Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 113


Rafael dan Alisha masih asyik bermain dengan Bianca dan Gabriel. Karena lupa membawa hadiah, akhirnya Rafael menelepon Felix agar mengirimkan mainan untuk dua anak Bara itu.


Bianca sepertinya sangat menyukai Alisha, karena itulah Bianca terus menempel ke mana pun Alisha bergerak. Tentu saja, Alisha juga menyukai Bianca yang cantik dan lucu dengan rambut tipis yang belum terlalu tumbuh.


Mondy yang merupakan saudara ipar Bara tiba-tiba datang bersama istrinya yang sedang hamil besar.


“Wah, ada tamu,” ucap Mondy saat melihat Alisha yang sedang bermain dengan Bianca. “Pantes aja sepi enggak ada yang ganggu.”


Bara akhirnya memperkenalkan Rafael dan Alisha dengan Mondy dan Keyla. Hingga akhirnya, para istri berkumpul di dapur sedangkan para suami berkumpul di ruang tamu.


Alisha tahu bahwa Keyla adalah seorang artis yang cukup terkenal belakangan ini, berkat film terakhirnya sebelum hamil.


“Sudah mau melahirkan ya?” tanya Alisha yang terus mengamati perut buncit Keyla.


Keyla tersenyum bahagia sambil mengusap perutnya yang besar. “Iya, lagi harap-harap cemas, makanya aku suka ke sini biar ada orang kalau tiba-tiba kontraksi,”


Alisha turut bahagia melihat kebahagiaan wanita hamil itu. Sebenarnya dia ingin sekali tahu rasanya mengusap perut buncit wanita hamil, tapi karena Alisha tidak terlalu kenal Keyla, dia pun sedikit sungkan jika mengatakan keinginannya itu.


Sheina sepertinya paham dengan gelagat Alisha yang sedari tadi terus memperhatikan perut buncit Keyla.


“Kamu mau elus perutnya dia?” tanya Sheina pada Alisha.


“Hah?” Tidak, Shein. Pasti Keyla tidak merasa nyaman nanti,” jawab Alisha.


“Key, Alisha ini baru kehilangan bayinya yang masih di kandungan,” kata Sheina.


Keyla sangat mengerti, dia meminta Alisha untuk mengusap perutnya. “Ayo, usaplah, Alisha! Semoga dia nanti bisa secantik kamu,” kata Keyla, dia mengambil tangan Alisha dan meletakkannya di perut.


Meski ragu dan penuh kehati-hatian, Alisha akhirnya memberanikan diri untuk mengusap dan merasakan perut buncit Keyla. Tiba-tiba bayi di kandungan itu bergerak dan Alisha bisa merasakan gerakannya.


“Dia menyukaimu. Semoga kamu cepat hamil lagi ya, Alisha.” Keyla mengusap pelan perut Alisha.


Entah mitos itu berasal dari mana, tapi sebagian dari orang-orang memang mempercayai hal-hal seperti itu.


***


Setelah hampir seharian di rumah Bara, Rafael dan Alisha akhirnya pulang ke rumah mewah milik Rafael. Memang, setelah kembali ke perusahaan, Rafael kembali mengajak Alisha ke rumahnya. Meskipun, rumah itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri, tapi rumah itu didapat saat dia bekerja di perusahaan Hartono.


Alisha menceritakan apa yang tadi dialaminya saat mengusap perut Keyla dan itu membuatnya ingin cepat hamil juga.


Beberapa minggu berlalu, akhirnya hari pernikahan Anna dan Alfaro pun tiba. Rafael dan Alisha pun mengunjungi negara tempat tinggal Anna sekarang, sekaligus mencicil bulan madu mereka.


“Anna sangat cantik ya, Mas,” kata Alisha saat Anna dan Rafael menemui para tamu usai melaksanakan pernikahan.


“Tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan kamu, Al.”


Rafael sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan Alisha mengenai kecantikan perempuan lain, karena matanya sudah tertutup oleh kecantikan istrinya.


Sementara itu, Alfaro dan Anna terlihat sangat bahagia dengan pernikahan mereka.


“Akhirnya, aku bisa memilikimu, Ann,” kata Alfaro. “Tapi, kalau kamu belum siap, aku tidak akan meminta hakku sekarang kok. Jadi, kamu relaxs saja ya, jangan pikirkan itu.”


***


Kira-kira mereka bakalan anu anu nggak ya 😚😚