
'Apakah dia tampan? ' batin Nayna. Dia melirik ke arah Bao Yu yang kedua matanya diikat oleh kain dengan semacam penyegelan didalamnya. Tak hanya itu saja, dia melihat bibir merahnya Bao Yu yang begitu manis hingga dia menilainya sebagai lelaki tampan yang bisa ia temui di dunia Lin'an ini. Semoga saja, Iwan nya tidak cemburu kepadanya kalau dia bersama dengan pria lain. Toh, Iwan tidak diketahui sedang berada di dunia mana.
Bao Yu yang merasakan lirikan dari Nayna pun tetap datar.
"Kalau begitu, aku akan membawamu ke tempatku untuk mempercepat pemulihanmu, " tawar Bao Yu.
"Apakah itu tidak apa-apa untuk menampung ku di dunia Lin'an ini? " tanya Nayna. Dia mengatakannya sambil berhati-hati, takutnya Bao Yu sedikit tersinggung dengannya.
"Tidak apa-apa selama itu proses pemulihan, " jawab Bao Yu.
"Baiklah, aku akan mengikutimu dan mempercayaimu, " ucap Nayna begitu senang.
Bao Yu merasakan kegirangan yang tersirat di wajahnya Nayna. Sekalipun kedua matanya diikat kain mantra tapi dia bisa merasakannya begitu jelas.
Dia pun membawanya ke Villa berawan tapi saat pertama kali orang berkunjung, orang akan mengetahui kalau tempat itu bagaikan dataran kosong tanpa tempat tinggal apapun.
Bao Yu pun menghentikan perjalanannya hingga Nayna menabrak tubuhnya Bao Yu. Hampir saja dirinya terjatuh, tapi lengan kekarnya Bao Yu mampu menopang Nayna.
Nayna merasakan kalau dirinya telah jatuh cinta terhadap pria buta yang dihadapannya ini.
Namun, kenapa pria buta ini mengetahui tempatnya akan jatuh?
"Kamu tidak apa-apa? " tanya Bao Yu. Dia melepaskannya hingga Nayna salah tingkah.
"Aku tidak apa-apa, " jawab Nayna.
"Kalau begitu, kota tinggal masuk ke dalam kediaman ku, " ucap Bao Yu. Dia merapalkan mantra hingga Nayna masih bengong saja. Dia tidak bisa melihat apapun kecuali dataran kosong.
Namun, penglihatannya itu membuat dirinya tercengang saat Bao Yu telah selesai merapalkan mantranya.
Dia dapat melihat Villa yang begitu luas. Tak hanya itu saja, halamannya telah ditumbuhi tanaman obat hingga aura yang ada dalam villa itu bagaikan energi dewa yang sesungguhnya.
"Apakah ini benar-benar tempatmu? " tanya Nayna tak yakin.
"Ya, " jawab Bao Yu singkat. Dia pun membawa Nayna ke tempat persinggahan nya lalu dia menyajikan teh untuk Nayna minum.
Saat menyajikan teh, Nayna dapat melihat kalau Bao Yu tidak seperti orang buta atau orang yang benar-benar ditutup kainnya.
Dia menyajikan teh seperti orang normal. Dia meneguk salivanya saat menyaksikan Bao Yu seperti itu.
"Kau tidak perlu memandangku seperti itu, " ucap Bao Yu. Dia menyadarkan Nayna dari keterkejutan nya itu.
"Kau dapat merasakannya? " tanya Nayna. Dia baru sadar kalau Bao Yu benar-benar memperhatikannya. Dia sangat malu menyadari kalau dia ketahuan memperhatikannya itu.
"Apakah kau benar-benar orang buta atau orang-orang yang benar-benar menutup matanya? " tanya Nayna penasaran. Dia tidak bisa diam begitu saja saat melihat Bao Yu seperti itu.
"Kau tidak perlu mengetahuinya. Ada hal yang boleh diketahui dan tidak boleh diketahui, " jawab Bao Yu serius.
Nayna dapat merasakan aura dingin yang terpancar dari Bao Yu saat dia tengah mengatakannya.
