Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 110


Dengan bukti potret wanita cantik dengan beberapa pose yang sedang bermanja bersama ayah Anna, Alfaro sangat yakin akan mendapat restu dari pria paruh baya itu.


Benar saja, ayah dari wanita yang dicintai Alfaro itu akhirnya bertanya apa permintaan Alfaro.


“Simpel saja kok, Om. Izinkan saya dan Anna menikah. Batalkan rencana perjodohan Anna,” kata Alfaro lalu mengambil kembali ponselnya. “Kalau Anna sampai tahu, dia pasti akan sangat kecewa. Bukankah wanita ini adalah sahabat Anna sendiri?”


Laki-laki itu tidak bisa berkata-kata lagi. Dia memang sudah melakukan perselingkuhan dengan teman Anna di waktu kuliah. Bahkan, sampai saat ini, mereka masih menjalin hubungan gelap itu.


“Oke, tapi kamu harus pastikan Anna dan ibunya tidak akan tahu masalah ini,” putus ayah Anna yang tidak bisa melawan.


Bukti yang Alfaro bawa tidak hanya berupa gambar, tapi juga pesan mesra dan juga bukti transfer.


“Kamu tahu ini dari mana sih?”


“Itu tidak penting, Om. Jadi, kapan saya bisa melamar Anna.”


***


***


Alfaro dan Anna sedang makan siang di restoran setelah mendapat restu dari ayah Anna. Tanpa Anna tahu, Alfaro telah membuat kesepakatan dengan ayah wanita itu agar bisa menikah dengannya.


“El akan mengadakan resepsi bulan depan, apa kamu mau menikah setelah El atau sebelumnya?” tanya Alfaro.


Anna sampai tersedak minuman saat mendengar pertanyaan Alfaro itu. Dia bahkan belum tahu alasan ayahnya dengan mudah memberi restu, tapi Alfaro sudah menanyakan soal pernikahan.


Alfaro membantu mengusap mulut Anna dengan tisu. “Kamu baik-baik saja?”


Anna mengangguk cepat. “Apa ini tidak terlalu buru-buru, Kak?”


Perasaan Anna pada Alfaro memang belum terasa, tapi daripada hidup bersama pria asing yang belum tentu mencintanya, Anna lebih memilih Alfaro sebagai suaminya.


Anna tertawa pelan mendengar candaan Alfaro itu. Anna semakin yakin, hidup bersama Alfaro adalah pilihan terbaik.


“Ya sudah, sebelum pernikahan Rafael saja kita menikah. Kamu adalah kakaknya, jadi kamu yang lebih dulu menikah,” jawab Anna pada akhirnya.


Wanita cantik yang pernah menjadi tunangan Rafael itu tersenyum lebar. Dia memilih hidup bersama pria yang mencintainya karena dengan begitu, hidupnya pasti akan lebih bahagia.


“Oke, tiga minggu lagi kita menikah. Aku akan menghubungi orang tuaku untuk menyusul ke sini dan melamarmu secara resmi.”


Anna mengangguk yakin.


Sungguh kebahagiaan ini rasanya seperti mimpi yang sangat sulit dipercaya. Sama halnya dengan apa yang Alfaro rasakan. Laki-laki itu juga sulit percaya bahwa dia akan segera menikahi wanita pujaannya.


***


***


Rafael ikut bahagia mendengar kabar dari Alfaro bahwa orang tua Anna sudah menyetujui hubungan kakaknya itu dengan Anna. Dia juga tidak menyangka bahwa pernikahan Alfaro akan diadakan satu minggu lebih cepat.


“Jadi, Kak Al dan Anna jadi menikah, Mas?” tanya Alisha setelah Rafael mengakhiri panggilannya dengan Alfaro.


Rafael memeluk dan mencium bibir Alisha sekilas, lalu menjawab, “Iya Sayang. Satu minggu sebelum resepsi kita, mereka akan menikah.”


Alisha turut bahagia mendengarnya. Namun, Rafael malah memikirkan hal lain. “Bagaimana kalau kita curi start. Siapa tahu, kamu hamil lebih dulu Anna.”


Rafael menggendong Alisha dan membawanya menuju ke kamar.


“Mas, itu bukan curi start, tapi alasan kamu aja, Mas.”


Kembang kopinya janga lupa gaes 🥰🥰 aku up 6bab terus sehari dari kemarin kayak mau gumoh, wkkk