Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Kekuatan Pulih


"Aku merasa energi ku telah diperbarui, " gumam Iwan. Dia merasa energinya sudah terisi full. Dia pun langsung bangkit dari alam bawah sadarnya.


Dia melihat seorang wanita tengah tertidur di sampingnya itu. Ada yang berbeda dari napasnya.


Dia merasakan napas dari wanita itu telah tiada.


"Apakah kamu mengorbankan dirimu sendiri demi menolong aku? " tanya Iwan kepada wanita yang dimasuki jiwanya Rita itu.


Tak berselang lama, dia pun langsung pergi usai mengatakan itu saat dia mengetahui ada beberapa orang yang akan memasuki ruangan yang ia pakai sebagai pemulihan diri.


Iwan sudah ber teleportasi ke daratan lagi. Dia tidak mendapati apa yang ingin ia ketahui dalam sungai jernih itu, tapi dia mengalami peningkatan dalam mengendalikan kekuatan raja tiga dimensinya.


Dia akan mencari tahu saat dia sudah mencapai puncak kesempurnaannya itu. Namun, dia sangatlah berterima kasih kepada wanita yang menggunakan nyanyian itu demi pemulihannya. Kalau wanita itu tidak melakukan pemulihannya, mungkin dia akan disiksa oleh Han Qinyi di bawah lautan itu.


Dia pun menempuh perjalanannya lagi menuju daratan Taichan. Dia tidak bisa menundanya lebih lama lagi. Saat ini, kekuatan Dark Eyes telah meningkat dari hari ke harinya.


***


Adapun, di sisi lain Rita sudah berada di tubuhnya Nayna. Dia kembali ke tempat pedesaan nya itu usai dia menggunakan energi nyanyian itu untuk Iwan.


"Berharap dia mengetahui kalau diriku yang menyelamatkannya, " gumam Rita.


Dewi air pun telah sadarkan diri, semua penghuni desa itu pun menunduk sujud kepada Rita yang sudah bangun itu.


"Selamat atas pemulihan Dewi Air, " ucap seluruh penghuni desa itu.


"Terima kasih, tapi yang lebih penting dari ucapan selamat ini ialah melatih kemampuan kalian untuk melawan Dark Eyes, " ucap Rita. Dia menggunakan suaranya yang melantang itu agar didengarkan oleh seluruh penghuni desa itu.


"Baik, dewi air, " jawab mereka serempak.


Rong pun maju ke hadapan dewi air.


"Bagaimana kita melatih kemampuan kita? Berikan petunjukmu Dewi! " ucap Rong.


Rita pun memberikan lembaran buku yang ia sengaja lemparkan dari atas langit agar diambil oleh para penghuni desa itu.


"Ambillah buku-buku itu untuk melatih kemampuan kalian semua, " ucap Rita.


"Baik, " jawab mereka serempak.


Mereka pun mengambil setiap lembaran buku itu lalu berlatih di tempat tinggalnya masing-masing. Adapun, Rong yang masih berada di samping Rita pun menunduk kepadanya.


"Apakah kamu memiliki masalah? " tanya Rita.


"Ya, sesuatu terjadi di bawah laut Timur, " ucap Rong.


Rita yang mendengarkan itu pun menjadi teringat kalau dirinya pun dikurung di lautan timur.


"Ada gerangan apa disana? " tanya Rita. Dia berpura-pura tidak mengetahuinya. Kalau dirinya diketahui bisa berpindah-pindah tubuh bisa celaka dirinya.


"Han Qinyi sedang meluapkan kemarahannya akibat tunangannya telah tiada saat dia pergi melawan raja tiga dimensi, " ucap Rong.


Rita yang mendengarkan itu merasa bersalah. Padahal, tunangannya Han Qinyi memang sudah mati dan dirinya hanya sekedar lewat mengisi tubuh tunangannya saja dan menemui Iwan.


"Jadi apa yang ia lakukan? " tanya Rita. Dia masih berpura-pura tenang. Namun, hatinya benar-benar gelisah kalau Iwan dalam keadaan tidak baik atau dikejar oleh Han Qinyi itu.