Dia ber firasat kalau orang yang ada di hadapannya ini bukanlah orang biasa saja melainkan orang yang tengah bersembunyi. Namun, dia tidak dapat mengidentifikasi orang yang ada di hadapannya saat ini. Dia tidak boleh memperlihatkan identitasnya sebagai ratu tiga dimensi, cukup membuat orang buta yang ada di hadapannya tahu kalau dirinya orang biasa seperti Rita.
Ya, dia benar-benar menggunakan tubuh Rita di dunia Lin'an itu untuk membuat tubuhnya tetap ada selama jiwanya Rita masih menjelajahi dunia Chang'an demi menyelesaikan misinya bersama Yuu yang menggunakan tubuh Iwan.
"Baiklah, aku tidak akan menanyakan itu lagi, " jawab Nayna. Dia meminum tehnya. Dapat ia rasakan kalau teh hijau pekat itu benar-benar membuat tubuhnya terisi semacam energi yang tak bisa dijelaskan begitu saja.
"Aku akan menuntunmu ke kolam pemulihan. Selama tiga hari kau harus merendamnya disana dan aku akan beristirahat selama itu, " ucap Bao Yu. Dia mengajak Nayna ke tempat yang ia katakan itu dengan wajah datarnya itu.
"Baiklah, apakah kau tidak memerlukan sesuatu dariku? " tanya Nayna penasaran terhadap Bap Yu yang membantunya tanpa mengharapkan imbalan apapun. Sudah cukup aneh baginya bila dia tidak memiliki keingin terhadap dirinya.
"Tidak perlu, selama kau bisa pergi dari Dunia Lin'an ini sudah cukup bagiku, " jawab Bao Yu singkat.
Nayna tidak bisa membaca pikiran dari Bao Yu. Dia benar-benar orang misterius yang tak dapat ia ketahui jelas asal-usulnya itu.
"Baiklah, sesuai keinginanmu, aku akan menurutinya, " jawab Nayna. Dia tidak mengharapkan apapun terhadap Bao Yu yang begitu dingin terhadapnya itu.
"Selama itu, aku juga akan menyiapkan teleportasi ke duniamu. Jadi, kau bisa menyimpan energimu untuk hal yang berbahaya dan tidak merepotkan orang lain lagi, " ucap Bao Yu begitu cerewet.
Nayna yang menyadari perkataan dari Bao Yu begitu perhatian pun turut senang. Ada rasa untuk memiliki orang yang ada di hadapannya itu. Jiwanya yang sudah lama tidak bersama pria sudah meronta lagi. Hanya saja, dia tidak boleh menunjukkannya kepada Bao Yu. Dia lelaki yang tak mudah ditebak. Dia harus menjual mahal jiwanya itu untuk tidak menuruti hal-hal di luar batasan itu.
"Ini kolam pemulihannya, " ucap Bao Yu.
Nayna yang melamun pun tak menyadati pergerakan Bao Yu yang tiba-tiba berhenti itu hingga mereka berdua memasuki kolam pemulihan secara bersama-sama.
Byuur
Keduanya benar-benar tercebur di kolam air itu. Nayna dapat merasakan tubuhnya telah basah akibat air itu. Dia melirik ke arah Bao Yu yang spontan membelakangi nya setelah dia menyelamatkan Nayna.
"Kau benar-benar membuatku basah, " gerutu Bao Yu memerah. Dia pun menggunakan jubahnya untuk menutupi tubuh Nayna yang seharusnya gak ia lihat. Sekalipun kedua matanya tertutupi kain mantra, tapi dia bisa merasakan sesuatu yang jelas itu.
"Maafkan aku, tadi kau juga berhenti secara tiba-tiba, " ucap Nayna. Dia membela diri hingga dirinya tak bisa disalahkan sepenuhnya.
"Aku akan mengatakannya bila aku akan berhenti, dan kau juga harus berhenti akan melamunkan hal-hal yang tidak perlu, " jawabBao Yu. Dia keluar dari kolam pemulihan itu. Dia masih membelakangi Nayna hingga Nayna merasakan kalau ada energi yang ia kenali, tapi dia tidak tahu siapa itu?