Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Pertemuan Daerah Selatan


Qander berjalan ke arah selatan di dunia Chang'an. Dia masih menggunakan kekuatan kemurniannya itu demi mencari Nayna.


"Dimana kamu, Nayna? " gumam Qander. Dia sudah mencapai batas kemurniannya. Dia pun segera duduk di balik bebatuan yang dekat dengan air mengalir. Dia menjauhi daerah hutan agar komplotan hutan itu tidak membawanya lagi ke lautan magma.


Liu Chang Hai sedang meminum air jernih di samping Qander. Dia memang kehausan akibat racunnya benar-benar menjalar ke tubuhnya hingga dirinya tak bisa menggunakan kekuatannya.


Biasanya, dia bisa tak makan ataupun minum. Hanya dengan mengandalkan pil atau kekuatannya saja, dia bisa bertenaga. Namun, ini berbeda dengan sekarang. Dia harus kelelahan dan mencari makanan atau minuman di saat dirinya tengah keracunan.


Liu Chang Hai pun menolah ke samping kiri, dia menemukan seorang lelaki yang terbaring di bebatuan.


'Siapa dia? ' batin Liu Chang Hai. Dia berkomunikasi dengan bayangannya sendiri.


'Manusia bumi sepertimu. ' jawab bayangan Liu Chang Hai.


'Benarkah begitu? ' tanya Liu Chang Hai memastikan lagi.


'Ya, itu terlihat jelas dari aura kemurniannya yang sudah tidak ada itu. ' jawab bayangan Liu Chang Hai.


'Aku akan menghampiri dia. ' ucap Liu Chang Hai.


'Kau tidak boleh mengungkapkan identitasmu! Kau harus menyembunyikan identismu selagi kau memiliki nama duni Chang'an dengan nama wanita! ' seru bayangan Liu Chang Hai itu.


'Ya, aku mengerti. Kau tidak perlu cerewet dalam hal ini juga, bukan? ' gerutu Liu Chang Hai. Dia mendekati Qander selangkah demi selangkah. Dia sudah menggunakan wujud prianya saat menemui Qander.


"Hei, kau! " sapa Liu Chang Hai kepada Qander yang tengah menutup matanya itu.


Qander yang masih lemah itu tidak dapat membuka matanya. Dia benar-benar kehilangan energinya saat dia tengah menjauhi hutan pewaris suruhan pemimpin Dark Eyes itu.


"Apakah kau masih hidup? " tanya Liu Chang Hai. Dia menggunakan ranting pohon kepada baju yang dikenakan oleh Qander. Memang terdengar tak sopan untuk membangunkan seseorang, tapi dia harus menjauhi masalah pendekatan itu demi identitasnya.


Qander yang mendengarkan suara bukan dari suruhan Dark Eyes pun segera tak sadarkan diri. Dia sudah tak lagi mendengarkan suara yang memanggilnya.


Liu Chang Hai yang melihat itu pun kaget. Dia segera membuang ranting pohon itu lalu menggendongnya ke sungai jernih itu. Dia membawa Qander ke pedalaman sungai itu.


Kemudian, dia membaringkan nya di bebatuan sungai yang paling dalam itu. Dia sebagai dewi air pun membawa Qander demi keselamatan dirinya.


Saat itulah bayangan Liu Chang Hai pun keluar dari tubuhnya Liu Chang Hai.


"Apakah kau gila? " geram bayangan Liu Chang Hai.


"Ya, aku memang gila. Dia sedang dalam masa kritis, " jawab Liu Chang Hai dengan berani.


Liu Chang Hai pun menggerakkan lumut dalam sungai itu untuk proses penyembuhan Qander itu. Namun, bayangan Liu Chang Hai benar-benar menghalanginya.


"Kau belum mengenalnya! " protes bayangan Liu Chang Hai.


"Lagipula, dia takkan tahu kalau aku yang menyelamatkan dirinya, " jawab Liu Chang Hai polos.


"Justru aku lebih mengkhawatirkan identitasmu dengan penyelamatan nya itu! " protes bayangan Liu Chang Hai.


"Aku mohon kepadamu, kali ini saja! " pinta Liu Chang Hai itu.


