Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Melintasi Puncak Menara Dan Boo


Pilihan yang dikatakan oleh Qian Yu sangatlah sulit bagi dirinya saat ini. Kalau dirinya mengatakan orang lain, takutnya Qian Yu akan mengancam keselamatan dari Jianying. Sementara, bila dia berbohong kepada Qian Yu mungkin saja dia akan mendeteksi kebohongannya dengan kekuatannya itu lalu memberikan hukuman atas jawabannya yang penuh kebohongan itu. Itulah pilihan yang Liu Chang Hai Pikirkan saat ini.


"Kenapa kau tidak menjawabnya? " tanya Qian Yu. Dia menatap matanya Kiu Chang Hai begitu dekat sampai tak ada sekat yang menghalanginya selain jarak lima sentimenter saja.


"Jawaban apa yang kau inginkan dariku? " ucap Liu Chang Hai. Dia tidak menjawab pertanyaan dari Qian Yu tapi memberikannya lagi sebuah pertanyaan kepadanya.


"Jawaban apa saja yang berasal dari hatimu, " jawab Qian Yu.


Liu Chang Hai yang mendengarkan perkataan Qian Yu masih ragu dengan Jawabannya sendiri.


"Apapun jawabanku, bukannya akan menjadi masalah, " ucap Liu Chang Hai terlihat masuk akal.


"Kau terlalu banyak berpikir tapi apa yang kau katakan memang masuk akal, " jawab Qian Yu.


Liu Chang Hai yang mendengarkan perkataan dari Qian Yu pun dapat menebak kalau pikirannya terlihat licik bagaikan rubah.


"Kenapa kau ingin membuat masalah denganku melalui pertanyaanmu itu? " tanya Liu Chang Hai dengan berani.


"Aku hanya ingin bersamamu sepanjang waktu. Maka dari itu, aku melakukannya dengan bertele-tele, " bisik Qian Yu. Dia membisikkan jawabannya tepat di telinganya Liu Chang Hai hingga dirinya benar-benar memerah.


"Kau tidak perlu melakukannya, bukankah tingkahmu sudah terlihat terang-terangan? " ucap Liu Chang Hai. Dia meninggikan suaranya hingga dirinya tidak terlihat memalukan di hadapan Qian Yu itu.


"Haha, kau memang wanita yang menarik perhatianku, " tawa Qian Yu. Dia menunjuk tubuhnya Liu Chang Hai tapi Liu Chang Hai bergerak mundur.


Dia memang sudah tidak memiliki kekuatannya lagi akibat disegel tapi dirinya mampu untuk menjauhu dari Qian Yu dengan tubuh fisiknya itu.


Walaupun, dia agak menyayangkan situasi itu hanya untuk menghindari Qian Yu, tapi dia tidak memiliki cara lain lagi. Kalau meneruskannya begitu saja bisa saja membuat Qian Yu melewati batasannya.


Dia pun menggunakan tubuh fisiknya itu hingga mengubah selendang itu menjadi pakaian kuno yang lebih pantas untuk dikenakannya saat ini.


Dia tidak bisa menggunakan identitas laki-laki di hadapan Qian Yu lagi tapi dia bisa menggunakan identitas perempuan di hadapannya saat ini.


"Kau benar-benar tidak layak menjadi bagian yang menarik perhatianku, " ucap Liu Chang Hai penuh keberanian itu.


"Aku sungguh ingin melihat berapa banyak kau bisa menarik perhatianku, " tantang Qian Yu. Dia pun membacakan mantra penyegel yang ada di kakinya Liu Chang Hai itu hingga dirinya merasakan hamparan pasir putih menenggelamkan tubuhnya secara dadakan itu.


Liu Han yang mendengarkan suaranya Qian Yu pun bangun. Matanya terlihat kosong saat itu.


Dia pun menggunakan cerminan kaca hingga terbelah dua sisi yang memiliki perbedaan di setiap sisinya. Sisi pertama mengandung badai salju yang menusuk setiap kulitnya Qian Yu lalu sisi pertama bagaikan matahari yang mendekat ke daratan.