Rita menghembuskan napasnya kasar. Dia tidak tahu kalau Han Qinyi benar-benar lelaki paling nekat. Dia tidak tahu bagaimana jadinya bila dia berlama-lama di tubuh tunangannya itu. Mungkinkah, Han Qinyi akan melakukan sesuatu yang buruk kepadanya? Ataukah melebihi batas yang tidak ia duga sebelumnya? Dia benar-benar tidak mengetahuinya itu.


"Kalau begitu, bawakanlah air setetes yang ada di tempat kita untuk dikirimkan ke daerah timur. Itu akan menjadi lautan bagi tempat itu, sekalipun Han Qinyi menutupi lautan nya, " ucap Rita.


"Bagaimana bila kita bertemu Dark Eyes? " tanya Rong kepada Rita.


"Kau harus menghindarinya secepat mungkin yang kau bisa, bila perlu kau masuk saja ke bagian lautan yang telah dibuat itu, " jawab Rita.


"Baiklah, aku akan menerima perintah dewi air, " jawab Rong. Dia pun membawa botol lalu memasukkan air itu setetes dan pergi ke arah lautan timur.


Rita yang melihat kepergiannya itu merasa tak lega. Dirinya merasa bersalah terhadap Han Qinyi. Namun, dia juga tidak bisa memberitahukan rahasia nya. Apalagi, saat dia bertemu Lexi maupun Iwan.


"Sayangnya, aku harus menjelajahi dunia ini demi mencari jiwanya Nayna dan meminta petunjuk kepadanya. Dia pasti tahu tentang segala sesuatunya disini, " gumam Rita.


Dia pun menidurkan tubuhnya di ranjang es, lalu dia mengeluarkan jiwanya demi mencari tubuh lain untuk mengisi hidup jiwanya saat ini.


***


"Kau mau kemana? " tanya aura gelap itu kepada Petrix.


"Aku ingin mencari orang yang aku cintai, " jawab Petrix jujur.


"Bukannya kau sudah menjadi bagian dari Dark Eyes yang harusnya kau fokus kepada kekuatan kamu, " ucap aura gelap itu.


"Itu hanyalah bagiannya, dan tujuan aku hanya membuat orang yang aku cintai itu berlutut kepadaku, " ucap Petrix.


"Kau tidak ingin kekuatan besar itu? " tanya aura gelap ituu. Dia tidak menyangka kalau Petrix yang bersikap brutal kepada Lexi bisa lebih pendiam dan berambisi hanya demi wanita yang ia cintai itu.


"Aku hanya ingin membuat Lexi tahu kalau ambisiku begitu besar terhadap Nayna. Dia adalah teman ranjang ku yang membuat diriku tidak ingin melepaskannya. Namun, suatu saat dia berubah hingga dirinya engghan melakukan hal itu lagi kepadaku. Hal itulah yang membuatku kesal sampai saat ini, " ucap Petrix.


Aura gelap itu dapat merasakan kabut hitam di hatinya Petrix memang begitu besar. Dia pun tidak ingin melanjutkan perkataannya lagi, takutnya dia mendapatkan semprotan yang tak terduga ituu.


Mereka pun duduk di tempat minum-minum dekat hutan. Kemudian, dia merasakan keberadaan Iwan dari dekat.


"Ini sesuatuu yang tak terduga, " ucap Petrix. Dia mengukir senyum liciknya. Dia akan menyambut musuh bebuyutan cintanya ituu.


"Kau bisa melawannya, " hasut aura gelap itu.


"Mungkin ada informasi yang bisa kita gali sebelum kita menyerangnya, " ucap Petrix.


"Lebih baik kau membawanya ke pimpinan agar dia dihukum dan dunia akan seperti diinginkan Dark Eyes, " hasut aura gelap itu.


Petrix pyn menatap tajam ke aura gelapnya itu.


"Kau tidak boleh ikut campur urusanku, " sentak Petrix.


Aura gelap yang dibentak Petrix pun langsung menunduk.


"Baiklah, aku akan mengikuti apa yang kau inginkan dan aku tidak akan membicarakan sesuatu yang tidak kau inginkan, " ucap aura gelap itu kepada Petrix.


Iwan yang selangkah lebih dekat dengan Petrix pun merasakan aura tidak biasa. Dia begitu mengenal aura nya itu.