
— 26 —
Seorang Pathfinder adalah penuntun jalan bagi kemanusiaan. Sebagai pilar terkuat peradaban, kami memiliki yuridiksi untuk membawahi sebuah proyek besar dan investigasi khusus yang menyangkut ancaman Malice kepada khalayak umum. Dan yuridiksi itu telah membawa Nuwa, The Pale Moon dalam kasus pembunuhan berantai yang mengerikan.
“Pertama aku terkejut ketika kepolisian mengundangku dalam investigasi ini. Aku yang kebetulan menyukai kasus kriminal, menganggapnya sebagai pelampiasan hobiku yang terpendam. Yah, soalnya, jika tak punya bakat sihir sebesar ini, aku sebenarnya ingin menjadi seorang detektif,” kata Lady Nuwa yang menuntunku dengan lentera dalam saluran pembuangan kota Alexandria.
U-Ugh, tempat gelap ini membuatku teringat tentang Junon.
“Pembunuhan apa yang kamu maksud?” tanyaku melompati akar pohon Yggdrasil yang tumbuh menyeruak di tengah jalan.
“Ah, Chrysant terlalu sering di Underworld, sampai tidak tahu apapun tentang apa yang terjadi di Alexandria ya. Dalam satu bulan ini, ada banyak laporan tentang hilangnya para Apprentice dan Chronicler muda. Namun selang seminggu berlalu, kami menemukan para penyihir muda itu mati dengan kondisi mengenaskan,” katanya yang mengelus dagunya dengan anggun,
“Berlian tumbuh melingkupi tubuh mereka seperti sel kanker, yang perlahan menghujam jantung mereka. Para ahli forensik sudah memeriksanya, tetapi hasil membuat mereka semakin pusing. Entah bagaimana, para penyihir muda itu terinfeksi oleh Sel Warden.”
Percakapan kami pun tertunda saat kami menginfiltrasi saluran ventilasi yang sempit. Di dalam kegelapan itu, pikiranku pun melayang.
… Kulit yang dilingkupi berlian, aku jadi teringat dengan tangan dan kaki Khanza. Dalam mimpiku, aku mengingat perempuan bernama Lady Luciel mengatakan dengan menginjeksikan Sel Warden ke dalam tubuh Homunculus, proses Malifikasi akan dimulai… Proses mengerikan yang mengubah CH001 menjadi Predator Telos.
Dalam Alkimia Reakta, buku ajar alkimia sihir, Homunculus adalah sihir tertinggi di bidang kimia, dimana seorang Penyihir mampu menyimulasikan kehidupan dalam sebuah boneka mekanik. Tapi, semua Homunculus yang kutemui termasuk… diriku, memiliki komposisi tubuh yang hampir sama dengan manusia, terkecuali jantung kami yang di pompa oleh sebuah Magicite.
Mungkin saja proses Malifikasi secara tidak sengaja memberikan kemanusiaan bagi para boneka itu. Tubuh yang merasakan hangat dan dingin, cinta dan harapan dan segala yagn dimiliki manusia. Mungkin saja, sel-sel tubuh yang menyusun tubuhku ini… adalah milik The Warden.
Tapi yang paling penting… bagaimana jika Sel Warden disuntikan pada manusia? Jika korban pembunuhan itu memangsa para Penyihir tingkat bawah…
“Apa mungkin para Penyihir muda itu berpikir, Sel Warden akan meningkatkan kekuatan sihir mereka?” gumamku setelah kami turun dari ventilasi itu dan sampai di sebuah gudang yang sangat dingin dan gelap.
Aneh, tempat apa ini ya? Aku pun terkejut melihat Lady Nuwa terhenyak kaget dan segera dengan canggung menggaruk pipiku,
“C-Chrysant salah ngomong?”
Lady Nuwa pun tersadar dan segera berdehem, “Maaf, aku tak mengira kamu bisa menebaknya sejauh itu. Hmmm, bolehkah aku bertanya, apakah Khanza memberitahumu semua ini?”
Aku menggelengkan kepalaku, “Penyihir ngawur itu cuma bikin Chrysant pusing aja. Chrysant cuma menebak-nebak saja.”
“… Penyihir? Hmph, Chrysant semakin menarik. Tapi kita kesampingkan dulu kolega kita yang menyebalkan itu. Benar, setelah menggali lebih dalam, tim investigasiku menemukan bahwa ada sekelompok orang yang menjual Sel Warden dengan embel-embel dengan seratus ribu Magicoin kamu bisa mendapatkan kekuatan setara Lightbearer,” jelas Lady Nuwa yang memanggil orb merah yang menghangatkan tubuh kami.
“Terdengar seperti scam, hanya orang putus asa yang percaya kan?” tanyaku.
“Malah banyak yang percaya. Sebab hasilnya nyata. Dua Bulan sebelum mati, para penyihir muda yang awalnya biasa saja, tiba-tiba mampu memburu Malice dua tingkat di atasnya. Memang jauh sih dari janji kekuatan seorang Lightbearer, tapi bukti itu cukup untuk menarik pelanggan baru.
Sekarang, totalnya ada seratus penyihir muda yang terinjeksi Sel Warden. Dua puluh di antaranya dirwata di Rumah Sakit Keluarga Gremory.”