"Kegilaan kamu makin parah Liu Han," ucap Qian Yu. Dia tak menyadari kalau Liu Han bisa bangun secepat itu. Padahal, dia ingin mengirimkan Liu Chang Hai ke dunia ilusi yang dipenuhi dengan dirinya dan menghapus semua ingatan tentang Yuu atau orang yang mirip dengan Jianying.


Liu Han tidak mendengarkan perkataan dari Qian Yu itu. Dia terus menyerang Qian Yu tanpa henti hingga membuat dirinya terlepas dari mantra penyegel nya untuk Liu Chang Hai.


"Kau gak boleh pergi, " teriak Qian Yu kepada Liu Chang Hai.


Liu Chang Hai yang mendengarkan teriakan itu pun melemparkan bebatuan yang warna-warni hingga mengelilingi Qian Yu bagaikan batu yang beterbangan.


"Ingatanmu sudah hilang tapi kau masih melindunginya, " geram Qian Yu kepada Liu Han.


Liu Han yang mendengarkan itu pun masih mengabaikannya. Dia masih menggunakan serangan lanjutan dengan menembakkan tombak yang muncul langsung di bebatuan itu hingga Qian Yu tak bisa kabur akibat tombak itu terus-menerus mengikutinya.


Qian Yu yang mendapatkan serangan itu pun segera memecahkannya dengan seribu hutan meteor.


Kekuatannya itu mampu membuat Liu Chang Hai kesulitan untuk kabur. Dia kesulitan melarikan diri dari kekuatannya mereka berdua membuat perlindungannya runtuh sampai dia terjebak di jurang tengkorak.


"aku tak memiliki urusan kepadamu atau kalau kau berbuat macam-macam lagi kepadaku aku akan menghancurkan wanitamu yang bernama Nayna itu, " ancam Qian Yu. Dia tidak bisa menghentikan kekuatannya Liu Han yang makin kuat meski dirinya menggunakan serangan seribu hutan meteor itu.


Ancamannya Qian Yu itu benar-benar mempengaruhi kegilaan dari Liu Han. Dia pun langsung tak sadarkan diri lagi.


Qian Yu pun langsung terjatuh dari ketinggian ke dalam air laut hingga dirinya benar-benar memulihkan kekuatannya disana. Dia tak membayangkan kalau Liu Han benar-benar ikut campur dengan wanita yang ia sukai. Padahal, dia menyukai Nayna bukanlah Liu Chang Hai itu.


Apakah mereka berdua sudah mengenal satu sama lain di dunia Chang'an ini? Ataukah di dunia yang berbeda dengan nama berbeda pula?


Gelembung-gelembung air pun mengelilingi Qian Yu hingga dirinya benar-benar terbungkus dalam gelembung-gelembung itu.


Saat itulah, seseorang pun menghampiri Qian Yu hingga dirinya dihadapkan di dalam puncak menara Dan Boo.


Puncak menara Dan Boo itu mirip piramida tapi dihiasi dengan tembok transparan yang saling menghidupkan setiap kehidupan hwan maupun tumbuhan. Di bawah lantainya terdapat api membara yang bisa memanas kapan saja. Adapun, di atas langitnya bagaikan suhu dingin di dunia salju.


"Kau benar-benar gagal dalam misi membawa jiwanya, " seru seseorang itu.


Qian Yu yang mendengarkan seruan itu pun tak ingin disalahkan olehnya hingga dia membuat alasan yang membuat dirinya masuk di dunia Chang'an ini.


"Aku belum puas bermain dengan wanitaku, jadi aku belum bisa memberikan jiwanya kepadamu, " jawab Qian Yu dengan berani.


"Bukankah aku sudah membuat kesepakatan kepadamu kalau jiwanya akan menjadi milikmu setelah kau berikan dia kepadaku? " serunya lagi.


"Haha, aku belum menjamin dengan kesepakatan kamu itu. Kau yang paling tahu karena kau dulu membuangku untuk menjadi kuat setelah aku cukup kuat, kau benar-benar melemparkan aku ke dunia Chang'an ini, " tawa Qian Yu.


"Bukannya kau juga mendapatkan hasilnya juga, kenapa kau marah kepadaku, " serunya lagi.


"Haha, kau benar-benar... "