"Sudahlah, aku hanya bisa berjaga-jaga saja, bila dia menyakitimu, aku akan memberinya obat! " seru bayangan Liu Chang Hai. Dia memberikan pil obat itu kepada Liu Chang Hai setelah dia menyelamatkannya.


"Terima kasih, " jawab Liu Chang Hai. Dia langsung menggunakan kekuatan airnya itu. Padahal, sebagian kekuatannya telah terkontaminasi oleh racun, tapi dia benar-benar memaksakan diri demi membantu Qander.


Liu Chang Hai pun hanya bisa menggunakan sebagian kekuatannya itu di dalam air. Apabila, dirinya sudah tak berada lagi dalam air, dia tak bisa menggunakan kekuatannya itu.


Bayangan Liu Chang Hai pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat Liu Chang Hai yang keras kepala itu. Hati nuraninya benar-benar murni.


'Dasar manusia bumi! ' batin bayangan Liu Chang Hai itu.


Liu Chang Hai pun membuat gelembung di sekitaran tubuh Qander hingga dirinya merasa lebih baik daripada sebelumnya. Dia sudah bisa menggerakkan pergerakan tubuhnya itu.


"Setelah selesai pengobatannya, bawa dia lagi ke daratan! " Bayangan Liu Chang Hai pun berteriak kepada Liu Chang Hai.


"Ya, " jawab Liu Chang Hai. Dia merasa senang akibat bayangannya sendiri mengkhawatirkan identitasnya yang takut ketahuan oleh orang lain.


Qander yang merasa seluruh tubuhnya diliputi kedinginan tak terlukis kan pun membuka kekuatan batinnya tanpa sepengetahuan Liu Chang Hai. Dia dapat melihat wanita cantik yang menggunakan handu biru bermahkota di atas kepalanya itu.


Dia juga dapat melihat kalau tubuhnya sedang dikelilingi air sungai itu sebagai proses penyembuhannya.


'Ternyata, ada wanita cantik yang tak aku ketahui di dunia Chang'an ini, tapi aku tidak tahu, apakah wanita ini akan meminta balasan ku atau tidak? ' batin Qander.


Dia pun menggunakan kekuatan matanya itu untuk melukiskan wanita cantik yang mengobatinya. Seketika, dia benar-benar melupakan Nayna setelah dia melihat auranya Liu Chang Hai dalam identitasnya sebagai wanita itu.


Setelah pengobatannya selesai, Liu Chang Hai Pun membawa Qander ke daratan dengan wujudnya sebagai laki-laki.


Qander yang melihatnya diam-diam dari bayangannya itu benar-benar tak mengerti, wanita cantik itu berubah menjadi laki-laki tampan.


Dia tak habis pikir dengan proses pengubahannya bisa secepat itu. Tak lupa, dia pun melirik tubuhnya diberikan pil aneh yang tak ia ketahui.


"Aku sudah memberikanmu obat, jadi kau tidak bisa menyakitiku sewaktu-waktu, " ucap Liu Chang Hai itu kepada Qander.


Qander yang sudah meminum obat itu pun tersadar. Dia pun berpura-pura kaget atas kehadirannya Liu Chang Hai. Padahal, dia sudah mengetahui rahasia wujudnya itu.


"Kau siapa? " tanya Qander.


"Liu Chang Hai, " jawab Liu Chang Hai. Dia segera mengeluarkan kipas kunonya itu demi menutupi identitasnya sebagai perempuan.


"Aku Qander. Apakah kau yang menolongku? " tanya Qander.


"Ya, aku sudah menolongmu di masa kritis. Aku juga telah memberikan kamu obat bila dirimu ingin melukaiku, maka obat itu akan benar-benar bekerja, " ucap Liu Chang Hai.


"Kau benar-benar melakukan pencegahan sebelum penyerangan. Aku benar-benar tak tahu orang sepertimu ini tabib atau pembuat racun? " ejek Qander. Dia tengah berakting demi melanjutkan skenarionya. Dia tak bisa mengatakan kalau dirinya ialah keturunan Dark eyes yang bisa saja menjadi musuh banyak orang, tapi dirinya sudah terjebak dalam pil musuhnya sendiri.


Dia ingin sekali tertawa terhadap dirinya, tapi dia bisa apa?


Dia belum mengetahui tujuan jelas dari Liu Chang Hai yang menolongnya itu!