“… Kenapa Lady tidak melaporkan penemuan ini ke Arthur? Tentu sebagai Pangeran Noctis, dia dapat—“
Lady Nuwa menggelengkan kepalanya dan memotongku, “Instingmu mengatakan… seseorang yang membunuh laki-laki di gudang barusan adalah seorang Pemburu bukan? Dugaanmu tepat sekali. Sebab laki-laki itu adalah agen yang kukirim untuk menyelediki seorang figur prominen yang kucurigai memiliki hubungan dengan kasus ini.”
… Dia menggunakan mayat anak buahnya sendiri, ke dalam rencananya? Aku mulai merasa aneh dengan Lady Nuwa.
“Kamu mencurigai internal Black Company, sehingga tidak melapor ke pangeran agar sosok itu tidak menyadarinya?” tembakku lagi.
“Oh mo, aku rasanya ingin sekali meng-hire Chrysant sebagai asistenku. Jarang-jarang aku menemukan seseorang yang nyambung denganku.”
“Tidak, terima kasih,” tolakku. Aku tak ingin menjadi bidak dalam catur Lady Nuwa yang dapat dikorbankan dengan cuma-cuma. Kuhela nafasku dan memicingkan mataku pada Lady mencurigakan itu,
Nuwa tersenyum dna menjawab, “Ikuti aku,” katanya yang pun menuntun jalanku menuju lorong dengan cahaya yang berkedut-kedut.
Semakin jauh kami melangkah, semakin hidungku disambut oleh pekat bau darah. Terhenyak diriku, melihat banyak sekali mayat Security yang tergeletak di lantai, penuh dengan luka tembakan. Di sepanjang dinding kumemandang, percikan darah melukis dinding dan lantai yang penuh dengan bekas peluru.
Tak ada seorang pun yang selamat.
Tapi yang paling membuatku bergidik ngeri ialah bagaimana Lady Nuwa dapat melewati pemandangan horor itu dengan tenang. Firasat buruk mencekik leherku, segera kucabut pedangku dan mengikuti perempuan itu dengan waspada.
Ada sesuatu yang sangat salah disini.
“Kita sudah sampai,” kata Lady Nuwa di hadapan sebuah menara, dengan puncak bersinar kebriuan terang. Dari sinar itu mengalir air jernih yang memasuki saluran-saluran yang rumit di bawah kaki kami.
Kenapa… aku familiar sekali dengan menara itu? Tunggu, bukankah bentuknya hampir persis dengan menara merah di bawah kota Junon?
“Tempat ini adalah pusat penghasil air di Alexandria. Segala air yang kamu gunakan untuk mandi, berenang, memasak makan dan minum, smeua berasal dari menara ini.
Mekanisme yang diciptakan oleh seorang genius bernama Emilia Fairchild,” jelas Lady Nuwa.
Emilia? Kenapa nama itu disebutkan disini?
BUM BUM BUM!!
Tiba-tiba semua jalan masuk tertutup oleh pintu beton yang tebal. Alarm peringatan pun berbunyi, “Emergency-Emergency! Intruder Detected at Magicite Reactor!”
… Magicite Reactor?
“Lady Nuwa, apa maksud semua ini?”
Lady Nuwa menunjukan Syringe Sel Warden di tangannya, “Tugasku hanyalah menggiringmu ke ruangan ini. Selanjutnya adalah ujianmu yang sesungguhnya. Ruin Hunter, dihadapan takdir yang pahit, apakah kamu akan memilih menyelamatkan diri sendiri atau mati dan menyelamatkan semua orang?” katanya yang tersenyum sinis sebelum melempar Syringe itu ke Menara Biru,
“Tunjukan padaku warna dirimu yang sesungguhnya, Chrysant!”
“Tidak!” teriakku yang melesat bagai kilat, menggapai syringe itu sebelum jatuh mengkontaminasi sumber air Alexandria. Kugenggam erat syringe itu dan menatap tajam wanita itu,
“Kamu sudah gila?!”
Tetapi Nuwa sudah tak ada disana. Dia duduk di puncak menara itu dan bertopang dagu memperhatikanku seperti sebuah mainan menarik.
“Menarik, padahal sesuai laporan The Great Gamble harusnya membuatmu tak dapat menggunakan sihir. Tapi ternyata kamu masih dapat menggunakan sihir. Selain elemen sihir itu berbeda dari yang terdaftar, kamu dapat menggunakannya tanpa mantra. Seolah-olah kamu… seorang Penyihir,” kata Lady Nuwa yang menunjukan Syringe sel Warden di tangannya,
“Kamu berpikir aku akan memberikanmu syringe yang asli? Dalam mimpimu.”
“Kamu… pantas saja, dengan membunuh semua orang itu, apa yang ingin kamu raih, Nuwa?!” teriakku.
“Heh, kamu pura-pura bodoh atau memang terlalu naif? Kamu pikir apalagi alasanku menjebakmu disini? Bila para polisi menemukan bahwa Chrysant sang Pathfinder merupakan penjahat yang meracuni sumber air Alexandria, hukuman mati tentu akan menantimu,” kata Lady Nuwa yang melempar-lempar syringe itu seperti mainan,
“Melihat wanita rendahan sepertimu, menyentuh dseorang Noctis dengan terlalu akrab… Ah, sudah berapa lama aku menantikan momen yang tepat untuk menyingkirkanmu,” kata Nuwa yang pun menginjeksikan syringe itu ke menara biru.
Bersamaan itu tubuhnya pun melebuh menjadi air meninggalkan suara yang bergema di seluruh ruangan itu.
“Selamat tinggal, Chrysant si Anak Malice.”