Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 5


Mommy Anna sangat terkejut saat mengetahui bahwa Alfaro memiliki bukti perselingkuhan suaminya dengan teman Anna. Semua bukti itu sangat kuat dan lengkap, sehingga daddy Anna tidak mungkin bisa mengelak lagi.


“Sebenarnya, Rafael sudah memberitahu masalah ini, tapi dia tidak mau memberi bukti dan meminta mommy untuk mencari tahu sendiri, nyatanya mommy tidak bisa mendapat bukti kuat. Tapi, sekarang Alfaro kasih banyak bukti ini,” kata mommy Anna yang tidak bisa lagi menahan air matanya.


Istri mana yang tidak sedih dan kecewa saat melihat bukti perselingkuhan suaminya. Pernikahan yang berjalan hampir tiga puluh tahun itu harus ternodai dengan adanya perselingkuhan yang dilakukan daddy Anna dengan perempuan yang bahkan lebih pantas dianggap anak.


“Mommy, apa yang akan kita lakukan dengan bukti-bukti ini?” tanya Anna yang sebenarnya masih tidak menyangka bahwa ayahnya tega berbuat senekat itu.


“Anna, kita harus jadi orang yang pintar saat menghadapi ulat bulu seperti temanmu itu. Dia yang sudah kamu tolong tapi dengan tega membalasmu dengan ini. Kita harus bermain cantik, Anna.”


Mommy Anna bukan orang bodoh, dia orang yang sangat berpendidikan dan selalu menggunakan akal sehatnya lebih dulu sebelum menggunakan emosi dan perasaan. Sebagai wanita yang telah menemani daddy Anna sedari nol, mommy Anna sangat tahu seluruh kekayaan dan aset berharga milik mereka, karena itulah dia mungkin kehilangan semuanya jika bertindak buru-buru.


“Caranya, Mom?” tanya Anna.


“Buat daddy kamu kehilangan semua harta kita. Kamu harus ambil alih perusahaan karena kamu sudah menikah, kamu berhak melakukannya Anna,” jawab mommy Anna.


“Me-mengambil alih perusahaan? Tapi, Mom. Setelah ini aku bahkan akan ke Singapura. Bagaimana bisa aku mengambil alih perusahaan?” tanya Anna bingung.


Mommy Anna kini menatap Alfaro. Dia percaya menantunya itu bisa melakukan yang terbaik. “Kalian bisa bantu, ‘kan? Mommy enggak rela kalau wanita itu menikmati semua kemewahan. Kalau pun sekarang mommy menggugat cerai, daddy kamu masih mendapat lebih dari empat puluh persen kekayaan.”


Sebuah keputusan yang sangat berat harus Alfaro dan Anna ambil.


“Kita akan bantu, Mom. Aku akan dukung Anna untuk mengambil alih perusahaan. Rafael pasti bisa mengatasi masalah di kantor pusat,” kata Alfaro.


Anna menatap suaminya dengan bangga. Meski mereka baru menikah, Alfaro tidak menjadi egois untuk menikmati waktu berduaan dan malah bersedia membantu mommy Anna yang sedang kesulitan karena ulah suaminya.


***


***


Seminggu sejak menghadiri pernikahan Anna dan Alfaro, kini giliran Alisha dan Rafael yang mengadakan pesat pernikahan. Pengantin pria sudah bersiap sejak tadi dan sedang menunggu istrinya yang masih harus berdandan.


“Tuan, mana yang lebih mendebarkan? Menikahi Nyonya waktu di rumah sakit, atau menikah saat ini?” tanya Felix saat menemani atasannya itu menunggu Alisha selesai dirias.


“Kenapa tanya-tanya?” Rafael balik bertanya dengan nada datar. Hal yang sekarang tidak pernah terjadi saat laki-laki itu bersama istrinya.


“Saya ‘kan juga ingin menikah, Tuan. Apa salahnya berbagi pengalaman,” kata Felix sambil merapikan dasinya sendiri. Dia akan bertemu dengan orang tua Ria di pesta ini, sehingga penampilannya harus baik, bukan?


“Kalau kamu memang ingin tahu, sebenarnya gugupnya sama saja, dulu mengucapkan ikrar pernikahan saat kami sama sekali tidak saling mengenal, dan sekarang pesta ini hanya untuk formalitasnya. Rasanya tidak rela jika semua orang melihat kecantikan istriku.”


Kembang kopinya jangan lupa 💋