir ini akan segera berakhir dan dia bisa tidur nyenyak, tapi ternyata dia salah. Tangan Rafael kembali menggoda area seensitifnya dan berhasil membuat Alisha pasrah tidak berdaya.


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